Komentar tersebut dikeluarkan oleh Kardinal Tarcisio Bertone ketika melakukan kunjungan ke Chili. Kontroversi terkait pernyataan tersebut dihembuskan oleh surat kabar mainstream Italia pada hari Rabu.
Kementerian Luar Negeri Perancis dan sejumlah blog Katolik yang mendukung paus juga turut mengecam pernyataan sang kardinal.
Seiring meluasnya skandal pelecehan seksual anak-anak oleh para pendeta, sejumlah kalangan di Gereja Katolik menyerukan agar peraturan gereja yang mengatur mengenai larangan menikah harus ditinjau ulang, mereka mengatakan bahwa pernikahan akan memungkinkan para pendeta menikmati kehidupan seksual yang sehat.
Bertone, Menteri Luar Negeri Vatikan, yang terkadang disebut wakil paus, pada hari Senin lalu di Santiago berbicara dalam sebuah konferensi pers.
"Banyak psikolog dan psikiater menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara selibat dan pedofilia, tapi banyak yang menunjukkan, seperti yang baru diberitahukan pada saya, bahwa ada hubungan erat antara homoseksualitas dan pedofilia.
"Penyakit ini adalah salah satu yang menyentuh banyak kalangan, termasuk para pastor dalam persentase kecil," katanya. "Apa yang dilakukan para pastor dalam kasus ini – yang merupakan kelakuan negatif – merupakan hal yang amat serius, memalukan."
Sudah barang tentu komentar itu membuat para aktivis pembela hak gay marah besar dan mengeluarkan cemoohan.
"Data ilmiah yang tidak masuk akal. Organisasi Kesehatan Dunia menyebut homoseksualitas sebagai variasi kelakuan manusia. Pedofilia memang penyakit, sebuah kejahatan, tapi homoseksualitas tidak demikian," kata Franco Grillini, seorang mantan anggota parlemen yang sering berada di garis depan dalam membela hak-hak kaum gay Italia.
"Karena mereka sendiri punya masalah dengan krisis pelecehan dan tidak tahu cara menanganinya, mereka coba memindahkan "salib" di pundak mereka kepada kami," kata Grilini kepada kantor berita Reuters.
Kementerian Luar Negeri Perancis menyebut ucapan Bertone merupakan "upaya menghubung-hubungkan yang tidak dapat diterima dan kami mengecamnya."
Beberapa blog pro-Katolik Vatikan mengatakan bahwa tambahan kontroversi adalah hal terakhir yang diinginkan oleh Vatikan.
"Pedofilia dan homoseksualitas: Bertone (kembali) tersandung dengan gay," tulis sebuah posting blog berbahasa Italia, "Blog of the Friends of Pope Ratzinger" (blog rekan-rekan Paus Ratzinger).
Blog tersebut mengatakan bahwa paus mungkin harus "membersihkan kekusutan yang ditimbukan oleh tangan kanannya itu."
Juru Bicara Vatikan, Pastor Federico Lombardi, mengeluarkan pernyataan yang intinya berupaya meredam akibat dari pernyataan tersebut.
Dia mengatakan bahwa para petinggi Gereja tidak berupaya mengeluarkan penegasan secara umum mengenai perilaku psikologis tertentu dan menawarkan data statistik Gereja yang menunjukkan bahwa dua pertiga insiden pelecehan anak melibatkan pendeta yang homoseksual.
Dalam editorial halaman muka surat kabar kiri Roma, La Repubblica, yang bertajuk "Kebingungan dalam Gereja," disebutkan bahwa komentar Bertone hanya akan membuat Gereja menyakiti diri sendiri, bukan kaum gay.
Bertone juga dikritik Alessandra Mussolini, seorang anggota parlemen sayap kanan yang merupakan cucu diktator fasis Benito Mussolini.
"Anda tidak bisa menghubungkan orientasi seksual dengan pedofilia, hal itu menyesatkan dalam upaya perlindungan anak-anak," kata Mussolini.
ArciLesbica, kelompok pembela hak-hak lesbian utama Italia, menuding Vatikan mengeluarkan pernyataan "kasar dan bohong" untuk mengalihkan isu dari skandal pelecehan. Kelompok tersebut juga mengatakan bahwa para orang tua Italia sebaiknya mempertimbangkan menarik anak-anak mereka dari berbagai institusi yang dikelola Gereja Vatikan.
Paus tidak menyebut pihak manapun secara langsung terkait krisis Gereja tersebut dalam rapat mingguannya.
Paus mungkin membahas hal itu ketika berkunjung ke Malta akhir pekan ini. Sepuluh orang warga Malta yang menuntut tiga pastor karena pelecehan anak meminta untuk berbicara langsung dengan paus dalam pertemuan tertutup. (dn/re) www.suaramedia.com
- Penyelidik Temukan Petunjuk Baru Tragedi Polandia
- Tak Diundang KTT Nuklir, "Diktator Terakhir" Tersinggung
- Kesan "Keren" Al Qaeda Penyebab Suburnya Terorisme?
- Tandai Akhir Lomba Nuklir, Rusia Tutup Jejak Reaktor Plutonium
- Tutup Sungai Seine, Sosialis Perancis Sulut Kontroversi














