"Pengadilan telah memutuskan untuk menyerahkan Uri Brodsky kepada otoritas Jerman untuk prosedur peradilan di sana," Hakim pengadilan regional Warsawa Tomasz Talkiewicz mengatakan, mengikuti sebuah sidang dengar pendapat yang tertutup.
"Pengadilan tidak memutuskan apakah Brodsky melakukan kejahatan yang karenanya ia berada dalam penyelidikan, pengadilan hanya memeriksa apakah permintaan ekstradisi memenuhi persyaratan resmi dan apakah tersangka tersebut teridentifikasi dengan benar," ia mengatakan.
Talkiewicz mengatakan bahwa Polandia tidak dapat mengekstradisi Brodsky atas tuduhan mata-mata karena mata-mata yang menentang Jerman bukanlah kejahatan yang dapat dihukum di Polandia. Kantor Jaksa federal Jerman mengatakan bahwa pihaknya tidak dapat memberikan komentar pada kasus tersebut karena pihaknya belum secara resmi diinformasikan tentang detil dari kepustusan tersebut.
Pengadilan mengatakan bahwa Brodsky memiliki tiga hari untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut, namun pengacara tersangka tersebut mengatakan bahwa tidak segera jelas apakah sebuah pengajuan banding akan diluncurkan.
Salah satu pengacara Brodsky, Anna Mika-Kopec, mengatakan bahwa tim legalnya masih belum memutuskan apakah akan mengajukan banding. Namun wanita tersebut mengatakan bahwa keputusan tersebut dapat menjadi hal yang baik untuk Brodsky karena potensi hukuman kurang dari yang akan ia hadapi jika ia berusaha dan tervonis bersalah atas pemalsuan dan mata-mata. Dakwaan mata-mata dapat menjalankan tambahan hukuman lima tahun.
Tujuh petugas polisi anti-teroris Polandia besenjata lengkap dan bertopeng mengawal Brodsky ke dalam pengadilan Warsawa untuk sidang dengar pendapat di balik pintu tertutup.
Menurut kantor berita mingguan Jerman Der Spiegel, yang membocorkan cerita tersebut di website-nya bulan lalu, Brodsky ditangkap di bandara Warsawa pada 4 Juni atas sangkaan mendapatkan sebuah paspor Jerman dengan jalan menipu.
Paspor tersebut digunakan oleh orang-orang yang terlibat dengan pembunuhan Mahmud al-Mabhouh, pada 20 Januari di Dubai. Mahmud al-Mabhouh adalah seorang pendiri sayap militer pergerakan Islam Pakistan, Hamas.
Jerman mengeluarkan sebuah peringatan penangkapan internasional untuk Brodsky beberapa minggu yang lalu.
Dubai memicu sebuah krisis diplomatik bagi Israel setelah tim pembunuh – yang sangat dipercaya berasal dari agen mata-mata Israel Mossad – ditemukan telah menggunakan 26 paspor palsu dari Inggris, Perancis, Jerman, Irlandia, dan Australia.
Kecurigaan tersebut seketika jatuh pada Mossad, namun Israel belum pernah berkomentar tentang Brodsky.
Kasus Brodsky tersebut telah menempatkan Polandia dalam sebuah keadaan sulit karena negara tersebut adalah sekutu dekat dengan kedua negara, Jerman yang merupakan negara tetangga baratnya dan negara rekan perdagngan terbesarnya, Israel.
Para pejabat menolak untuk memberikan komentar terhadap dimensi politik dari keputusan tersebut, walaupun sepertinya kasus tersebut menjadi sesuatu yang dapat dikompromikan – Polandia akan mengekstradisi Brodsky ke Jerman namun telah memastikan bahwa pria tersebut akan menghadapi tuntutan yang lebih sedikit.
Jerman dan Polandia menenpatkan kepentingan khusus pada hubungan mereka dengan Israel dan dianggap sebagai dua pendukung terkuat negara Yahudi tersebut di Eropa. (ppt/aby/yh) www.suaramedia.com
- Dengar "Suara" Ayah, Bin Laden Junior Ditinggal Istri
- Komentar Inggris Untuk Imam Hizbullah Berujung Kemarahan Israel
- Melemah, Militer Inggris Jadi "Lebih Kecil Dan Ringan"
- Warga Pakistan Terlibat Skema Mata-Mata Al Qaeda Di Inggris
- Umpankan Pembelot, Rusia Coba Selamatkan Mata-Mata














