Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Kritik Kelompok Orthodoks Israel, Yahudi Norwegia Sulut Kemarahan

E-mail Cetak PDF

OSLO (Berita SuaraMedia) – Surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, mengungkapkan bahwa kelompok Yahudi sayap kanan Norwegia merasa marah dengan kritikan yang datang dari pemimpin komunitas Yahudi Norwegia, Anne Sender.

Sender mengkritik gerakan Chabad (Yahudi Ortodoks) Israel, dan menyebutnya sebagai gerakan ekstremis dan anti demokrasi. Ia juga mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap berbagai kebijakan yang diambil Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman.

Surat kabar tersebut mengatakan, "Kelompok-kelompok sayap kanan khawatir jika pernyataan tersebut semakin meningkatkan intensitas serangan terhadap kaum Yahudi di Norwegia. Dimana Duta Besar Israel mendapatkan ancaman, ditambah dengan penembakan di sinagog."

Yedioth Ahronoth membandingkan 1.100 orang Yahudi yang ada di Norwegia dengan nyaris 70 ribu orang Muslim. Surat kabar tersebut mengabarkan bahwa dalam sebuah wawancara dengan radio Norwegia, Sender menyatakan, hubungan dengan umat Muslim amat serius dan sensitif, karena masing-masing pihak yakin bahwa pihaknyalah yang benar.

Ketika ditanya mengenai "kebijakan" Israel di Yudea dan Samaria (Tepi Barat), presiden komunitas Yahudi Norwegia tersebut mengatakan bahwa dirinya tidak mampu menjelaskan mengenai "negara Yahudi" dan ratusan ribu orang Yahudi yang tinggal di dalamnya.

"Saya tidak dapat memahami pemukiman (Yahudi ilegal)," katanya. "Hal itu betul-betul sulit dipahami. Seharusnya itu menguntungkan Israel, namun keadaan di lapangan tidak demikian."

Pernyataan tersebut dilontarkan dalam sebuah wawancara yang diterbitkan oleh surat kabar Norwegia, Dagbladet. Namun, reaksi keras dari komunitas Yahudi terkait wawancara tersebut agaknya tidak berpengaruh terhadap Sender. "Saya memang melakukan wawancara tersebut, dan saya tidak berencana untuk menjelaskan pernyataan saya," katanya.

Sender menuding Lieberman "menghantam kepala orang dan menyebut mereka anti Semit". Komentar Sender tersebut dilontarkan ketika ia ditanya mengenai perasaannya sebagai seorang Yahudi di Norwegia.

Biasanya, Lieberman menuding Norwegia sebagai negara anti Semit dan anti Israel. Dalam pertemuan Majelis Umum PBB bulan September lalu, Lieberman berseteru dengan para pejabat negara tersebut setelah terungkap bahwa Norwegia mengadakan pembicaraan dengan gerakan Islam Hamas. Dalam sebuah diskusi dengan Menteri Luar Negeri Norwegia, Gahr Store, Lieberman mengkritik Norwegia karena memberikan dukungan terhadap Iran. Dia menyadari bahwa para perwakilan negara tersebut tidak turut melakukan walk out ketika Presiden Mahmoud Ahmadinejad naik podium untuk berpidato.

Pemerintah Norwegia juga memutuskan untuk merayakan peringatan ulang tahun ke-150 Knut Hamsun, seorang pengarang pemenang Nobel bidang literatur yang merupakan pengagum Nazi. Store sendiri memuji isi sebuah buku karangan dokter Norwegia yang menuding IDF dengan sengaja memburu anak-anak Gaza untuk membunuh mereka dalam agresi militer brutal Cast Lead di Gaza, awal tahun lalu.

Namun Sender mengatakan bahwa dirinya yakin Lieberman memiliki penasihat yang buruk dan menerima informasi palsu. "Dia (Lieberman) hanya tahu setengah ceritanya," kata Sender. "Dia memberikan respon secara emosional dan berbicara dengan orang-orang setempat. Tidak ada yang boleh menghantam kepala orang dan menyebut mereka anti Semit hanya karena mereka mengkritik tindakan Israel, meski memang ada sejumlah kritikan yang mengandung pesan anti Semit tersembunyi."

Pekan lalu, Norwegia turut bergabung bersama AS dan mengecam pengumuman Israel untuk membangun 1.600 unit hunian di pemukiman Yahudi ilegal di Yerusalem. "Norwegia sangat menentang  ekspansi pemukiman Israel di Yerusalem Timur," kata menteri luar negeri Norwegia dalam sebuah pernyataan tertulis kepada media pekan lalu.

"Proses perdamaian tengah berada dalam periode kritis, dan keputusan Israel justru menghancurkan proses tersebut," tulis Store. "Seluruh dunia menganggap ekspansi pemukiman Israel di Yerusalem Timur dan Tepi Barat sebagai perbuatan ilegal, tidak sejalan dengan aturan internasional. Norwegia menentang ekspansi pemukiman Israel dan keputusan yang berhubungan dengan situs-situs "warisan budaya Yahudi" di Tepi Barat. Yang paling penting sekarang, Israel harus mengubah kebijakannya sebelum solusi dua negara diresmikan. Norwegia mendesak Kuartet internasional (PBB, AS, Uni Eropa, dan Rusia), yang akan bertemu pada tanggal 19 Maret mendatang, untuk memprotes dan menekan Israel agar menghentikan pembangunan pemukiman ilegal."

Wawancara tersebut dimulai dengan pendapat Sender mengenai operasi Cast Lead di Gaza. Sender mengatakan bahwa ekstremisme juga ada di kalangan Yahudi. Ia mengkritik komunitas Chabad-Lubavitch di Norwegia, yang telah berdiri selama empat tahun.

"Gerakan ini mencampurkan agama dan politik, dan menganut nilai-nilai anti demokrasi" kata Sender. Ia menambahkan, kalangan wanita Chabad tidak mendapatkan peranan besar. Menurut Sender, Chabad juga mendukung pengembangan pemukiman Yahudi di "tanah Israel", mulai dari Mesir di barat, hingga Babilonia kuno di timur, antara Irak dan Iran. Hal ini sangat merusak lingkungan, dan menurut saya sangat berbahaya."  (dn/im/in) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon