Sabtu, 04 September 2010

Headlines:

Rusia - AS Setujui Pangkas Ribuan Senjata Internasional

E-mail Cetak PDF
ROMA (SuaraMedia) - Rusia dan AS akan mengurangi persediaan senjata nuklir mereka menjadi separuhnya di bawah perjanjian baru yang dibicarakan di Roma pada hari Jumat ini.

Negosiasi pengurangan senjata yang pertama kalinya dilakukan secara serius dalam tujuh tahun diadakan sebagai landasan dari rekonsiliasi mutual, dengan Barack Obama, Presiden AS, membuat perencanaan bersama untuk merayu Kremlin setelah periode panjang ketegangan Barat dan Timur.

Dengan surat perjanjian yang ditandatangani pada 2002, Rusia dan AS berjanji untuk mengurangi hulu ledak nuklir mereka hingga mencapai jumlah 1700 dan 2200. Kedua negara percaya bahwa jumlah tersebut telah tercapai.

Pembicaraan di Roma, dihadiri oleh ofisial dari kedua belah pihak, akan memulai kinerja baru untuk pembuatan pakta penggantian Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis tahun 1991 (START), yang akan habis masa berlakunya pada akhir tahun ini.

Kemarin, Gen Nikolai Makarov, kepala dari staf umum Rusia menyatakan bahwa negara mereka telah siap untuk mengurangi persediaan nuklir mereka. "Karena itulah saya percaya bahwa kami sangat bisa mengurangi jumlah hulu ledak nuklir di kedua belah pihak."

Komentator telah menyarankan kepada kedua belah negara untuk menyetujui perjanjian pengurangan senjata tersebut sekitar 1.000 buah di tiap negara.

Dmitry Medvedev, presiden Rusia, menyatakan di Helsinki minggu ini bahwa dia mendukung upaya kedua belah negara tersebut. Dia juga mendukung pengurangan pengiriman kendaraan perang tempat dikirimnya hulu ledak nuklir tersebut, area yang sebelumnya tidak terkover perjanjian. Gen Makarov menyatakan bahwa pengurangan tersebut akan dapat menunjukkan jumlah pengurangan hulu ledak nuklir yang diinginkan hingga "di bawah tingkatan yang ada sekarang", namun kedua belah pihak telah berkomitmen untuk mengurangi persediaan nuklir mereka, menunjukkan tanda tanda kekhawatiran bahwa proses perjanjian tersebut tidak akan semulus yang dibayangkan.

Deputi kementrian asing Rusia melihat sebuah bayangan yang tidak diduga dalam pembicaraan tersebut dengan memberikan peringatan bahwa Kremlin tidak akan menerima pengurangan senjata secara dramatis kecuali pihak AS setuju untuk meninggalkan rencana kontroversial mereka untuk membangun perisai anti misil mereka di Eropa tengah.

"Seseorang harusnya menyadari bahwa semakin sedikit kita menyimpan hulu ledak, permasalahan serius yang berhubungan dengan pertahanan misil dan potensial strategi untuk masalah tenaga nuklir akan muncul," Sergei Ryabkov kepada the agensi berita Rusia interfax.

Keputusan tegas Kremlin untuk menggabungkan antara dua permasalahan yang berbeda akan menciptakan rintangan lain yang tidak dapat diantisipasi. Sementara Obama mendukung perjanjian pelucutan senjata tersebut, dia telah menolak negosiasi dari pemerintah Rusia untuk menggagalkan pembangunan perisai misil, yang berakibat pada tuduhan keras kepala dari Kremlin.

"Amerika belum meninjau kembali rencana mereka," menurut Mr Ryabkov. "Sebaliknya, kami dapat melihat intensifikasi kerja di daerah pertahanan misil"

AS berkeras bahwa perisai tersebut, akan dibangun di Polandia dan Republik Czech, bertujuan untuk melindungi Eropa dari serangan misil potensial Irak, namun Kremlin mengklaim bahwa hal tersebut akan menutupi teknologi penghalang serupa milik Rusia.

Hubungan antara Rusia dan AS semakin menghangat sejak invasi Irak pada 2003.

Dalam pertemuan pertama di London awal bulan ini, Obama dan Dimitry Medvedev, membahas perjanjian untuk "membebaskan dunia dari nuklir" dan berjanji untuk memulai pekerjaan mereka dalam mengurangi persediaan nuklir mereka. (bk/tlg) Dikutip oleh SuaraMedia.com

Altetik

Federer Tak Terhadang, Davdenko Tumbang
Kejutan lain terjadi saat unggulan ke-11 Marin C...More »

Berita Gadget Terkini

Sony Kembangkan Laptop 3D Canggih Dengan Kacamata Istimewa
"Teknologi frame sequential dengan cepat memutar...More »

Otomotif Terbaru

Veloce 1200, Motor Sporty Nan Gahar Dengan Jiwa Streetfighter
Veloce didukung oleh mesin canggih bertenaga bes...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon