Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Perancis Janjikan Balasan Untuk Pembunuh Germaneau

E-mail Cetak PDF

PARIS (Berita SuaraMedia) – Presiden Perancis telah mengonfirmasi kematian seorang sandera oleh Al Qaeda di Maghreb Islam (AQIM) dan berjanji bahwa pembunuhnya akan dihukum.

Nicolas Sarkozy mengatakan pada hari Senin (26/7) bahwa kelompok itu, yang mengklaim bertanggung jawab atas kematian Michel Germaneau, seorang insinyur Perancis, tidak menghargai nyawa manusia.

"Saya mengutuk aksi barbar ini yang telah meninggalkan seorang korban tak bersalah," ujarnya di televisi.

Dalam sebuah pernyataan audio yang disiarkan oleh kantor berita Al Jazeera pada hari Senin waktu setempat, seorang pria diidentifikasi sebagai Abu Musab Abdul Wadud, pemimpin AQIM, mengatakan bahwa kelompoknya telah membunuh pria Perancis itu pada hari Sabtu (24/7) sebagai respon terhadap sebuah serangan oleh Perancis dan Mauritania terhadap kelompok tersebut.

"Sarkozy tidak mampu membebaskan kompatriotnya melalui operasi yang gagal ini tapi dia jelas membuka salah satu gerbang neraka untuk dirinya sendiri, rakyatnya, dan negaranya," ujarnya Abdul Wadud.

"Sebagai respon cepat terhadap aksi Perancis yang tercela ini, kami mengonfirmasi bahwa kami telah membunuh sandera Germaneau sebagai balas dendam untuk enam saudara kami yang terbunuh dalam operasi tersebut," ujar suara dalam rekaman, yang menyerupai rekaman lain yang dikaitkan dengan Abdul Wadud itu.

Germaneau diculik di Niger utara pada tanggal 20 April.

Pasukan Perancis, bersama dengan pasukan Mauritania, telah berusaha membebaskannya tapi mereka tidak menemukan pria itu ketika menyerang kamp Al Qaeda di gurun pasir Mali, ujar Sarkozy.

Dia mengatakan Perancis tidak menerima tanda-tanda sejak bulan Mei bahwa Germaneau masih hidup, dan telah mengintervensi setelah AQIM mengancam pada tanggal 11 Juli untuk membunuhnya dalam dua minggu kecuali Paris mengatur sebuah pertukaran tahanan.

Pasukan khusus Perancis dan pasukan Mauritania meluncurkan serangan lintas perbatasan terhadap markas AQIM di Mali pada hari Kamis (22/7) dan terus melakukan serangan selama beberapa hari.

Pemerintah Mauritania mengatakan enam anggota terbunuh dalam pertempuran dan korban ketujuh tewas akibat luka yang diderita.

Operasi militer itu tampaknya membuat marah Mali, yang tidak terlibat, dan Spanyol, yang warga negaranya juga disandera oleh faksi Al Qaeda lain di kawasan itu.

Paris mengatakan bahwa kedua negara itu sudah diberitahu terlebih dahulu.

Satu bulan setelah penculikannya, penculik Germaneau merilis foto dirinya beserta sebuah rekaman dalam mana dia memohon pada Sarkozy untuk mengusahakan pembebasannya.

Dia mengatakan bahwa dirinya menderita penyakit jantung parah dan telah kehabisan obat. Dia juga kewalahan menghadapi cuaca panas di gurun.

Pejabat keamanan di Aljazair, yang memiliki pengalaman paling banyak dengan AQIM karena tumbuh dari sebuah kelompok yang berasal dari negara itu,  memperingatkan bahwa serangan itu bisa membahayakan sandera Perancis dan mengkritik keterlibatan Perancis.

Seorang pejabat keamanan Aljazair mengatakan bahwa operasi itu akan membantu pejuang merekrut lebih banyak pengikut dengan memungkinkan mereka menyebut kampanye mereka sebagai pertempuran melawan "kafir" Barat dan tidak hanya sesama Muslim.

"Kegagalan itu akan digunakan oleh ekstrimis untuk menyebarkan propaganda anti-Barat," ujarnya.

Seorang mantan pejabat keamanan Aljazair mengatakan, "Perancis gagal membebaskan sanderanya. Mereka juga gagal menyingkirkan Abu Zeid. Hal itu membuat kelompok teroris tersebut marah, yang sekarang akan meminta tebusan atau membunuh sandera jika mereka malah sudah melakukannya." (rin/aljz) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon