Mullah Abdul Salaam Zaeef, seorang anggota pemerintahan Taliban sebelum peristiwa 9/11 di Amerika Serikat telah bertemu dengan sejumlah pejabat senior pemerintah Inggris dalam pertemuan yang berpengamanan ketat, demikian dilansir Telegraph.
Pembicaraan tersebut sebagian didanai oleh Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran dan bertujuan untuk membahas mengenai proposal perdamaian.
Dalam kunjungannya, Zaeef dilarang berbicara kepada publik, namun ia diyakini melangsungkan pertemuan pribadi dengan para pejabat Inggris.
London berusaha menjadi mediator antara Presiden Afghanistan Hamid Karzai dan para tokoh senior Taliban.
Tokoh Taliban itu tiba di Inggris Rabu pekan lalu dan tinggal di sebuah hotel di pusat Kota London.
Bulan lalu, seorang pejabat Kantor Luar Negeri mengatakan bahwa sejumlah anggota senior Taliban mengirimkan utusan untuk mencapai perdamaian dengan pemerintahan di Kabul yang didukung Barat.
Zaeef adalah tokoh pertama yang ada hubungannya dengan rezim Taliban yang diberi visa untuk datang berkunjung ke Inggris.
Nama Zaeef baru dihapuskan dari daftar hitam Dewan Keamanan PBB musim panas lalu atas permintaan Presiden Hamid Karzai.
Konferensi yang dihelat di King’s College, London, itu menyatukan berbagai opini, mulai Afghanistan, Pakistan, India, Amerika Serikat, dan Inggris.
Sejumlah diskusi juga digelar di Uni Emirat Arab saat Afghanistan dan negara-negara koalisi berusaha menemukan solusi politik untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada di Afghanistan.
Dalam konferensi mengenai Afghanistan yang dihelat di London 12 bulan silam, yang dihadiri Presiden Karzai, dirumuskan tiga persyaratan agar Taliban dapat berpartisipasi dalam pemerintahan, yakni menghentikan perlawanan bersenjata, melepas ikatan dengan al-Qaeda, dan tunduk pada konstitusi Afghanistan.
Akan tetapi, dialog yang dilangsungkan saat ini diyakini dilakukan tanpa prasyarat, meski sejumlah sumber di Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran mengatakan bahwa mereka tidak ingin "terlalu menyoroti" proses itu karena khawatir negosiasi yang rentan itu akan terhenti.
"Saya ingin menekankan bahwa tidak akan tiba-tiba tercipta terobosan besar dalam hal ini," kata salah satu pejabat.
Presiden Karzai diyakini telah meminta agar nama setidaknya 20 orang tokoh yang terkait dengan rezim Taliban dihapuskan dari daftar Komite Sanksi PBB. Hal itu dilakukan demi membangun kepercayaan.
Dewan Perdamaian Tinggi Afghanistan yang didirikan September dan dipimpin mantan prajurit Taliban, Burhanuddin Rabbani, telah lima kali bepergian di sekeliling Afghanistan dan satu kali ke Pakistan.
Secara terpisah, juga dilakukan upaya rekonsiliasi dan reintegrasi di tingkat lokal, dipimpin oleh par gubernur regional yang "diberi wewenang" untuk menemukan solusi bagi masalah pemberontakan.
Zaeef diyakini menjalin kontak langsung dengan Mullah Omar, yang dikabarkan bersembunyi di kota pelabuhan Pakistan, Karachi, meski hasil akhir pembicaraan keduanya tidak jelas.
Zaeef juga diyakini berperan penting sebagai penengah dalam dialog rahasia yang melibatkan para komandan tinggi Taliban seperti Mullah Abdul Ghani Baradar, deputi pemimpin Taliban.
Setelah 11 September, Zaeef diserahkan kepada AS oleh Pakistan dan dibawa ke penjara di Pangkalan Udara Bagram, dekat Kabul, sebelum kemudian dipindah ke Teluk Guantanamo, Kuba.
Ia dibebaskan dari Guantanamo pada 2005 setelah menadatangani kesepakatan agar dirinya tidak terlibat aktivitas-aktivitas anti-AS. (dn/nk/tg) www.suaramedia.com
- Pecat Prajurit via Email, Inggris Menuai Hujatan
- Terancam, Rusia Kecam Dukungan Atas Pemberontakan Timur Tengah
- Informan Irak Akui Dalangi Kebohongan Senjata Rahasia
- Hindari Penangkapan, Musharraf Berlindung di Balik Facebook
- Assange: Upaya AS Tekan Twitter "Memalukan"














