"Sebuah tugas dasar ada di hadapan kita: Melengkapi Angkatan Darat dan Angkatan Laut kita dengan senjata-senjata baru," kata Medvedev seperti dikutip oleh media milik pemerintah, RIA.
Medvedev menyampaikan hal tersebut menjelang perayaan hari Angkatan Bersenjata Rusia. Hari libur nasional untuk menghirmati para personel militer Rusia.
"Kita harus memfokuskan segenap sumber daya kita, segenap kekuatan kita – seperti yang telah dilakukan bangsa ini berulang-ulang kali – untuk menciptakan persenjataan baru yang berkualitas dan mengucapkan selamat tinggal pada perbaikan senjata uzur," kata Medvedev.
Rusia berjuang untuk menandingi kemajuan militer negara-negara Barat pasca era Uni Soviet. Rusia tertinggal jika dibandingkan dengan kedigdayaan militer AS.
Meski memetik kemenangan dalam perang singkat Rusia melawan Georgia tahun 2008 lalu, permasalahan Rusia terkait persenjataan yang sudah uzur betul-betul terlihat.
Rusia telah bernegosiasi dengan Perancis untuk mendatangkan kapal angkut helikopter jenis Mistral. Rusia juga mengatakan bahwa pihaknya telah membeli pesawat tanpa awak buatan Israel.
Kegagalan uji coba penembakan peluru kendali nuklir antar benua Bulava semakin menggelapkan masa depan armada kapal selam baru Rusia. Peluru kendali balistik berkemampuan nuklir tersebut mengalami kegagalan ketika ditembakkan dari kapal selam Dmitry Donskoi di Laut Putih, demikian dilaporkan oleh sejumlah kantor berita Rusia. Laut Putih merupakan lokasi yang biasanya dipergunakan untuk melakukan uji coba penembakan peluru kendali dari kapal selam.
Bulava adalah sebuah peluru kendali yang dirancang untuk mendukung sistem pertahanan nuklir negara tersebut. Dan peluru kendali tersebut mampu memuat enam hulu ledak nuklir.
Dari 12 kali uji coba, peluncuran peluru kendali Bulava telah mengalami tujuh kali kegagalan, demikian diberitakan oleh kantor berita Interfax.
Peluru kendali tersebut dirancang untuk dapat menjangkau jarak 10.000 kilometer (6.200 mil), namun kegagalan yang terus terjadi berulang-ulang telah mempermalukan Rusia, yang berharap bahwa peluru kendali tersebut dapat dipergunakan untuk mendukung upaya pertahanan.
Kegagalan uji coba penembakan Bulava kala itu menyebabkan timbulnya cahaya spiral aneh berwarna biru yang sempat menghebohkan Norwegia karena disangka sebagai cahaya pesawat UFO.
Setelah melakukan uji terbang pesawat tempur baru bulan lalu, Perdana Menteri Vladimir Putin mengatakan bahwa pesawat tersebut masih perlu diperbaiki.
Medvedev mengatakan bahwa pengembangan senjata baru merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk membangun kekuatan militer Rusia yang lebih efektif.
"Tujuan strategis kami adalah membentuk Angkatan Darat dan Angkatan Laut yang efektif dan mampu menghadapi ancaman-ancaman di era modern, mampu menghadapi agresi dalam tingkatan apapun dan dapat menjadi faktor nyata dalam menghadirkan stabilitas internasional," katanya. (dn/re/sm) www.suaramedia.com
- Data Bank Pemerintah Latvia Dibobol Robin Hood
- Drama Konflik Swiss – Libya Hiasi Karnaval Fasnacht
- Turki Kutuk Langkah Sabotase Israel Atas Situs Islam
- Pro-Kontra Iklan Stalin Dan Pengaruhnya Terhadap Sejarah Rusia
- Balls: Gordon Brown Dibuat Kesal Gelar "Tukang Intimidasi"














