59 persen staf dinas keamanan tersebut adalah pria, dan organisasi itu ingin mendongkrak jumlah agen intelijen wanita.
Para pejabat dinas keamanan mengatakan bahwa Spooks, salah satu drama serial televisi terpanjang BBC, mengakibatkan para kandidat potensial agen wanita MI5 membatalkan niatan bergabung.
Dalam beberapa episode terakhir Spooks, salah satu tokohnya, Ros Myers, mati terkena ledakan saat berusaha menyelamatkan menteri dalam negeri yang dibius dan pingsan dari ledakan bom, sementara agen lainnya, Jo Portman ditembak mati saat berusaha menangkap seorang teroris.
Seminggu sebelumnya, Ruth Evershed tewas bersimbah darah di tangan pembunuh bayaran Perancis yang berulang kali ia pukul dan tembak dalam pertempuran sandera dalam situasi dibunuh atau membunuh.
Kini, tidak seperti biasanya, para pejabat berusaha meringankan pikiran para pemirsa wanita yang ingin bergabung dengan MI5.
MI5 ingin para pelamar wanita sadar bahwa mereka akan dihadapkan pada tantangan-tantangan yang lebih menuntut kemampuan otak dibandingkan Ros dan para rekannya, yakni menganalisis data intelijen ancaman al-Qaeda dan kelompok-kelompok lainnya terhadap Inggris, bukannya mengejar para tersangka peneror di jalanan Kota London.
Seorang pejabat senior Whitehall mengatakan, "Spooks adalah tayangan televisi yang bagus, tapi kandungan kekerasan di dalamnya bisa membatalkan niat pelamar wanita yang ingin bekerja di MI5."
"Berkarier di MI5 membutuhkan otak, bukan otot. (Misalnya) secara hati-hati mengumpulkan data intelijen penting untuk melindungi Inggris dan para penduduknya," kata pejabat itu.
Dampak tayangan itu terlihat nyata dalam jumlah kunjungan ke situs internet MI5, yang masih membuka perekrutan meski sudah diumumkan pemotongan dana kontraterorisme.
Kunjungan ke situs itu melonjak pada hari Senin malam saat Spooks ditayangkan. Lonjakannya besar, mulai dari rata-rata 500 pengunjung per jam menjadi 1.500 orang.
Selama Spooks ditayangkan, tujuh dari sepuluh istilah yang paling banyak dicari di internet menuju situs MI5 adalah yang berhubungan dengan karier, seperti karier di MI5, pekerjaan di MI5, dan bagaimana cara bergabung dengan MI5.
Akan tetapi, kekerasan yang dramatis dan risiko tinggi kehilangan nyawa menciutkan nyali sejumlah wanita hingga tidak jadi mengisi formulir untuk bergabung.
Pertanyaan terkait Spooks yang dicari di situs MI5 adalah, "Seberapa realistiskah Spooks?"
Para pejabat Whitehall mengatakan, orang-orang yang takut dan beranggapan bahwa bekerja di MI5 berarti melakukan pengejaran di jalanan dan ditembaki tidak perlu khawatir. "Sebagian besar kerja intelijen dilaksanakan dari belakang meja di Thames House."
MI5 telah memutuskan memangkas jumlah stafnya menjadi 3.800 orang, tapi terus merekrit kandidat agen untuk mencapai angka tersebut. Orang-orang yang direkrut MI5 entah lulusan universitas atau orang-orang yang menginginkan perubahan karier.
41 persen agen MI5 adalah wanita, sementara 59 persennya pria. Gaji awal seorang pejabat dinas intelijen – jabatan yang dibuka lowongannya oleh MI5 – berjumlah £24.750.
Kemampuan yang diperlukan di dunia nyata berbeda dengan Spooks, yang mencapai puncak musim ke-9 dengan kisah perburuan agen pembelot Lucas North.
Para pejabat menginginkan kandidat agen yang memiliki kemampuan komunikasi dan analisis yang kuat. Orang yang sabar, berdedikasi, bujaksana, jujur, memiliki integritas, dan dapat bekerja sama dengan baik dalam sebuah tim di bawah tekanan, bukannya kemampuan menjinakkan bom nuklir atau melompat keluar dari mobil yang meledak. (dn/dm) www.suaramedia.com














