Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Tuduhan Swedia Perpanjang Kecurigaan Terhadap AS

E-mail Cetak PDF

STOCKHOLM (Berita SuaraMedia) – Pejabat pemerintah Swedia telah menuduh Kedutaan AS di Stockholm melakukan aktivitas pengawasan yang tidak berwenang di negara tersebut, segera setelah itu, tudingan serupa dibuat di Norwegia dan Denmark.

Menindaklanjuti pengungkapan adanya aktivitas pengawasan rahasia tersebut, polisi keamanan Swedia telah meluncurkan sebuah penyelidikan ke dalam aktivitas tersebut. Penyelidikan tersebut dibuka satu hari setelah Kedutaan AS di sana mengatakan kepada otoritas bahwa pegawainya telah melakukan aktivitas pengawasan, sama halnya dengan apa yang baru-baru ini diungkap di Norwegia, menurut pernyataan polisi keamanan.

Tindakan tersebut pada awalnya ditujukan untuk melindungi kedutaan Amerika, polisi keamanan mengatakan.

Pengawasan tersebut, dilakukan oleh orang-orang "yang ditunjuk oleh kedutaan AS untuk menjalankan tindakan tersebut," telah ditempatkan sejak tahun 2000 dan jangkauannya masih tidak diketahui, Menteri Kehakiman Swedia Beatrice Ask mengatakan pada Sabtu waktu setempat (6/11).

"Nampaknya, seperti yang telah kita informasikan sebelumnya dan hal itu tidak bagus," kantor berita AP mengutipnya ketika ia mengatakan.

"Saya pikir hal ini sangat disesalkan bahwa mereka telah melakukan aktivitas tersebut tanpa menginformasikan otoritas Swedia," Ask mengatakan kepada para reporter, seperti yang dikabarkan oleh kantor berita CNN yang bergabung dengan TV4.

"Saya pikir ini adalah masalah yang sangat serius jika aktivitas tersebut telah dilaksanakan dalam melanggar hukum Swedia," ia menambahkan.

Ask meminta para pejabat AS untuk bekerja sama dalam penyelidikan ke dalam masalah tersebut.

Ia tidak menyingkap target dari pengawasan tersebut namun menunjukkan bahwa aktivitas tersebut "nampak sama" dengan mereka yang tidak diungkapkan di Norwegia awal pekan ini, yang termasuk pengambilan foto dan pengumpulan informasi tentang individu untuk tujuan pengawasan dan keamanan. Informasi tersebut kemudian dikirim ke AS.

"Kami menyambut bahwa negara-negara tersebut yang mendapatkan sebuah ancaman resiko yang meninggi, menggunakan tindakan mereka sendiri untuk mengurangi resiko serangan-serangan, namun tentu saja hal ini harus dilakukan sejalan dengan apa yang hukum Swedia katakan dan ijinkan," Ask mencatatkan.

Menteri Luar Negeri tersebut memanggil Duta Besar AS untuk Swedia, Matthew Barzun, pada Sabtu waktu setempat dalam hubungannya dengan program pengawasan tersebut, kata Teo Zetterman, juru bicara kementerian.

Awal pekan ini, media Norwegia memberitakan bahwa AS telah secara sistematis memonitor para penduduk Norwegia yang dianggap resiko keamanan potensial untuk AS selama 10 tahun terakhir. Sama halnya dengan kasus tersebut di Swedia, para pejabat pemerintah Norwegia mengatakan bahwa mereka belum diinformasikan tentang hal ini.

Stasiun televisi Denmark, TV-2 Denmark mengungkap pada Sabtu (6/11) waktu setempat bahwa Kedutaan AS di Copenhagen juga telah melakukan aktivitas pengawasan  rahasia di ibu kota Denmark.

Laporan tersebut mengatakan bahwa sebuah unit dari 14 agen yang terikat dengan Kedutaan AS menjaga jarak pada warga negara Denmark dengan menambahkan data pribadi mereka pada sebuah pusat data komputer khusus.

Juga, pada Rabu waktu setempat, saluran Berita TV-2 News Norwegia mengungkap bahwa Kedutaan AS di Oslo telah menyewa 15 sampai 20 orang untuk mengawasi para penduduk lokal.

Mengikuti penyingkapan tersebut, Oslo meminta para pejabat AS untuk menyediakan sebuah penjelasan.

Kedutaan AS di Stockholm merilis sebuah pernyataan pada Sabtu yang megakui keberadaan sebuah program untuk mendeteksi aktivitas-aktivitas yang mencurigakan di sekitar fasilitas AS, dan menunjuk pada serangan-serangan teroris pada masa silam sebagai bukti untuk mengapa tindakan semacam itu penting.

"Ini bukanlah sebuah program rahasia, bukan juga sebuah program intelijen," kedutaan tersebut mengatakan. "AS sepenuhnya menghormati hukum Swedia, dan menyambut ucapan-ucapan Menteri Kehakiman Ask pada konferensi persnya. AS siap untuk menjawab pertanyaan apapun yang mungkin Pemerintah Swedia pertanyakan kepada kita tentang program tersebut." (ppt/pv/cd/cnn) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon