Pastor tersebut mengarahkan bom mobil Tentara Republik Irlandia (IRA) di desa Claudy, Irlandia Utara pada tahun 1972. Peranannya diduga ditutup-tutupi oleh hierarki Gereja Katolik.
Dalam sebuah laporan yang dirilis Selasa lalu oleh pengawas kepolisian Irlandia Utara terkait pengeboman mobil tahun 1972, disebutkan bahwa setelah dilakukan pembicaraan antara perwakilan pemerintah, kepolisian, dan gereja, disepakati transfer Romo James Chesney, seorang tersangka dalam pengeboman tersebut, ke sebuah jemaat di Irlandia.
Kardinal Sean Brady, pemimpin Gereja Katolik Irlandia, dan Uskup Seamus Hegarty dari Derry dalam pernyataannya menerima hasil temuan tersebut dan menyebut peristiwa pengeboman itu kejahatan yang mengerikan.
Namun, mereka menambahkan, "Gereja Katolik sama sekali tidak terlibat dalam upaya menutup-nutupi masalah ini."
Akibat peledakan tersebut, sembilan orang – Katolik dan Protestan – tewas, termasuk di antaranya tiga orang anak-anak. Polisi menengarai bahwa Chesney memainkan peranan sentral sebagai anggota kelompok paramiliter Provisional Irish Republican Army yang kala itu berusaha menyatukan Irlandia dengan jalan kekerasan.
Selain menewaskan sembilan orang, 30 orang lainnya terlika saat mobil tersebut meledak tiba-tiba di jalan utama dan menjadi salah satu kekerasan terburuk dalam tahun paling berdarah di Irlandia Utara.
Laporan itu membenarkan kecurigaan bahwa James Chesney, seorang pastor di desa Bellaghy, terlibat langsung dalam operasi IRA, dan keterlibatannya jauh lebih besar dibandingkan dengan yang diperkirakan sebelumnya.
Para detektif Royal Ulster Constabulary (RUC) yang menyelidiki serangan tersebut menyimpulkan "Pastor itu adalah direktur operasi IRA di Derry Selatan dan diduga kuat terlibat langsung dalam pengeboman dan tindak terorisme lainnya."
Tapi, mereka tidak mampu menindaklanjuti data intelijen dan barang bukti yang telah mereka kumpulkan karena para personel polisi senior campur tangan dan mencegah mereka menginterogasi Chesney beberapa bulan setelah peledakan, demikian dituliskan dalam laporan. "Tapi, hal ini ditolak oleh asisten kepala polisi yang menyatakan bahwa 'masalah sudah ditangani'."
Para politisi senior khawatir bahwa penangkapan seorang pastor senior yang menjadi teroris saat pembunuhan sektarian di Irlandia Utara tidak terkendali dan ada di ujung perang saudara, bisa semakin merusak situasi keamanan.
Oleh karena itu kemudian dilakukan kesepakatan rahasia untuk memindahkan Chesney dari provinsi tersebut agar tidak menimbulkan kemarahan antar-sekte. Dokumen itu menunjukkan bahwa wakil kepala polisi menulis kepada Kantor Irlandia Utara (NIO – departemen bentukan Inggris yang bertanggung jawab atas Irlandia Utara) pada 30 November 1972 dan mengatakan bahwa dirinya telah mempertimbangkan "tindakan apa, jika ada, yang bisa dilakukan untuk membiat seorang pastor berbahaya, Romo Chesney, terkesan tak bersalah."
Ia kemudian menyarankan, "Para pemimpin kita mungkin bisa membicarakan itu dengan para kardinal atau uskup di masa mendatang."
Kardinal William Conway, yang kala itu memimpin umat Katolik Irlandia, mengusulkan pertemuan dengan William Whitelaw, menteri pemerintah Inggris yang diserahi tanggung jawab untuk Irlandia Utara, agar mentransfer Chesney dari Irlandia Utara yang dikendalikan Inggris, ke sebuah jemaat di Republik Irlandia.
"Kardinal mengatakan bahwa beliau tahu pastor yang bersangkutan adalah pria yang amat jahat dan akan melihat dulu apa yang bisa ia lakukan. Kardinal menyebutkan kemungkinan transfer (Chesney) ke Donegal," tulis seorang pejabat NIO dalam surat balasan.
Catatan gereja membenarkan adanya kesepakatan itu. "Sebuah tulisan di buku harian Conway tertanggal 5 Desember 1972 membenarkan bahwa ada pertemuan dengan menlu Irlandia Utara bahwa dia mengadakan pembicaraan rahasia yang agak mengganggu yang membahas mengenai C (inisial Chesney)."
Chesney kemudian diperintahkan mengambil cuti sakit pada awal 1973 dan ditransfer ke sebuah jemaat di Donegal akhir tahun itu. Saat ditanyai para atasannya, ia membantah terlibat pengeboman Claudy. Di sana ia meninggal karena penyakit kanker di tahun 1980 pada usia 46 tahun.
Ombudsman menerima bahwa 1972 merupakan salah satu tahun terburuk dari berbagai kasus di Irlandia Utara, dan penangkapan seorang pastor Katolik "mungkin saja telah memperburuk kondisi keamanan."
Dalam pernyataan bersama, Brady dan Hegart mengatakan transfer tersebut tidak menghentikan kemungkinan penangkapan dan interogasi Chesney di masa mendatang.
Tapi, mereka menambahkan bahwa meski Chesney terlibat, maka "sekarang sudah terlambat mengadilinya."
"Romo Chesney sudah meninggal dan, sebagai tersangka dalam.. pengeboman, dia ada di luar jangkauan pengadilan di Bumi," katanya. (dn/hp/gd) www.suaramedia.com














