Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

"Si Tukang Intimidasi" Gordon Brown Dapat Sorotan

E-mail Cetak PDF

LONDON (Berita SuaraMedia) – Perdana Menteri Gordon Brown kembali berada di bawah tekanan setelah sebuah lembaga anti penindasan mengungkapkan bahwa pihaknya telah beberapa kali dihubungi oleh staf perdana menteri Inggris tersebut.

Christine Pratt, kepala National Bullying Helpline (NBH) mengatakan bahwa saluran telepon organisasi tersebut mendapatkan tiga atau empat kali panggilan dari staf Downing Street dalam tiga atau empat tahun terakhir.

Pratt mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, ada tiga atau empat panggilan telepon dari staf kantor perdana menteri. Ada pula beberapa panggilan yang diterima sebelum Brown menjabat.

Kepada BBC, Pratt mengatakan bahwa pihaknya telah beberapa kali mendapatkan permintaan penyelidikan dari staf kantor Gordon Brown sehubungan dengan perilaku buruk sang perdana menteri.

Ia berhenti berbicara dan kemudian mengatakan, "Gordon Brown adalah seorang tukang intimidasi."

Downing Street menolak mengontak lembaga tersebut, kantor perdana menteri Inggris tersebut menambahkan bahwa pihaknya memiliki prosedur "tetap dan ketat" untuk menangani keluhan para stafnya.

Anne Snelgrove, anggota parlemen dari Partai Buruh, pada hari Senin menantang NBH dan mengatakan bahwa lembaga tersebut harus memperlihatkan bukti bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut memang betul-bnetul berasal dari staf kantor perdana menteri.

Dia juga mengkritik Pratt yang telah mengungkapkan kasus tersebut kepada publik, ia menambahkan bahwa layanan NBH seharusnya diberikan secara rahasia.

"Jika telepon itu memang benar ada, mengapa dia (Pratt) mempublikasikan hal ini, bukannya melakukan penanganan secara pribadi?" tanya sekretaris pribadi parlemen Gordon Brown tersebut.

Terungkapnya hal tersebut terjadi hanya berselang satu hari setelah jurnalis politik Andrew Rawnsly melontarkan klaim serupa.

Dalam buku barunya, Rawnsly menyertakan detail dari banyak kejadian intimidasi, dimana sang perdana menteri disebut-sebut mencengkeram kerah baju stafnya, mendorong mereka ke samping dan meneriaki mereka.

Namun, meski terus mendapatkan sangkalan, bocornya dokumen tersebut dapat mengancam peluang Brown untuk kembali duduk sebagai perdana menteri, menjelang pemilihan umum yang sedianya berlangsung pada bulan Juni mendatang.

Christine Pratt mengatakan bahwa dirinya "marah" setelah para menteri terus membantah klaim dalam buku baru tersebut. Buku tersebut mengungkapkan bahwa sang perdana menteri menerima peringatan berkenaan dengan perlakuannya terhadap para staf kantor perdana menteri.

Lord Mandelson mengatakan bahwa perdana menteri Inggris tersebut memang sosok yang emosional, suka menuntut dan tidak sabaran, namun ia bukanlah tukang intimidasi.

Namun Pratt, yang mendirikan NBH karena pernah menjadi korban intimidasi di tempat kerja, menuding para pejabat Inggris telah melakukan penyangkalan untuk menutupi yang sebenarnya terjadi.

"Saya sendiri pernah menjawab telepon dari seorang staf kantor perdana menteri. Ia yakin bahwa para staf bekerja dalam budaya penuh intimidasi, dan hal itu membuat mereka tertekan."

"Kami berharap agar Gordon Brown akan memberikan contoh untuk dijadikan panutan. Jika seorang atasan menerima keluhan, maka seharusnya mereka melakukan penyelidikan," kata Pratt.

"Bukannya saya mengatakan bahwa Gordon Brown adalah seorang tukang intimidasi, saya bukan hakim. Tapi saya merasa ngeri dengan penyangkalan yang terus berlangsung tanpa diikuti oleh proses investigasi." (dn/pv/tg) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon