Akasaka berbicara di hadapan para jurnalis, diplomat, dan walikota negara-negara Mediterania dalam sebuah konferensi yang mengangkat tema "Peranan Media Baru dalam Penyelesaian Konflik dan Dialog Antar-peradaban".
Meski konferensi itu dihadiri banyak peserta dari Portugal, negara yang menjadi lokasi penyelenggaraan, dan juga pers Eropa, kehadiran sejumlah anggota Knesset dan juga personel pers dari Israel dan Palestina mendorong diskusi yang dipimpin negara-negara Eropa tersebut ke arah kelanjutan negosiasi langsung.
Para wartawan di konferensi tersebut mengulang kembali permintaan Kuartet internasional dan Amerika Serikat dan menegaskan bahwa pembicaraan langsung amat diperlukan.
Menurut konferensi tersebut, media menjadi elemen penting dalam upaya komunikasi antara Israel dan Palestina.
Perwakilan media Israel yang dipimpin redaktur berita Israeli TV, membenarkan bahwa sebagian besar pemirsanya memercayai media dan bergantung sepenuhnya pada media sebagai sumber informasi.
Para perwakilan media Palestina, termasuk dirjen kantor berita pemerintah Palestina, WAFA, Riyad Al-Hassan, mengatakan bahwa pemirsa mereka sudah memiliki pandangan lebih luas terhadap dunia internasional. Mereka mengutip hasil jajak pendapat yang menunjukkan bahwa 65% pemirsa bergantung pada saluran televisi satelit dari dunia Arab untuk memperoleh informasi, bukan hanya dari stasiun televisi lokal.
Menurut para wartawan Paletina, wartawan media Israel yang ditugaskan untuk meliput mengenai pemukiman dan para pemukim selalu memberitakan argumen sepihak tanpa mendengar pendapat komunitas Palestina yang mendiami tanah yang sama dengan para pemukim ilegal.
Meski para perwakilan Eropa berkeras mendesak dilakukannya negosiasi langsung, sekalipun pemerintah Palestina menyatakan bahwa pembicaraan tidak akan berlanjut tanpa jaminan tertulis dari Israel, delegasi yang sama mengkritik Israel atas penjajahan berkelanjutan yang dilakukan rezim Zionis tersebut.
Media Israel memang dikenal suka memutarbalikkan fakta. Harian Inggris Guardian pada bulan Juni lalu menyebutkan bahwa mesin publikasi Israel telah memenangkan pertempuran media mengenai pembantaian armada kemanusiaan Gaza.
Media-media non-Israel menggambarkan kejadian pembantaian di atas kapal Mavi Marmara merupakan bencana besar, mesin-mesin propaganda Israel secara efektif telah mendominasi dan mengontrol pemberitaan mengenai Freedom Flotilla.
Artikel tersebut merupakan salah satu dari sejumlah berita yang dikumpulkan Direktorat Informasi Nasional dan dikirimkan kepada para wartawan untuk memerangi kegagalan diplomasi publik.
"Dalam sebuah operasi yang mengingatkan kembali pada minggu pertama pembantaian Gaza pada musim dingin 2008-2009, mesin humas Israel telah berhasil membelokkan kantor berita besar agar berfokus pada kejadian versi Israel dan menggunakan arahan Israel selama 48 jam," tulis Anthony Lerman di Guardian.
"Penggambaran peristiwa versi Israel sering kali tidak kritis," tulis Lerman. "Ketidakseimbangan berita mungkin sebagian teratasi, tapi penceritaan kejadian versi Israel dan pemaparan argumen legal untuk membenarkan tindakan Israel terus menjajah ranah media secara signifikan."
Koresponden surat kabar tersebut, Donald Macintyre, menuliskan bagaimana IDF menjauhkan para wartawan dari para penumpang kapal. Juga digambarkan bagaimana para pejabat Israel menyebar di antara para wartawan dan membeberkan kabar kejadian versi mereka sendiri. Hal itu diperkuat degan analisis dan penjelasan para politisi serta analis dalam tayangan langsung televisi sepanjang hari, dan pada sore harinya ada rekaman film hitam putih yang dikeluarkan IDF yang menggambarkan pasukan komando Marinir mendarat di atas kapal Mavi Marmara.
Sesaat setelah pasukan komando mendarat di atas Mavi Marmara, kapal Turki yang mengangkut lebih dari 600 aktivis, tayangan langsung satelit dari kapal itu diputus. Sejak saat itu, Israel mengendalikan penuh "bukti" macam apa saja yang bisa dipublikasikan. (dn/mn/sm) www.suaramedia.com
- "Mereka Sengaja Menyalahkan Islam Untuk Menentang Turki"
- Perancis Janjikan Balasan Untuk Pembunuh Germaneau
- Uni Eropa Siapkan Dana Rahasia Untuk Proyek "Tarian Kaki Bau"
- Amina Erdogan: Israel Tak Berhenti Bohongi Dunia
- Majalah Berlusconi Bongkar Komunitas Pastor Gay














