Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Jasad Agen Rahasia Inggris Dalam Tas Meninggalkan Misteri

E-mail Cetak PDF

LONDON (Berita SuaraMedia) – Ketika muncul kabar bahwa seorang mantan agen rahasia Inggris ditemukan tak bernyawa dalam keadaan membusuk di dalam tas besar di bak mandi apartemennya di London awal minggu ini, publik Inggris merasakan dimulainya babak baru dalam sejarah panjang skandal dan intrik di Inggris.

Tapi, saat masyarakat negeri James Bond tersebut tengah terfokus pada hal yang mungkin berujung pada kematian Gareth Williams (30) di kawasan hunian mewah Kota London, Pimlico, cerita tersebut sejauh ini masih belum mendekati kasus skema rahasia di Inggris semacam Alexander Litvinenko, Anna Chapman, dan lainnya - hidup atau mati – dalam kasus intelijen.

Polisi Inggris masih belum menentukan apakan kematian Williams ada hubungannya dengan pekerjaannya di Markas Komunikasi Pemerintahan (GCHQ), sebuah unit intelijen Inggris yang bertugas menyadap komunikasi teroris dan melindungi data pemerintahan Inggris dari serangan dunia maya.

Aparat juga belum menyatakan bahwa kematian Williams diakibatkan oleh pembunuhan. Polisi tersebut menyebut kejadian itu sebagai "kematian mencurigakan dan tak bisa dijelaskan" setelah pemeriksaan pascakematian yang dilakukan hari Rabu waktu setempat belum mampu menentukan penyebab pasti kematian.

Tidak ada indikasi penyebab kematian, seperti misalnya luka tikaman atau tembakan, yang terlihat di tempat kejadian perkara. Tidak ada pula tanda-tanda orang memaksa masuk apartemen, kata seorang sumber yang mengetahui kejadian itu.

Sumber itu menambahkan, jenazah Williams mungkin saja sudah ada di bak mandi selama lebih dari satu minggu sebelum aparat memasuki apartemen dan menemukannya tanpa nyawa hari Senin siang. Aparat memasuki apartemen setelah mendapat laporan bahwa Williams tak terlihat selama berhari-hari. Pihak kepolisian mengatakan bahwa penyelidikan atas kematian Williams masih berlanjut.

Sementara itu, muncul foto Williams semasa hidup, dan foto itu jauh dari kesan sosok mata-mata yang digambarkan selama ini.

Pada tahun 1960-an, menteri pertahanan Inggris kala itu, John Profume mengakui skandal perselingkuhan dengan seorang model yang ternyata juga simpanan seorang mata-mata Rusia.

Pada tahun 2006, Litvinenko, seorang mantan agen KGB, ditemukan tewas di London akibat racun radioaktif. Musim panas ini, seorang mata-mata yang pernah tinggal di London, si rambut merah Anna Chapman menjadi salah satu dari 10 mata-mata yang disertakan dalam pertukaran mata-mata yang mendapat sorotan luas dengan AS.

Williams berasal dari bagian dunia intelijen yang lebih jelas, berteknologi tinggi. Ia adalah seorang pakar matematika, tumbuh dewasa di pulau Anglesey, sebelah utara Wales. Ia sudah masuk universitas pada usia 15 tahun di kota Bangor dan mengambil jurusan matematika, demikian kata sepupu ibu Williams, William Hughes pada hari Jumat waktu Inggris.

"Terakhir kali saya melihat Gareth di sebuah pesta keluarga beberapa bulan lalu, dan dia kelihatan baik-baik saja," katanya. "Ia orangnya pendiam, dia masih muda."

Williams kemudian lulus dalam bidang matematika di Universitas Cambridge dan menghabiskan waktu 10 tahun bekerja di markas besar GCHQ yang terletak 100 mil sebelah barat London, tepatnya di Cheltenham, Inggris, kata pemilik penginapan di kawasan tersebut, Jennifer Elliott.

Elliott mengatakan, Williams ada di London untuk bekerja selama setahun, namun ia akan kembali ke rumah properti Elliott di Cheltenham awal bulan depan. Ia tidak pernah membicarakan mengenai pekerjaannya, kata Hughes. Ia menambahkan bahwa keluarganya amat berduka setelah mengetahui bahwa putra mereka – seorang yang gemar berolahraga sepeda – meninggal dalam keadaan yang amat misterius.

Keith Thompson dari klub bersepeda Holyhead mengatakan bahwa Williams bergabung dengan klub terebut pada umur 17 tahun. "Dia tidak banyak berbicara. Saya tidak pernah berbicara mengenai pekerjaan atau kehidupan pribadi dengannya. Tidak ada yang melakukannya dengan Gareth."

GCHQ membenarkan bahwa Williams adalah salah satu pegawai mereka dan ia bekerja di London, meski seorang juru bicara GCHQ tidak bersedia menyebutkan apa yang ia kerjakan di sana.

GCHQ yang diperkuat 5.500 orang pakar bilangan macam Williams bekerja sama dengan badan intelijen Inggris, atau MI6, yang bermarkas di London, hanya di seberang sungai dari tempat tinggal Williams. Pers Inggris secara luas melaporkan bahwa Williams bekerja di MI6 untuk proyek jangka pendek, namun seorang juru bicara GCHQ saat dihubungi tidak membenarkan atau membantah kabar tersebut.

Sejauh ini, polisi belum memublikasikan petunjuk apa pun dalam kasus tersebut. "Kami tidak punya prasangka apa pun atas apa yang telah terjadi," kata Hughes. "Tidak satu pun sejauh ini." (dn/ws/gd) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon