Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Penyakit Orang terpilih, Akar Kekejaman Israel

E-mail Cetak PDF

ANKARA (Berita SuaraMedia) – Jelas bahwa Israel berusaha untuk melemahkan Turki. Israel merasa hegemoninya di Timur Tengah ditantang oleh upaya Turki untuk menegaskan kembali kepentingan nasionalnya dengan meningkatkan hubungan dengan negara-negara Islam dan juga dengan menentang pembersihan etnis oleh Israel dan kebijakan kejahatan lainnya terhadap rakyat Palestina.

Dalam beberapa hari dan minggu terakhir, Israel cukup marah tentang referendum di Turki yang memberikan tambahan kekuasaan pada pemerintah untuk menegaskan demokrasi nyata dan mencegah munculnya kembali kudeta militer.

Republik Turki telah mengalami tiga kali kudeta militer terhadap pemerintah yang terpilih secara demokratis, yang terakhir terjadi 30 tahun lalu, ketika militer memperkenalkan amandemen konstitusional yang membuat militer anti-Islam secara efektif berada di atas kehendak rakyat.

Di pertengahan tahun 1990an, militer Turki memaksa Perdana Menteri Necmettin Erbakan untuk mengundurkan diri di tengah kecurigaan bahwa perdana menteri konservatif itu berusaha untuk mengislamkan Turki.

Media Israel telah cukup gencar tentang kehilangan Turki seolah negara berpenduduk 75 juta itu seharusnya menjadi sebuah republik yang tunduk pada Israel. Terlebih lagi, komentator Israel, yang berafiliasi dengan lingkaran Zionis fanatik, telah mendesak pemerintah Israel untuk membayangkan cara dan sarana untuk mengatasi "ancaman Turki yang semakin berkembang".

Israel, sebuah rezim predator yang didasarkan pada rasisme agama dan etnis, tidak akan puas memiliki hubungan yang normal dan bermartabat dengan Turki. Israel selalu mencari dominasi. Tak perlu dikatakan lagi, alasan untuk pola pikir gila ini berakar dari "penyakit orang-orang terpilih".

Dengan demikian, Israel sangat percaya bahwa negara manapun yang ingin memiliki hubungan baik dengan negara Yahudi itu harus tunduk pada supremasi Yahudi dan mendukung kebijakan kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina terlepas dari segala rintangan untuk mempertahankan eksistensi nasional mereka dalam menghadapi serangan Zionis yang tak henti-hentinya.

Untungnya, Turki di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan menolak untuk menyerah pada hegemoni dan keangkuhan Zionis yang termanifestasi dalam serangan terhadap Jalur Gaza hampir dua tahun lalu dan dalam serangan terhadap flotilla bantuan Turki yang berlayar di perairan internasional tanggal 31 Mei lalu.

Alih-alih meminta maaf pada Turki atas serangan yang menewaskan sembilan warga negaranya itu, mesin propaganda Israel menyebarkan kebohongan dalam upaya putus asa untuk menghindari kebenaran.

Tapi rakyat Turki dan pemerintahannya tidak mudah tertipu ataupun bodoh, dan tidak akan percaya pada kebohongan Israel.

Presiden Abdullah Gul benar ketika menyatakan bahwa serangan provokatif mematikan atas Mavi Marmara bisa menjadi penyulut perang seandainya itu terjadi di masa lalu. Terlebih lagi, penolakannya untuk bertemu dengan Presiden Israel Shimon Peres di New York awal minggu ini adalah sebuah langkah berani yang sangat konsisten dengan kebanggaan dan martabat nasional.

Dalam analisis terakhir, bagaimana bisa Presiden Turki berjabat tangan dengan presiden sebuah rezim yang tangannya berlumuran darah warga Turki tak berdosa yang belum kering..

Di samping itu, penjahat perang ini, Peres, tidak memiliki sopan santun. Tidak hanya dia tidak meminta maaf untuk terbunuhnya warga Turki yang tak bersalah, dia juga memiliki kekuatan untuk mengatakan pada Turki agar menyembuhkan lukanya sendiri dan kembali berurusan dengan Israel.

Tidak ada keraguan lagi bahwa kemunculan kudeta militer lainnya di Turki ada di puncak daftar keinginan Tahun Baru Ibrani  Israel.

Ini adalah sesuatu yang jangan pernah dianggap enteng oleh pemerintah Turki. Israel percaya bisa mengandalkan tentakel Masonic Octopus untuk menghasut militer melawan pemerintah AKB. (rin/pic) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon