Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Khawatirkan Kedok Intelijen, Rusia Tolak "Pusat Budaya" Israel

E-mail Cetak PDF

MOSKOW (Berita SuaraMedia) – Otoritas Rusia menolak menanggapi permintaan Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman yang ingin membuka "pusat budaya" Israel di kota terbesar ketiga Rusia. Rusia menolak karena khawatir pusat itu hanya dijadikan kedok untuk misi intelijen. Kekhawatiran itu muncull setelah terungkapnya hal semacam itu di sejumlah negara.

Lieberman berusaha mendapatkan izin dari Rusia untuk membuka "pusat budaya" tersebut, yang rencananya akan dioperasikan oleh Nativ, biro penghubung Israel. Tempat yang diincar Israel sebagai lokasi adalah Novosibrisk, kota terbesar ketiga Rusia, demikian dilaporkan situs berita Haaretz.

Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, Lieberman kembali mengangkat isu tersebut. Ia berjanji kepada Lavrov bahwa Nativ tidak terlibat dalam aktivitas spionase di Rusia, tambah Haaretz.

Menurut pemberitaan Haaretz, Nativ masuk dalam lingkup pengawasan kantor perdana menteri dan dioperasikan secara semi rahasia hingga bubarnya Uni Soviet. Pada era Perang Dingin, organisasi tersebut diberi tugas menjaga kontak dengan Yahudi Blok Timur dan mendorong dilakukannya imigrasi Zionis. Lembaga itu juga bertugas mengumpulkan data intelijen.

Pada 1989, kantor-kantor Nativ mulai beroperasi secara terbuka dan pada tahun 1990 Nativ secara resmi diizinkan beroperasi di Rusia. Sejak saat itu, Nativ berhenti menjalankan aktivitas intelijen atau tersembunyi, demikian juga kesepakatan untuk mendorong Yahudi pindah ke Israel.

Dalam beberapa tahun terakhir, perlu tidaknya melanjutkan eksistensi Nativ dipertanyakan. Sejumlah pejabat menyarankan agar Nativ dibubarkan dan otoritasnya diserahkan kepada Kementerian Luar Negeri Israel dan Jewish Agency.

Sejak menjabat menlu, Lieberman mengambil alih Nativ dan mengucurkan dana untuk lembaga itu, hasilnya, lembaga tersebut yang bertanggung jawab atas munculnya ratusan ribu Yahudi yang berbicara dalam bahasa Rusia.

Sepanjang tahun lalu, Lieberman berusaha mengembangkan aktivitas Nativ di Rusia, termasuk mendirikan pusat budaya di Novisibirsk, di sebelah barat daya Siberia, yang merupakan rumah bagi 12.000 orang Yahudi. Rusia tidak menyambut langkah-langkah tersebut dan merespon dengan membatasi pergerakan utusan-utusan Nativ di negara tersebut.

Dalam pertemuan dengan Lavrov, Lieberman, yang ditemani oleh ketua Nativ Naomi Ben Ami, mencoba membujuk Lavrov agar diizinkan membuka "pusat budaya" tersebut.

Ia mencoba meyakinkan menlu Rusia itu bahwa pusat tersebut hanya akan digunakan untuk aktivitas kebudayaan dan tidak ada hubungannya dengan aktivitas spionase. "Yang kami inginkan hanyalah melakukan tindakan untuk mencegah asimilasi (percampuran budaya). Kami bersedia memberikan semua informasi atau klarifikasi yang Anda mita," kata Lieberman.

Tapi, Lavrov belum bersedia menyetujui permintaan tersebut.

Kekhawatiran Rusia memang beralasan, misalnya saja dalam kasus pemalsuan paspor yang melibatkan agen-agen Mossad dalam pembunuhan komandan Hamas Mahmoud al-Mabhouh.

Dalam perkembangan terakhir, Polandia menangkap seorang tersangka yang diduga merupakan agen mata-mata Israel, Mossad, dan diduga kuat membantu tim pembunuh yang menghabisi nyawa Mabhouh.

Uri Brodsky, nama tahanan tersebut, "Ditangkap di Warsawa dan dicurigai terlibat dalam proses mendapatkan sebuah paspor (Jerman) secara ilegal," kata seorang juru bicara kejaksaan Jerman seperti dikutip oleh kantor berita AFP.

Jerman kini mengupayakan langkah ekstradisi untuk menangkap agen intelijen Israel tersebut, yang kabarnya ditangkap di Warsawa pada awal Juni.

"Sekarang terserah kepada para Polandia untuk mengambil keputusan apakah mereka akan menyerahkannya ke aparat Jerman."

Juru bicara tersebut tidak bisa memberikan perkiraan berapa lama Brodsky akan diekstradisi dari Polandia ke Jerman. Ia mengatakan, "Masalah ini sekarang ada di tangan otoritas Polandia."

Jika Brodsky setuju, proses ekstradisi bisa dijalankan dalam waktu beberapa hari, tapi hal itu kemungkinan besar tidak akan terjadi, tambah sang juru bicara. (dn/im/am/sm) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon