Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Penyelidikan "Da Vinci Code" Geramkan Vatikan

E-mail Cetak PDF

VATIKAN (Berita SuaraMedia) – Vatikan mengatakan pihaknya terkejut dan geram setelah mengetahui kepolisian Belgia yang menyelidiki skandal pelecehan seks pastor ternyata juga menjadikan makam dua uskup agung sebagai sasaran.

Vatikan memanggil duta besar Belgia dan meluapkan kemarahan atas tindakan tersebut, yang juga mencakup rumah dan kantor pensiunan uskup agung Belgia. Sang duta besar dipanggul dalam pertamuan dengan menteri luar negeri Vatikan.

Dalam sebuah pernyataan, Vatikan mengatakan tindakan pelecehan terhadap anak di bawah umur yang merupakan dosa dan perbuatan kriminal dan dilakukan anggota gereja harus dikecam. Vatikan menegaskan kembali bahwa harus ada keadilan dan ganti rugi.

Tapi, Vatikan menambahkan, "Kementerian Luar Negeri juga merasa terkejut dengan cara pencarian yang dilakukan. Vatikan marah besar terkait pemeriksaan makam."

Pada hari Kamis, polisi menggeledah rumah dan bekas kantor mantan Uskup Agung Gordfried Danneels, mengangkut arsip-arsip dan komputer meja Danneels.

Polisi dan jaksa tidak menyebutkan apakah Danneels menjadi tersangka pelecehan atau memiliki catatan yang berhubungan dengan tuduhan terhadap orang lain. Ia tidak diinterogasi.

Para penyidik juga membongkar makam uskup agung di Katedral Saint Rombouts di Mechlin, sebelah utara Brussels, mencari dokumen yang memberatkan, kata Jean-Marc Meilleur, juru bicara kejaksaan Brussels.

Uskup Agung Andre-Joseph Leonard, yang saat ini menjabat uskup agung Belgia, mengecam penggeledahan katedral. Ia mengatakan hal-hal itu nampak seperti dalam novel kriminal dan "The Da Vinci Code".

Aparat menyita berkas-berkas komisi khusus untuk memeriksa keluhan pelecehan anak di masa lalu dan disimpan di tempat keuskupan.

Secara terpisah, polisi menyita catatan panel independen yang menyelidiki pelecehan seksual para pastor, terdapat 500 catatan. Para korban yang sebagian besar pria kini telah berusia 60-an dan 70-an.

Hal ini juga tak luput dari kecaman Vatikan, yang mengatakan pihaknya menyesalkan pelanggaran kerahasiaan terkait para korban pelecehan anak.

Kantor kejaksaan Brussels mengatakan penggeledahan tersebut dilakukan menyusul pernyataan yang baru-baru ini disampaikan kepada polisi terkait pelecehan seksual terhadap anak-anak di dalam gereja.

Harian berbahasa Belanda, De Standaard, melaporkan aparat juga ingin memastikan semua tudingan yang diterima para pemimpin Katolik di negara tersebut telah dikirimkan kepada lembaga independen.

Gereja Katolik Belgia mengalami kasus skandal pedofilia terburuk yang menimpa Vatikan. Gereja tersebut terguncang pada bulan April saat uskup Roger Vangheluwe yang paling lama melayani gereja mengundurkan diri setelah mengaku telah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang anak laki-laki selama bertahun-tahun.

Menurut mantan pastor Dirl Deville, ada ratusan kasus pelecehan seksual yang telah dilaporkan pada dekade 1990-an, tapi hanya segelintir yang mendapat perhatian Danneels selama 20 tahun ia memimpin.

Hal ini menjadi perkembangan terbaru dalam skandal pelecehan seks yang mengguncang Gereja Katolik Roma di Eropa dan lokasi-lokasi lain yang sudah merebak selama berbulan-bulan.

Hal itu terjadi seiring pertemuan para uskup yang juga dihadiri duta besar Vatikan untuk Belgia, di Mechelen, sebelah utara Brussels.

"Dalam konteks investigasi terbaru, para jaksa mendapat informasi mengei tudingan yang mengecam pelecehan anak di bawah umur oleh sejumlah orang gereja," kata juru bicara kejaksaan Brussels kepada kantor berita AFP.

Laporan pemerkosaan dan pelecehan seksual lainnya terhadap anak-anak di bawah umur yang ikut seminari, sekolah keagamaan dan institusi-institusi lain dalam gereja semakin menggunung. Para korban mengaku dan mengungkapkan kebenaran mengenai pelecehan seksual yang dilakukan oleh pastor dan uskup yang menutup-nutupi kebusukan demi menjaga nama gereja.

Paus Benediktus XVI memohon maaf dari para korban dan berjanji akan "melakukan segala hal yang mungkin dilakukan" untuk melindungi anak-anak.

Kabar penggeledahan Belgia tersebut disambut baik oleh kelompok korban yang berbasis di AS, SNAP, jaringan korban pelecehan pastor, yang mendesak polisi dan kejaksaan di seluruh dunia menggunakan wewenang penuh mereka untuk mengakses catatan-catatan gereja. Sebalilknya, kelompok itu mengkritik reaksi dari Vatikan.

"Para pejabat Vatikan yang mengkritik penggerebekan kepolisian Belgia terhadap hierarki gereja Brussels seharusnya malu pada diri mereka sendiri," kata Joelle Casteix dari SNAP dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.

"Saat para petinggi gereja Roma berbicara mengenai upaya penghentian pelecehan, aparat kepolisian Belgia bertindak untuk menghentikan pelecehan." (dn/ap/sh) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon