Komite Iklan, Informasi, dan Pemasangan Iklan Moskow berencana untuk memasang billboard dengan informasi mengenai Stalin sebagai bagian dari persiapan menghiasi kota untuk ulangtahun ke-65 kemenangan rakyat Soviet dalam Perang Patriotik Besar. Iklan itu akan ditempatkan di lokasi-lokasi di mana detesemen milisi dibentuk dalam Perang Dunia II.
Nama "Bapak Bangsa", julukan yang pernah diberikan pada Stalin, belum pernah muncul lagi dalam berbagai perayaan sejak era Soviet.
Bulan Mei ini, Moskow mungkin akan menjadi Stalingrad, ujar harian Izvestia, merujuk pada kota di mana pasukan Soviet mengalahkan Jerman dalam salah satu pertempuran besar Perang Dunia II tahun 1943.
Stalin akan menjadi pahlawan dalam iklan itu karena beberapa bagian dari dekorasinya didedikasikan untuknya. Keputusan politik dan desain dari Kantor Walikota adalah ide Vladimir Dolgikh, Ketua Dewan Veteran Moskow dan mantan sekretaris Komite Pusat Partai Komunis Uni Soviet.
Kota itu akan memasang lebih banyak hiasan untuk Hari Kemenangan dibandingkan tahun sebelumnya, termasuk spanduk-spanduk dengan tulisan dalam bahasa Inggris untuk tamu-tamu asing.
Moskow juga akan dihiasi dengan banyak gambar Stalin, ujar harian tersebut, menambahkan bahwa sebuah topik khusus yang berjudul "Peran Komandan Utama dalam Perang Patriotik Besar telah dibentuk."
Stalin akan hadir dalam bentuk pajangan dengan arsip foto dan tanda tangan bersejarah yang akan diletakkan di lokasi di mana para veteran biasanya bertemu saat perayaan.
Otoritas kota siap untuk mempertahankan keputusan mereka. "Semua pernyataan bahwa pemerintah Moskow akan melakukani kampanya propaganda untuk Stalin adalah kebohongan yang sinis," ujar Vladimir Makarov, ketua komisi periklanan kota. "Tidak lebih dari 10 pajangan dengan foto-foto Stalin akan didirikan, murni untuk tujuan informasi," ujarnya.
Rakyat Soviet memenangkan perang, dan Stalin adalah pemimpin negara ini," ujar Makarov. "Kami tidak akan menyembunyikan foto-foto Stalin yang diambil dalam konferensi Teheran atau Yalta," ujar Makarov. "Kami tidak dapat melawan Stalinisme dengan metode-metode Stalin."
Keputusan untuk memasang iklan Stalin telah didukung oleh banyak kaum veteran dan komunias. "Sejarah harus dibiarkan, dan orang-orang harus belajar dari kesalahan mereka dan merasa bangga akan kemenangan mereka," ujar Gennady Zyuganov, pemimpin partai komunis.
Kemenangan di bulam Mei tahun 1945 tidak akan mungkin terjadi tanpa industiralisasi, tanpa ribuan tank yang disatukan.
"Dan ini semua ini berkat Stalin, sang komandan," ujar Zyuganov. " Dan di sisi lain, semua warga negara Soviet telah berkontribusi dalam kemengan ini."
Mereka yang bertempur dalam perang itu dan bekerja di belakangnya memiliki sikap yang sangat positif terhadap peran Stalin dalam perang , ujar Ivan Khorkov,anggota Dewan Veteran kota. "Ia benar-benar merupakan figur militer dan negara yang luar biasa."
Para aktivis HAM segera menentang rencana kantor walikota dan mendesak para petinggi untuk mempertimbangkan rencana-rencana itu lagi.
"Niat pemerintah, yang menggunakan veteran sebagai alasan, untuk memenuhi jalanan kota dengan potret sang eksekusioner,harus dianggap sebagai sebuah provokasi politik, sebagai ujian lain yang dilakukan oleh para Stalinis," ujar Aleksandr Brod, kepala Biro HAM Moskow dan seorang anggota Kamar Umum.
"Meletakkan pajangan Stalin di dalam kota adalah ide yang menjijikkan," ujar Svetlana Gannushkina, ketua Komite Bantuan Sipil untuk para pengungsi. Tidak semua veteran sependapat dengan kolega-koleganya," ujarnya.
"Tidak pantas untuk meletakkan potret seorang pria yang menghilangkan nyawa jutaan orang dan bertanggung jawab atas fakta bahwa Uni Soviet tidak siap melakukan perang," ujar Gannushkina.
"Diskusi mengenai peran Stalin harus lebih serius daripada upaya-upaya untuk menempatkan sebuah iklan yang mengatakan bahwa Stalin itu baik dan menimbulkan penentangan dari masyarakat," ujar pendeta Vsevolod Chaplin, kepala Departemen Synodal untuk Gereja dan Masyarakat Gereja Ortodoks Rusia.
Lyudmila Alekseeva, ketua Kelompok Helsinki Moskow, telah berjanji untuk memprotes iklan tersebut dengan segala cara yang memungkinkan. "Akan memalukan bagi Hari Kemenangan, hari tercerah dalam sejarah kita, digelapi oleh munculnya potret Stalin."
"Peran ambigu Stalin dalam kehidupan negara kita tidak dapat diperbaiki dengan billboard," ujar Boris Gryzlov, juru bicara Duma dan ketua Komite Agung partai Rusia Bersatu. (rin/rt) www.suaramedia.com
- Skandal Pendeta Gigolo Gemparkan Gereja Katolik Spanyol
- Permohonan Maaf Gordon Brown Atas Sejarah Memalukan Inggris
- Data Bank Pemerintah Latvia Dibobol Robin Hood
- Drama Konflik Swiss – Libya Hiasi Karnaval Fasnacht
- Turki Kutuk Langkah Sabotase Israel Atas Situs Islam














