Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Singgung Pencurian Organ Haiti, Jubir Partai Inggris Dipecat

E-mail Cetak PDF

LONDON (Berita SuaraMedia) – Baroness Jenny Tonge dipecat dari posisinya sebagai juru bicara Partai Demokrat Liberal untuk masalah kesehatan di House of Lords (majelis atas) Inggris. Tonge diberhentikan karena menyerukan penyelidikan terhadap dugaan keterlibatan pasukan Israel dalam pencurian organ di Haiti.

Kepada the Jewish Chronicle pada hari Jumat, Baroness Tonge mengatakan bahwa seharusnya dilakukan penyelidikan terhadap laporan yang menyebutkan bahwa pasukan Israel melakukan pencurian organ tubuh para korban gempa Haiti.

"Untuk menghindarkan semakin berlanjutnya tuduhan-tuduhan semacam itu, yang sudah diposting di situs YouTube, IDF dan Asosiasi Medis Israel harus mendirikan sebuah lembaga penyelidikan independen untuk membersihkan nama tim di Haiti," katanya.

Menanggapi hal tersebut, pemimpin Partai Demokrat Liberal, Nick Clegg, langsung memecat Tonge dan mengatakan bahwa komentarnya tidak dapat diterima, provokatif dan menjijikkan.

Dalam sebuah pernyataan yang dilontarkan pada hari Sabtu, Clegg mengatakan, "Setelah berembuk dengan pemimpin Demokrat Liberal di House of Lords, Lord McNally, maka saya memutuskan bahwa Jenny Tonge akan diberhentikan dari jabatannya sebagai juru bicara kesehatan Demokrat Liberal di dewan. Keputusan itu diambil menyusul komentarnya yang tidak dapat diterima, menganjurkan adanya penyelidikan atas tudingan kejam terhadap operasi kemanusiaan IDF di Haiti."

Tim editorial Palestine Telegraph mengatakan bahwa pemberhentian Baroness Jenny Tonge dari jabatannya sebagai juru bicara Partai Demokrat Liberal Inggris telah merusak kebebasan berekspresi dan mencari kebenaran.

Kekhawatiran mengenai kemungkinan pencurian organ oleh tim bantuan kesehatan Israel di Haiti dikemukakan oleh seorang kolumnis Yahudi untuk Palestina Telegraph, Stephen Lendman. Ia menekankan kembali mengenai tuduhan pencurian organ tubuh orang-orang Palestina dan pasien-pasien lainnya di Israel. Sejumlah pemberitaan media dan tayangan video YouTube mengungkapkan bahwa hal yang sama juga terjadi di Haiti.

Tonge, yang merupakan anggota Dewan Pendukung Palestine Telegraph, mengatakan kepada Jewish Chronicle mengenai keharusan dibentuknya tim penyelidikan independen atas dugaan tersebut.

"Para kolumnis kami hanya berbicara untuk diri mereka sendiri, bukan termasuk pandangan staf editorial atau Dewan Pendukung," demikian bunyi pernyataan tim editorial Palestine Telegraph.

"Perlu ditambahkan bahwa Baroness Tonge jelas-jelas tidak melontarkan tudingan, ia hanya menyerukan pentingnya pembentukan tim investigasi untuk menghapuskan kecurigaan."

"Kami rasa, Israel dan para pendukungnya akan menyambut peluang untuk membersihkan nama Israel," tambah tim tersebut. Tim tersebut juga menambahkan bahwa isu pencurian organ yang dilakukan oleh staf medis Israel di Haiti adalah sebuah hal yang sudah banyak diberitakan. Pada bulan Desember 2009, para pejabat Israel membenarkan bahwa pada tahun 1990an para ahli forensik Israel memang mengambil organ tubuh dari jasad penduduk Palestina yang dibunuh Israel. Organ tubuh mereka diambil tanpa mendapatkan izin pihak keluarga, demikian disebutkan oleh surat kabar Guardian.

"Pada tahun 1990an, para dokter spesialis Israel di Abu Kabir mengambil kulit, kornea mata, katup jantung dan tulang dari mayat-mayat prajurit Israel, penduduk Israel, Palestina dan juga para pekerja asing, seringkali hal tersebut dilakuka tanpa mendapatkan izin dari pihak keluarga."

Militer Israel membenarkan hal itu dalam keterangan yang diberikan pada program Channel 2. Namun mereka menambahkan: "Aktivitas tersebut telah diakhiri satu dekade yang lalu dan tidak lagi dilakukan."

Pada tanggal 15 Januari tahun ini, surat kabar Israel, Haaretz, melaporkan bahwa misi bantuan IDF di Haiti bertolak dari Israel dengan membawa perlengkapan untuk mendirikan rumah sakit lapangan. Ada sekitar 220 prajurit dan staf yang diikutsertakan dalam delegasi Israel tersebut.

Pemecatan Tonge dilakukan menyusul kampanye panjang untuk menentang dirinya dan juga sejumlah politisi lain yang menghendaki adanya keadilan dan kebebasan untuk rakyat Palestina.

Palestine Telegraph adalah sebuah media akar rumput yang berbasis di Gaza dan Inggris. Media tersebut bertujuan untuk menyediakan liputan berita mengenai tanah Palestina terjajah dan Timur Tengah secara menyeluruh. Dalam beberapa bulan terakhir, media tersebut mendapatkan serangan dari berbagai situs Israel di Inggris dan AS. (dn/pv/gp) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon