Seorang juru bicara Partai Buruh mengatakan bahwa sang perdana menteri tidak takut menghadapi pertanyaan apapun dari para pemilih setelah berdiskusi dalam sebuah sesi yang berlangsung selama satu jam dengan para pemilih yang belum menentukan keputusan di West Midlands, pinggiran Stourbridge.
Pada tahun 2005, Blair mengelak dari kemarahan para pemilih sehubungan dengan perang Irak dengan "menyerahkan diri" terhadap berbagai pertanyaan berisi kemarahan publik. Strategi tersebut berhasil, karena Partai Buruh memenangkan pemilihan, meski suara mayoritas sedikit berkurang.
Partai Buruh mengungkapkan bahwa penampilan Brown dalam program BBC Politics Shos memang dilakukan sebagai bagian dari dorongan terhadap para pemilihan agar "kembali menoleh" kepada partai tersebut.
Kabarnya, Brown seringkali menggelar sesi "kunjungan" dengan membawa rombongan kecil dan mendatangi rumah-rumah para pemilih, ia juga tengah mempertimbangkan cara-cara "tidak biasa" dalam merangkul publik, menyusul penampilannya di Piers Morgan Meets Show, yang ditayangkan ITV.
Juru bicara tersebut mengatakan: "Dia (Brown) ingin mendapatkan pertanyaan dengan berbagai macam cara."
"Gordon selalu senang jika orang-orang bertanya kepadanya. Sebagian di antara mereka akan menjadi pendukung, sebagian tidak memberikan keputusan, dan sebagian lainnya adalah orag-orang yang – karena berbagai alasan – akan bersikap keras terhadapnya, Partai Buruh, atau politisi pada umumnya."
"Namun, hal itu bukan sesuatu yang membuat kami harus melindungi siapapun dalam kabinet. Kami tidak takut, dan dia (Brown) tidak takut mendapatkan pertanyaan dari masyarakat."
Seorang sumber di kantor perdana menteri Inggris menambahkan, "The Politics Show meminta Perdana Menteri tampil, dia menjawab ya, dan menghadapi format itu dengan amat baik, memberikan jawaban sebenarnya dalam tanggapan-tanggapannya."
David Cameron akan turut ambil bagian dalam program serupa dan mendapatkan cecaran pertanyaan dari para pemilih dalam Politics Show menjelang akhir bulan ini.
Dalam program tersebut, Brown dikecam oleh Ann Probin, yang putranya, Daniel, meninggal di medan tempur Afghanistan, karena minimnya perlengkapan tempur.
Probin mengatakan, "Dia (Daniel) sama sekali tidak mendapatkan perlengkapan (perang), jadi putra saya dikirim untuk melakukan patrol di dalam gelap hanya dengan sepucuk pistol. Hal itu cukup adil, dia sadar bahwa dirinya adalah seorang prajurit, namun akankah Anda mengirim putra Anda sendiri dalam patroli malam hari tanpa perlengkapan?"
Brown kemudian mengekspresikan simpatinya terhadap kehilangan yang diderita keluarga Porbin, dan ia berjanji akan melakukan investigasi penuh atas kasus tersebut.
Gordon Brown tetap bersikukuh bahwa militer selalu mendapatkan dana yang diminta, ia menambahkan: "Saya hanya mengatakan kepada Anda, saya tidak akan membiarkan pasukan kami terjun ke medan perang dan menjalankan operasi tertentu jika mereka tidak dibekali perlengkapan yang cukup."
Sally Austin, seorang psikolog yang bekerja untuk NHS (National Health Service), mengatakan kepada sang perdana menteri bahwa dia sulit mempercayai apa kata-kata Brown mengenai pemangkasan dana dan investasi.
Dan seorang mantan pemilih Partai Buruh, yang hanya mengaku bernama James, mengatakan kepada Brown bahwa perdana menteri Inggris tersebut tidak memiliki legitimasi dan bersikap pengecut karena tidak menggelar pemilihan pada tahun 2007, ketika dia tengah memimpin dalam pemilihan, ia berkata: "Pada dasarnya Anda sudah mendapatkan pekerjaan itu, Anda tidak pernah dipilih menjadi perdana menteri."
Maurice Westbury, seorang pensiunan pengemudi truk, menuding Brown tidak berkata jujur ketika memberikan keterangan kepada tim penyelidik Chilcot mengenai perang Irak. Westbury berkata, "menurut saya, Anda layak mendapatkan Oscar karena akting Anda dalam penyelidikan Chilcot."
Brown menjawab, "Saya mengatakan yang sejujurnya dalam penyelidikan Chilcot. Jadi itu bukan akting. Saya menjawab pertanyaan yang diajukan kepada saya dan saya terus melakukan hal itu." (dn/tg) www.suaramedia.com
- Vatikan Bentuk Tim Penyelidik Fenomena Bunda Maria Di Bosnia
- Kontroversi Tentara Yahudi Nazi Hiasi Peringatan Riga
- Libatkan Dubes Inggris, Berita Palsu Georgia Menuai Badai
- Penyelidikan Militer Turki Ubah Bukti Jadi "Secarik Kertas"
- Bersatu, Eropa Lumpuhkan Jaringan Mafia Benua Biru
- Tak Sanggup Atasi Krisis, Hukuman Untuk Sarkozy Menanti
- Kritik Kelompok Orthodoks Israel, Yahudi Norwegia Sulut Kemarahan
- Setujui "Politisasi Sejarah" Armenia, Swedia Kecewakan Turki
- Eropa Gempar, Yahudi Polandia Berperang Melawan Pohon Hitler
- Berita Palsu Serbuan Rusia Sulut Kepanikan Rakyat Georgia














