Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

"Mereka Sengaja Menyalahkan Islam Untuk Menentang Turki"

E-mail Cetak PDF

ANKARA (Berita SuaraMedia) – David Cameron menuduh kritik mengenai keanggotaan Turki di Uni Eropa memainkan ketakutan terhadap Islam – saat dia berjanji untuk membuka jalan dari Ankara ke Brussels.

Dalam sebuah pidato di ibukota Turki, sang perdana menteri  berjanji untuk berjuang membantu negara itu mewujudkan cita-cita mereka selama 50 tahun menjadi anggota Uni Eropa.

Dia mengatakan bahwa dengan merangkul negara itu, UE bisa meningkatkan hubungan dengan seluruh dunia Muslim.

Dia mengecam mereka yang sengaja menyalahkan Islam dengan tujuan menentang keanggotaan Turki.

Dia mengatakan, "Mereka tidak melihat perbedaan antara Islam yang sesungguhnya dan versi terdistorsi dari ekstrimis."

"Mereka berpendapat bahwa nilai-nilai Islam tidak akan pernah bisa cocok dengan nilai-nilai agama lain, kebudayaan lain, atau masyarakat lain."

"Semua argumen itu salah. Saya ingin kita berada di garis depan upaya internasional untuk mengalahkan mereka."

Kata-kata Cameron membuatnya bertentangan dengan Perancis, Jerman, dan sayap kanan partai Konservatif yang meyakini Turki mungkin tidak sesuai dengan UE.

Negara-negara UE memiliki hak veto untuk menghadang gerakan aksesi Turki. Tapi sekarang mereka berada di bawah tekanan dari AS dan juga Inggris.

Perdana Menteri Cameron mengecam 'proteksionis' yang melihat Turki sebagai ancaman ekonomi.

Dia juga mengkritik mereka yang melihat dunia sebagai sebuah benturan peradaban dalam mana Turki harus memilih pihak.

Turki sudah berusaha masuk UE selama lebih dari setengah abad dan secara resmi mengajukan permohonannya di tahun 1987.

Negosiasi tentang keanggotaannya dimulai tahun 2005, tapi terhenti karena penolakan dari Perancis dan Jerman, yang menekan untuk kesepakatan "kemitraan istimewa".

Kritikus di Inggris telah memperingatkan bahwa masuknya Turki akan memprovokasi gelombang imigran yang membanjiri Inggris.

Cameron berjanji akan menjadi advokat terkuat negara itu.

"Saya akan mewujudkan keanggota Turki di UE dan berjuang untuk itu."

Banyak yang skeptis dengan kemampuan UE untuk menyerap negara berpenduduk 72 jiwa, dua pertiganya berusia di bawah 35 tahun, dan dengan PDB per kepala kurang dari separuh rata-rata Eropa.

Proyeksi populasi menunjukkan bahwa Turki akan merebut posisi Jerman sebagai negara terbesar di Eropa pada tahun 2020.

Banyak yang juga mencemaskan prospek sebuah negara Islam bergabung dengan UE yang mayoritas Kristen.

Tapi Cameron menunjuk dukungan Turki untuk upaya Barat di Afghanistan dan pengaruh moderasinya di Timur tengah.

Cameron menyoroti prediksi ekonomi yang menyebutkan bahwa Turki siap menjadi salah satu perekonomian terbesar di dunia.

Cameron juga berencana untuk memulai hubungan istimewa dengan India dengan sebuah kunjungan ke negara itu akhir pekan ini. Lima anggota kabinet, dua menteri negara dan lebih dari 50 CEO FTSE akan memulai misi untuk meningkatkan hubungan diplomatik dan dagang dengan India.

Cameron akan ditemani oleh anggota dewan George Osborne, menteri luar negeri William Hague, dan menteri bisnis Vince Cable. Osborne mengatakan, "India itu penting, perekonomiannya tumbuh tiga kali lipat lebih cepat dari kita." (rin/dm) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon