"Kami bersiap lagi untuk mengusahakan tanggapan bersama pada tantangan-tantangan modern dan ancaman-ancaman keamanan internasional," Jenderal Nikolai Makarov mengatakan setelah pembicaraan dengan Laksamana Giampaolo Di Paola, ketua komite militer NATO, di Moskow pada Jum'at waktu setempat (23/7).
Dalam pembicaraan tersebut mereka juga berencana mengkaji ulang hasil pendahuluan dari kerjasama Rusia - NATO pada 2010 dan membahas prospek dari interaksi di masa mendatang di berbagai bidang.
Negara-negara NATO, khususnya AS, mengharap sebuah perbaikan dalam ikatan dapat menuntun pada kerjasama Rusia yang lebih besar dalam perang di Afghanistan.
Kerjasama militer NATO - Rusia dalam jumlah besar dulu membeku setelah Rusia mengirim pasukannya ke Selatan Ossetia, sebuah daerah pemisahan diri dari Georgia yang berpenduduk etnik Rusia, pada Agustus 2008.
Georgia, sebuah sekutu AS, dianggap gerakan agresi Rusia terhadap teritorinya, begitu juga dengan AS. Rusia meyakini bahwa AS campur tangan dalam bidang pengaruhnya.
Hubungan antara AS dan Rusia telah berkembang dalam beberapa bulan terakhir, dengan Dimitry Medvedev, presiden Rusia, mengunjungi Washington untuk sebuah pertemuan yang ramah dengan Barack Obama, rekan Amerika-nya.
Obama mengatakan bahwa ia ingin "memasang kembali" hubungan dengan Rusia dan twaran-tawaran tersebut nampaknya telah memperoleh daya tarik di Moskow, ibu kota Rusia.
Andres Fogh Rasmussen, sekretaris jendral NATO, telah meminta Rusia lebih banyak bantuan di Afghanistan, di mana Uni Soviet kehilangan 15.000 pasukan bertempur dengan pejuang mujahidin yang didukung barat sebelum penarikan pasukan pada 1989.
Makarov, ketua staf umum angkatan bersenjata Rusia, mengatakan bahwa Rusia mengejar sebuah perjanjian yang memungkinkan untuk memasok helicopter unuk NATO, namun tidak memberi detil yang lebih jauh.
"Kami bekerja pada urusan yang berhubungan dengan helicopter, karena helikopter tesebut dibutuhkan di Afghanistan. Jadi serangkaian masalah ini adalah berada pada tahapan sedang diputuskan," ia mengatakan.
"Kepentingan jangka panjang rusia dan aliansi terjadi pada waktu yang sama di daerah ini."
Rusia sebelumnya telah menyetujui untuk menyediakan jalur transit untuk pengangkutan kargo dan personil anggota NATO ke dalam Afghanistan.
Di Paola mengatakan bahwa dalam beberapa bulan ke depan, aliansi NATO akan fokus pada persiapan sebuah program tindakan gabungan dengan Rusia untuk tahun 2011.
NATO melihat lebih banyak cakupan untuk kerjasama dalam logistik, seperti pengisisan bahan bakar dari udara ke udara dan yang berat transportasi udara, dan ingin memulai sebuah program tahun depan untuk menukar data lalu lintas udara. (ppt/aj/btg) www.suaramedia.com
- Perancis Janjikan Balasan Untuk Pembunuh Germaneau
- Uni Eropa Siapkan Dana Rahasia Untuk Proyek "Tarian Kaki Bau"
- Amina Erdogan: Israel Tak Berhenti Bohongi Dunia
- Majalah Berlusconi Bongkar Komunitas Pastor Gay
- PBB Desak Palestina – Israel Gunakan Twitter. Untuk Apa?















