Sebuah konsorsium pimpinan Eropa pekan ini menarik diri dari tender untuk memperebutkan kontrak senilai $35 miliar tersebut karena menuding Pentagon memberikan prioritas terhadap perusahaan AS, Boeing, yang turut bersaing dalam tender tersebut.
"Bukan seperti ini cara Amerika Serikat memperlakukan para sekutu Eropanya," kata Presiden Perancis Nicolas Sarkozy.
"Jika mereka ingin menjadi ujung tombak upaya memerangi proteksionisme, maka mereka tidak seharusnya memberikan contoh yang salah mengenai proteksionisme," tambahnya. "Dalam hidup, ada hal yang dikatakan, dan ada yang dilakukan."
Perdana Menteri Gordon Brown mengaku kecewa dengan hal tersebut. "Kami mendukung perdagangan bebas, pasar terbuka, dan persaingan yang sehat," katanya.
Penarikan diri EADS, perusahaan induk Airbus, dan Northtrop Grumman, membuat Boeing yang berbasis di Chicago menjadi penawar tunggal untuk proyek 179 unit tanker tersebut.
Konsorsium pimpinan EADS tersebut sebetulnya telah memenangkan kontrak armada tanker pada tahun 2008, namun Boeing kemudian mengajukan keberatan dan kesepakatan tersebut dibatalkan pada penghujung tahun yang sama.
Uni Eropa telah mmperingatkan AS mengenai kemungkinan tindak proteksionisme. Uni Eropa memperingatkan bahwa pihaknya akan merasa amat khawatir jika persyaratan-persyaratan yang ada dalam tender tersebut dirancang untuk menghambat persaingan yang sehat dalam upaya memenangkan tender.
Sarkozy dan Brown menggelar konferensi pers setelah berbicara di kantor perdana menteri Inggris, Downing Street nomor 10, yang lebih banyak berfokus pada masalah ekonomi.
Bulan Februari lalu, para anggota Kongres AS mengatakan bahwa permintaan militer AS untuk turut serta dalam tender senilai $35 miliar tersebut tidak akan diubah untuk menghbalangi tawaran yang diajukan Northtrop Grumman Corp.
"Permintaan proposal tersebut tidak banyak berubah dari draf yang diajukan, yang berbeda hanya panjang kontraknya," kata Senator Jeff Sessions, Republikan dari Alabama. "Saya rasa hal ini mengecewakan."
Northtrop memenangkan tender penggantian 179 tanker tersebut, pada bulan Desember tahun lalu, Nortcorp mengancam tidak akan melanjutkan penawaran karena adanya sebuah draf proposal yang tampaknya lebih mengutamakan pesawat berukuran lebih kecil yang ditawarkan Boeing.
"Menurut saya, hal itu tampak tidak terlalu menjanjikan bagii Northcorp," kata Mike Rogers, seorang anggota parlemen. "Jika Northcorp tidk ikut bersaing, maka warga Amerika harus membayar lebih mahal untuk membeli pesawat."
Pada awal bulan September tahun lalu, para politisi memperdebatkan dampak dari sebuah kekuasaan interim Organisasi Perdagangan Dunia dalam sebuah sengketa yang sudah lama berjalan antara pembangunan pesawat Boeing dan Airbus yang merupakan saingan.
"Ini adalah pertempuran sampai mati," kata Scott Hamilton, seorang analis industri Pertahanan dengan Leeham Securities. "Untuk Boeing, implikasi strategis juga melibatkan (ancaman) yang memungkinkan Airbus untuk mendapatkan pijakan produksi di wilayah Amerika."
Usaha pertama AS untuk memenangkan sebuah kontrak tanker runtuh pada tahun 2004 di tengah skandal konflik kepentingan yang mengirim seorang mantan pembeli senjata Angkatan Udara tingkat atas dan mantan kepala keuangan Boeing ke penjara. Kasus tersebut melibatkan dana sekitar $ 20 miliar ditambah rencana untuk menyewa dan membeli pesawat terbang Boeing yang dimodifikasi menjadi 767 pesawat pengisi bahan bakar.
Northrop Grumman dan EADS kemudian bekerja sama untuk menang pada Februari 2008. Pembuatan pesawat didasarkan pada sebuah Airbus A330. Pentagon membatalkan perjanjian tersebut pada bulan September setelah auditor pemerintah menemukan bahwa Angkatan Udara tidak mampu mengikuti aturan-aturannya sendiri dalam menilai tawaran saingan. (dn/an/bw/sm) www.suaramedia.com
- Tak Sanggup Atasi Krisis, Hukuman Untuk Sarkozy Menanti
- Kritik Kelompok Orthodoks Israel, Yahudi Norwegia Sulut Kemarahan
- Setujui "Politisasi Sejarah" Armenia, Swedia Kecewakan Turki
- Eropa Gempar, Yahudi Polandia Berperang Melawan Pohon Hitler
- Berita Palsu Serbuan Rusia Sulut Kepanikan Rakyat Georgia














