Kamis, 23 Pebruari 2012

Headlines:

Khawatir Nuklir Rahasia, AS Ancam Syiria

E-mail Cetak PDF

VIENNA (Berita SuaraMedia) – Amerika Serikat pada hari Jumat waktu setempat memperingatkan Syria yang mungkin mendapatkan sanksi oleh para gubernur di badan pengawas nuklir PBB jika Damaskus tidak memberikan akses kepada para inspektur PBB ke sisa-sisa lokasi yang diduga lokasi nuklir di gurun di Syria.

Sudah lebih dari dua tahun sejak Badan Energi Atom Internasional (IAEA) diperbolehkan mengunjungi situs Dair Alzour di Syria. Lokasi itu disebut-sebut merupakan tempat dilakukannya aktivitas nuklir rahasia sebelum diledakkan Israel pada tahun 2007.

Laporan intelijen AS menyebutkan bahwa reaktor yang ada di sana merupakan reaktor yang dirancang Korea Utara untuk menghasilkan bahan bakar nuklir. Syria, negara sekutu Iran yang diselidiki IAEA terkait keinginan memperkaya uranium, membantah telah menyembunyikan program nuklir dari para inspektur IAEA.

Glyn Davies, utusan Washington untuk IAEA, dalam sebuah pidato yang dipasang di situs misi AS pada hari Jumat menyebutkan bahwa amat “penting dan mendesak” Syria mengabulkan permintaan para inspektur PBB agar mendapatkan akeses tambahan terhadap situs, personel, dan materi.

“Jika tidak ada tindakan jelas dari Syria untuk bekerja sama secara penuh dengan IAEA, maka jajaran dewan (gubernur) dan sekretariat (IAEA) mungkin harus mempertimbangkan semua langkah dan otoritas yang ada,” katanya.

Awal tahun ini, Davies mengatakan bahwa sejumlah negara mulai menanyakan apakah sudah waktunya memberikan wewenang kepada unit “inspeksi khusus” IAEA untuk melakukan pemeriksaan di Syria dalam waktu singkat.

Badan PBB yang berbasis di Vienna tersebut terakhir kali mengambil tindakan prerogatif semacam itu pada tahun 1993 di Korea Utara, yang masih memiliki akses dan di kemudian hari mengembangkan kemampuan bom nuklir secara diam-diam.

Syria kini dipandang tidak mungkin tunduk pada inspeksi khusus. Para diplomat dan analis yakin bahwa IAEA akan berhenti dan tidak memperparah perselisihan di saat ketegangan dengan Iran tengah memuncak.

Jika Syria menolak permintaan inspeksi khusus, 35 negara anggota dewan IAEA bisa melakukan pengambilan suara dan menyerahkan permasalahan itu kepada Dewan Keamanan PBB, seperti yang dilakukan terhadap Iran empat tahun yang lalu. Dewan akan kembali menggelar pertemuan awal Desember mendatang.

Mantan direktur global inspeksi IAEA, Olli Heinonen mengatakan bahwa dalam kasus Syria, keadaan menuntut dikirimkannya misi khusus karena keengganan negara tersebut memberikan IAEA akses kepada orang-orang, perlengkapan, dan lokasi yang relevan.

“Inspeksi khusus tidak boleh dianggap enteng, tapi ketika mereka (Syria) memungkinkan (IAEA) memperjelas keadaan, maka dunia tidak akan berpaling dari mereka,” tulis Heinonen, yang meninggalkan IAEA bulan Agustus lalu, dalam sebuah artikel untuk Washington Institute for Near East Policy, Jumat.

Pada bulan September, sebuah laporan IAEA menyebutkan bahwa Syria terus menolak memberikan izin kepada para inspektur ke Dair Alzour. Hal itu berarti kemungkinan adanya bukti semakin mustahil diungkapkan.

Syria sebelumnya mengatakan bahwa IAEA tidak perlu kembali ke Dair Alrouz karena mereka sebelumnya sudah mendapatkan bukti kuat bahwa situs itu bukan situs nuklir militer.

Syria juga menyatakan bahwa partikel-partikel uranium yang ditemukan di sana berasal dari senjata yang dipergunakan Israel untuk menyerang.

Kasus Syria kalah dari perseteruan terkait aktivitas nuklir Iran. Teheran membantah tudingan Barat yang menyebut bahwa program nuklir negara tersebut bertujuan militer.

Satu perbedaan penting dari keduanya, menurut para diplomat, adalah program Iran yang masih berlangsung, sementara situs milik Syria telah dihancurkan. (dn/yn) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon