Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Gaddafi Tawari Uni Eropa Penangkal "Eropa Hitam"

E-mail Cetak PDF

ROMA (Berita SuaraMedia) - Pemimpin Libya, Kolonel Moammar Gaddafi mengatakan Uni Eropa harus membayar kepada Libya setidaknya 5 miliar euro atau $ 6.3 miliar per tahun untuk menghentikan imigrasi ilegal Afrika dan menghindari "Eropa hitam".

Berbicara dalam kunjungan ke Italia, Kolonel Gaddafi mengatakan Eropa "bisa berubah menjadi Afrika" karena "ada jutaan orang Afrika yang mau masuk".

Italia menarik kritikan karena telah menyerahkan kepada Libya para migran yang mereka cegat di laut, tanpa melakukan screening terlebih dahulu.

Jauh lebih sedikit orang dari Libya yang kini mencapai Italia.

Komisi Eropa angka menunjukkan bahwa pada tahun 2009 jumlah orang yang tertangkap mencoba masuk Italia secara ilegal turun hingga 7.300, dari 32.052 pada tahun 2008. Data dikumpulkan dengan sistem sidik jari oleh Eurodac Uni Eropa.

Kolonel Gaddafi telah menjalin hubungan dekat dengan Italia sejak menandatangani perjanjian persahabatan dua tahun yang lalu. Perjanjian tersebut berusaha menarik garis di bawah sejarah pahit hubungan antara Libya dan Italia, bekas pemerintah kolonial Libya di masa lalu.

" Eropa yang akan datang  mungkin bukan lagi Eropa, dan bahkan mungkin menjadi Eropa hitam, karena ada jutaan orang yang ingin masuk," kata Kolonel Gaddafi, seperti yang dikutip oleh kantor berita AFP.

Dia berbicara dalam sebuah upacara di Roma, berdiri di samping Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi.

"Kami tidak tahu apa yang akan terjadi, akan menjadi bagaimana reaksi orang-orang Eropa kulit putih dan Kristen yang berhadapan dengan masuknya orang-orang Afrika yang kelaparan dan bodoh," kata Kolonel Gaddafi.

"Kami tidak tahu apakah Eropa akan tetap menjadi benua yang maju dan bersatu atau apakah benua itu akan hancur, seperti yang terjadi dengan invasi barbar."

Tapi Gaddafi berkeras bahwa itu akan menjadi "imigrasi yang menggiurkan. Ada banyak orang kaya Libya dan saya mendorong mereka untuk berinvestasi di Italia".

Kolonel Gaddafi telah lama melihat dirinya sebagai jagoan kepentingan Afrika di panggung internasional dan telah menyelenggarakan banyak pertemuan dengan para pemimpin Afrika.

Berlusconi tidak berkomentar langsung atas permintaan Kolonel Gaddafi.

Italia mengatakan akan menginvestasikan lima miliar dolar dan membangun 1.700 kilometer jalan raya di Libya untuk mengimbangi tiga dekade penjajahan 1911-1943.

Kedua negara juga mencapai kesepakatan yang memungkinkan angkatan laut Italia untuk mencegat migran ilegal di laut dan mengembalikan mereka ke Libya, memicu kritik tajam dari badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kelompok hak asasi manusia.

Berlusconi mengatakan bahwa hubungan baik antara Italia dan Libya dipicu oleh "kesuksesan keduanya melawan perdagangan migran ilegal dari Afrika ke Eropa yang dikendalikan oleh organisasi kriminal."

Berlusconi dan Gaddafi bertemu secara pribadi selama 30 menit pada hari Senin, di mana Gaddafi mengkonfirmasi kebijakan agar membuka Libya untuk investasi Italia, seorang anggota staf Berlusconi berkata.

Setelah pertemuan tersebut, kedua orang pemimpin itu melakukan tur pameran fotografi, menelusuri sejarah hubungan Italia - Libya, termasuk periode kolonial.

Gaddafi melakukan perjalanan, seperti biasa, dengan sebuah tenda Badui untuk akomodasinya yang didirikan di taman kediaman kedutaan Libya di Roma.

Sementara itu wartawan BBC David Willey mengatakan kunjungan Kolonel Gaddafi untuk Roma dibayangi oleh pidato kontroversial Gaddafi lainnya  yang dilakukan di hadapan dua kelompok dari beberapa ratus perempuan muda Italia, disewa dengan biaya sebesar 70 atau 80 euro masing-masing dari agen model lokal.

Dia mengatakan kepada mereka bahwa Islam harus menjadi agama Eropa dan memberi mereka salinan gratis dari Al Qur'an, setelah ia berceramah di hadapan mereka selama satu jam mengenai kebebasan yang dinikmati oleh perempuan di Libya.

Ia juga mengatakan kepada mereka untuk berpakaian konservatif untuk datang ke ceramahnya.

Sekitar 200 perempuan pada hari Senin berkumpul di pusat kebudayaan Libya di Roma untuk menghadiri ceramah kedua.

Salah satu perempuan yang hadir mengatakan bahwa Gaddafi telah mengatakan pada pertemuan itu "perempuan lebih dihormati di Libya dibandingkan di Barat" dan menawarkan bantuan dalam mencari suami orang Libya.

Ceramah tersebut adalah "pelanggaran memalukan bagi martabat perempuan Italia," seorang anggota parlemen oposisi dan mantan menteri kesehatan Rosy Bindi, berkata.

Gaddafi berencana untuk kembali ke Libya pada hari Selasa pagi, menurut sumber-sumber yang paham tentang kunjungan itu. (iw/iaf/bbc) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon