Igor Sutyagin, seorang pakar senjata nuklir yang ditangkap karena membelot pada tahun 1999 dinyatakan bersalah oleh sebuah pengadilan Rusia pada 2004 karena telah menyerahkan informasi militer rahasia kepada sebuah perusahaan Inggris. Para jaksa mengatakan perusahaan itu adalah kedok operasi CIA.
Igor Sutyagin memberitahu keluarganya bahwa dirinya akan dibebaskan paling awal hari Kamis (8/7) sebagai bagian dari kesepakatan antara Moskow dan Washington.
"Mereka (para pejabat Rusia) ingin menukarkan Sutyagin dengan (salah satu atau lebih) yang dituduh menjadi mata-mata di Amerika Serikat," kata Anna Stavitskaya, seorang pengacara Sutyagin pada hari Rabu (7/7) waktu setempat.
"Mereka ingin pertukaran itu dilakukan besok."
Sang pengacara mengaku tidak tahu mana di antara 10 tersangka mata-mata yang ditangkap AS yang akan ditukarkan dengan tahanan di Rusia.
Sutyagin, sang mata-mata AS, awalnya akan dikirimkan ke Inggris dalam kesepakatan pertukaran, kata Stavitskaya.
Saudara laki-laki Sutyagin, Dmitry, mengatakan kepada para wartawan bahwa Washington memunculkan rencana pertukaran para tersangka mata-mata tersebut. Ia juga menyatakan bahwa Obama membicarakannya secara pribadi dengan Presiden Dmitry Medvedev.
"Setelah berbicara dengan Igor, menjadi jelas bahwa pertanyaan ini diputuskan pada tingkatan tertinggi, kemungkinan pada tingkat antarpresiden," kata Dmitry Sutyagin.
"Amerika menyerahkan daftar orang yang siap mereka tukarkan untuk orang-orang yang ditahan di Amerika atas tuduhan spionase, nama Igor ada di dalamnya," katanya.
Sementara itu sebuah sidang dengar pendapat untuk menentukan kemungkinan pembebasan dengan jaminan terhadap para tersangka mata-mata di Virginia akhirnya dibatalkan karena dua orang tersangka melepas hak mereka dalam sebuah sidang dengar pendapat setempat di Boston dan dikirimkan ke New York.
Para tersangka mata-mata yang ditangkap di AS dituding sebagai agen lembaga intelijen Rusia SVR yang mengemban tugas untuk menyusup ke dalam lingkar perumusan kebijakan di AS.
Mereka tidak ditugaskan untuk mengumpulkan informasi rahasia, kata seorang pejabat Departemen Kehakiman AS. Mereka dituntut karena menjadi agen ilegal pemerintah asing, bukan tuduhan pelanggaran spionase dan pencucian uang.
Tampaknya, mereka justru ditugasi untuk mempelajari hal-hal dalam lingkup yang luas, termasuk senjata nuklir, posisi kontrol persenjataan AS, posisi AS mengenai masalah Iran, segala rumor mengenai Gedung Putih, pergantian kepemimpinan CIA, pemilihan presiden terakhir, kongres, dan partai-partai politik.
Misalnya pada 2009, dua tersangka, Richard dan Cynthia Murphy, ditugaskan oleh Moskow untuk menyediakan informasi mengenai posisi negosiasi AS dalam kesepakatan pengurangan senjata START, begitu juga dengan perang Afghanistan dan pendekatan yang akan diambil Washington dalam menangani dugaan program nuklir Iran.
Tuntutan hukum yang berlaku saat ini membuat para tersangka terancam hukuman penjara 25 tahun.
Situs berita The Sun menyebutkan bahwa Inggris bisa menjadi pusat pertukaran mata-mata sensasional antara AS dan Rusia yang melibatkan agen cantik Rusia Anna Chapman.
Pertukaran itu sendiri bisa terjadi hari ini di ibu kota Austria, Vienna.
Rusia dan AS dikabarkan meyepakati pertukaran itu menyusul penangkapan sepuluh orang mata-mata Moskow, termasuk Chapman, di Amerika bulan lalu.
Jika pertukaran itu dilakukan, maka Chapman, 28, tidak perlu bersaksi di AS.
Anna juga dicurigai melakukan kegiatan intelijen di Britania Raya.
Robert Baum, pengacara Anna Chapman, mengakui bahwa para pejabat Rusia dan Amerika telah mengontak dirinya, para perwakilan Rusia telah bertemu dengan Chapman di sel tahanannya pada 4 Juli.
"Kami tengah melakukan diskusi sensitif mengenai kemungkinan penyelesaian dalam kasus ini," kata Baum.
Namun, seorang tersangka yang tinggal di New York, Vicky Pelaez, seorang kolumnis El Diario, mungkin tidak akan menyepakati hal itu meski ditawari, kata pengacara yang bersangkutan.
"Ada pesan telepon (pada hari Selasa) yang masuk di kantor saya dari seorang anggota Federasi Rusia. Mereka bertanya apakah ia akan tertarik pergi (ke Rusia). Saya katakan, menurut saya rasanya ia tidak akan (mau)," kata John Rodriguez, pengacara Pelaez.
Otoritas Rusia tidak bersedia memberikan komentar terkait kabar tersebut. Sementara para pejabat di Washington mengatakan pemerintahan Obama tengah mempertimbangkan kesepakatan, kata kantor berita Reuters. (dn/aj/ts/nd) www.suaramedia.com
- Putra Gaddafi Kirimkan Kapal Pendobrak Blokade Israel
- Dengar "Suara" Ayah, Bin Laden Junior Ditinggal Istri
- Komentar Inggris Untuk Imam Hizbullah Berujung Kemarahan Israel
- Melemah, Militer Inggris Jadi "Lebih Kecil Dan Ringan"
- Warga Pakistan Terlibat Skema Mata-Mata Al Qaeda Di Inggris














