Kamis, 23 Pebruari 2012

Headlines:

Rekaman Ungkap Kardinal Belgia Bungkam Korban Pelecehan

E-mail Cetak PDF

BRUSSELS (Berita SuaraMedia) – Gereja Katolik Belgia menuai skandal setelah muncul rekaman yang bocor, berisi desakan Kardinal Belgia, Godfried Danneels terhadap korban pelecehan seksual uskup gereja, hal itu merupakan salah satu dokumen yang paling memalukan yang muncul dalam skandal yang menggoyang Gereja Katolik di seluruh dunia.

Dalam rekaman yang diam-diam dibuat oleh korban kemudian dipublikasikan di dua surat kabar Belgia pada akhir minggu tersebut, mantan uskup tertinggi Belgia itu terdengar mendesaknya agar bersedia menerima permintaan maaf pribadi atau menunggu satu tahun hingga sang uskup pensiun sebelum membuka kasus kepada umum.

Pertemuan tersebut terjadi pada 8 April, kala Vatikan mendapatkan hujatan karena menutup-nutupi kasus-kasus pelecehan yang serupa di berbagai negara.

Seorang juru bicara Kardinal Danneels (77) membantah bahwa uskup agung Brussels yang dulunya amat populer tersebut ingin menutup-nutupi kasus itu, yang berujung pada pengunduran diri mendadak dari mantan Uskup Bruges Roger Vangheluwe (73) kemudian pada bulan tersebut. Tapi, rekaman itu menunjukkan bahwa sang kardinal meminta korban tetap diam.

Juru bicara Gereja Belgia, Jurgen Mettepenninen membenarkan bahwa transkrip rekaman yang dimuat dalam harian berbahasa Belanda (di kawasan Flanders di Belgia) De Standaard dan Het Nieuwsblad memang asli.

Sebelumnya, gereja telah dikecam terkait dua laporan pemerintah yang membahas secara mendetail mengenai pelecehan seksual di negara tersebut ditambah dengan serangkaian tuduhan pelecehan yang terjadi di Jerman, Swiss, Austria, Belgia, dan Belanda. Karena skandal-skandal tersebut, lima orang uskup telah mengundurkan diri.

Rekaman-rekaman Belgia tersebut menjadi catatan detail kata demi kata mengenai upaya seorang petinggi gereja Katolik yang berusaha membujuk seorang korban, dalam kasus ini adalah keponakan laki-laki Vangheluwe yang berusia 42 tahun, agar tutup mulut.

Rekaman-rekaman tersebut muncul saat penyelidikan pengadilan terhadap skandal tersebut terancam akan terhenti setelah muncul pemberitaan yang menyebut penggerebekan polisi pada 24 Juni lalu terhadap kantor-kantor gereja dan apartemen Kardinal Danneels untuk menyita arsip dan komputer dianggap ilegal, dan dokumen-dokumen yang disita dinyatakan tidak boleh dipergunakan.

Vatikan kala itu mengatakan pihaknya terkejut dan geram setelah mengetahui kepolisian Belgia yang menyelidiki skandal pelecehan seks pastor ternyata juga menjadikan makam dua uskup agung sebagai sasaran.

Vatikan memanggil duta besar Belgia dan meluapkan kemarahan atas tindakan tersebut, yang juga mencakup rumah dan kantor pensiunan uskup agung Belgia. Sang duta besar dipanggil dalam pertemuan dengan menteri luar negeri Vatikan.

Polisi kala itu menggeledah rumah dan bekas kantor mantan Uskup Agung Gordfried Danneels, mengangkut arsip-arsip dan komputer meja Danneels.

Dalam pertemuan empat mata tersebut, sang korban meminta bantuan. Tapi, sang kardinal menanggapi dengan mendesak sang korban tidak mengungkapkan ceritanya kepada umum.

"Uskup akan mengundurkan diri tahun depan. Jadi, sebenarnya lebih baik Anda menunggu," kata sang kardinal. "Saya rasa Anda tidak akan membantu diri Anda sendiri atau dia (uskup) dengan membocorkan hal ini kepada umum."

Kardinal Danneels meminta sang korban tidak coba-coba memeras gereja dan mendesaknya agar mencoba mendapatkan permintaan maaf, menerima permintaan maaf pribadi dari sang uskup, dan tidak menyeret "namanya di atas lumpur."

"Dia telah menyeret seluruh kehidupan saya melalui lumpur, sejak umur 5 hingga 18 tahun," kata sang korban. "Mengapa Anda justru mengasihaninya, bukannya kasihan pada saya?"

Pada rekaman kedua, Kardinal Danneels dan Vangheluwe bertemu dengan korban dan salah satu kerabatnya. Sang uskup meminta maaf dan mengatakan bahwa dirinya telah bertahun-tahun mengupayakan cara untuk menebus kesalahannya. "Ini tak bisa dimaafkan," jawab sang saudara. "Anda telah menyayat-nyayat keluarga kami."

Vangheluwe mengundurkan diri pada 23 April. Surat kabar tersebut menyatakan bahwa sang korban kemudian memutuskan untuk memublikasikan rekaman-rekaman itu untuk menjawab tudingan pemerasan. (dn/bt/sm) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon