Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Sentimen Kalung Bawang Bikin Menteri Inggris Dikritik

E-mail Cetak PDF

LONDON (Berita SuaraMedia) – Menteri Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris Jeremy Browne disebut rasis oleh salah satu pemirsa acara Question Time yang ditayangkan BBC.

Hal itu terjadi dalam sebuah acara debat pada program BBC One yang membahas mengenai kesepakatan yang dijalin pemerintah Inggris dan Perancis dalam bidang pertahanan.

Browne mengatakan bahwa para prajurit Inggris tak perlu berbicara bahasa Perancis, mengenakan kalung bawang atau kaus bergaris setelah kesepakatan itu.

Setelah mendengar ucapan itu, seorang penonton berteriak "Oh rasis" kepada Browne.

Sang menteri dari Partai Liberal Demokrat tersebut sebelumnya berkata, "Kita tidak menggabungkan militer kita dengan Perancis. Para prajurit kita tidak diharuskan berbicara dengan bahasa Perancis, mengenakan bawang di sekeliling leher atau kaus bergaris-garis, atau menaiki sepeda."

"Jangan percaya semua hal yang Anda baca di koran-koran," katanya.

Para pemimpin Inggris dan Perancis menandatangani kesepakatan pertahanan pada hari Selasa lalu. Kesepakatan tersebut akan menggabungkan banyak elemen dari militer masing-masing negara.

Di antaranya termasuk perubahan desain kendaraan pengangkut pesawat agar memungkinkan pesawat-pesawat Inggris dan Perancis mendarat dalam latihan gabungan, ada juga kerja sama dalam sistem pesawat tanpa awak.

Kesepakatan berikutnya memungkinkan kedua negara terlibat dalam kerja sama nuklir, termasuk pembangunan fasilitas pelatihan yang baru.

"(Kesepakatan) ini bukan, seperti yang dikatakan sebagian orang, memperlemah kedaulatan Inggris atau Perancis," kata Perdana Menteri Inggris David Cameron terkait penandatanganan itu. "(Kesepakatan) ini mengenai tentara Eropa, mengenai berbagi pertahanan nuklir kami."

"Saya perjelas, Inggris dan Perancis selalu dan akan tetap menjadi negara-negara yang berdaulat, bisa mengirimkan pasukan masing-masing secara independen dan dalam kepentingan nasional masing-masing jika kami memilih melakukan itu," kata Cameron.

Cameron menekankan bahwa Inggris hanya dua kali mengirimkan pasukan dalam beberapa puluh tahun terakhir. Di Sierra Leone pada tahun 2000 dan pada Perang Falklands pada 1982.

"Inggris dan Perancis adalah rekan alami dalam pertahanan dan keamanan," kata Cameron.

Kesepakatan itu terjadi dua pekan setelah pemerintah Inggris mengumumkan pemangkasan anggaran pertahanan. Dalam pemotongan itu, militer Inggris kehilangan 10 persen prajurit dalam lima tahun ke depan.

Sebagian besar langkah dalam kesepakatan pertahanan itu dirancang untuk penghematan, seperti misalnya kerja sama dalam bidang satelit komunikasi militer di masa mendatang dan rencana menggunakan kemampuan cadangan pesawat masing-masing negara untuk melakukan pengisian bahan bakar di udara atau transportasi militer.

Kesepakatan itu berisi kerja sama bilateral dalam operasi dan pelatihan, perlengkapan, sistem pesawat tanpa awak, industri pertahanan, serta penelitian dan pengembangan, kata Cameron.

Inggris dan Perancis akan menciptakan pasukan ekspedisi gabungan untuk melakukan sejumlah skenario, termasuk "operasi-operasi dengan intensitas tinggi," kata Cameron. Pasukan itu dijadwalkan memulai latihan gabungan darat dan udara tahun depan.

Menteri Pertahanan Inggris Liam Fox mengatakan Inggris dan Perancis sama-sama bertanggung jawab atas 50 persen pengeluaran di bidang pertahanan dan 65 persen biaya penelitian dan pengembangan di dalam Uni Eropa.

"Inggris terbuka melakukan kesepakatan pertahanan karena kesepakatan itu dilakukan secara langsung dengan Perancis, tidak di bawah perintah Uni Eropa," kata Fox. (dn/bbc/cnn) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon