Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Uskup Katolik: Inggris Adalah Lahan Hedonisme

E-mail Cetak PDF

LONDON (Berita SuaraMedia) – Seorang pemimpin Katolik mengklaim bahwa Inggris telah menjadi "lahan tidur yang penuh hedonisme dan egoisme" yang kurang toleran terhadap ajaran Katolik jika dibandingkan dengan negara-negara seperti Arab Saudi, Pakistan, dan China.

Edmund Adammus, seorang penasihat Uskup Agung Westminster, mengatakan bahwa lima dekade liberalisasi aborsi dan hak-hak homoseksual menjadikan Inggris lebih anti-Katolik jika dibandingkan negara-negara yang menjadikan umat Kristen sebagai sasaran kekerasan.

Direktur urusan pastoral di Keuskupan Westminster tersebut menyalahkan parlemen Inggris karena membiarkan negara tersebut menjadi "pusat geopolitik dari budaya kematian."

Pernyataan tersebut kemungkinan akan memantik ketegangan menjelang kunjungan kenegaraan Paus Benediktus ke Inggris akhir bulan ini.

Kepada Zenit, kantor berita Katolik, Adamus mengatakan, "Suka atau tidak, sebagai warga negara Inggris, Britania, dan khususnya London, telah menjadi pusat geopolitik dari budaya kematian."

Kata-kata "budaya kematian" pertama kali dipergunakan oleh Paus Yohanes Paulus II. Ekspresi tersebut sering dipergunakan untuk merujuk pada kebijakan-kebijakan liberal terkait aborsi dan suntik mati."

Ia menambahkan, dalam 50 tahun terakhir, parlemen Inggris "secara amat permisif menunjukkan sikap anti-kehidupan dan secara progresif memperlihatkan sikap anti-keluarga dan pernikahan. Intinya, menjadi salah satu tempat yang paling anti-Katolik, bahkan lebih buruk dari tempat-tempat ajaran Katolik menjadi sasaran terbuka."

Dalam wawancara yang sama, Adamus berbicara panjang lebar mengenai pernikahan dan peranan pria dan wanita.

Berbicara mengenai pernikahan dan peranan gender, Adamus mengatakan Katolik harus "memperlihatkan sinyal-sinyal kontrakultural melawan lahan tidur yang egois, hedonis, yang menjadi sarana wanita mendapatkan kepuasan seksual."

Ia menambahkan, "Aturan hukum yang permisif dan mendukung agenda kaum gay adlah salah satu contoh bagaimana Inggris telah menjadi lahan tidur."

Seorang juru bicara Uskup Agung Vincent Nicholls, pemimpin Gereja Katolik Inggris dan Wales, mengatakan kepada harian Independent bahwa pandangan Adamus "tidak merefleksikan pendapat Uskup Agung."

Komentar Adamus amat signifikan mengingat jabatan senior yang disandangnya di keuskupan yang paling berpengaruh di negara tersebut. Peranannya sebagai direktur pastoral memungkinkan dirinya mendapat akses terhadap tokoh-tokoh paling senior Gereja, termasuk Uskup Agung Nichols. Adamus pernah menjadi pastor di St. Augustine, pusat kota Manchester, namun ia kemudian meninggalkan kepastoran dan menikah.

Komentar Adamus tersebut kontan mendapatkan kritikan dari kelompok-kelompok pembela hak kaum gay dan sekuler. Peter Tatchell, tokoh yang menonjol di balik koalisi Protes Paus, mengatakan, "Ucapan yang menyebut hukum kesetaraan gay menjadikan Inggris sebagai lahan tidur adalah perkataan yang menghina namun tidak mengagetkan. Paus memang mendukung diskriminasi hukum terhadap kaum gay. Menurutnya, kami tidak berhak mendapatkan hak-hak asasi manusia yang setara."

"(Tapi), mengklaim bahwa Inggris merupakan pusat budaya kematian adalah hal yang menggelikan. Kami adalah pemimpin dunia dalam penelitian ilmiah untuk mengembangkan perawatan medis baru untuk menyelamatkan nyawa, dan kami memberikan kontribusi signifikan dalam upaya memerangi kelaparan dan kemiskinan di negara-negara berkembang," tambahnya.

Keith Porterous Wood, direktur eksekutif dari Masyarakat Sekuler Nasional, menambahkan, "Sikap anti-Katolik yang dikeluhkan Adamus ini juga dirasakan sebagian besar umat Katolik Inggris, yang muak dengan kebijakan hierarki gereja mereka yang dilandasi dogma mengenai kontrasepsi, homoseksualitas, dan bahkan aborsi. Itulah mengapa para peserta mis di sini berkurang setengah dalam waktu hanya 20 tahun, dan mengapa hanya ada seperempat umat Katolik yang setuju dengan pendapat resmi mengenai aborsi, begitu juga hanya sedikit yang setuju dalam hal homoseksualitas dan kontrasepsi."

Ben Summerskill, kepala eksekutif kelompok pembela hak gay, Stonewall, mengatakan bahwa komentar Adamus justru tidak menimbulkan atmosfer positif dalam kunjungan Paus.

"Tentu saja Paus sebaiknya mengunjungi Britania. Tapi, komentar-komentar menyinggung dari para penasihat uskup agung tidak mempromosikan perdebatan sensitif mengenai penghormatan agama di abad ke-21. Anda akan berpikir bahwa, karena masalah yang menimpanya sekarang, Gereja Katolik Roma di Inggris setidaknya akan sedikit lebih sensitif dalam mencela orang lain," katanya. (dn/tg/id) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon