Kamis, 23 Mei 2013

Headlines:

Saingi NATO, Rusia - China Adakan Latihan Militer Besar-Besaran

E-mail Cetak PDF
MOSKOW (Berita SuaraMedia) - Militer Rusia dan China akan terjun dan mengambil bagian dalam lima hari latihan bersama, diklaim sebagai salah satu latihan yang terbesar.

Latihan "Misi Perdamaian 2009" secara resmi dimulai pada hari Rabu di kota Far Eastern, Khabarovsk Rusia oleh Kepala Staf Umum Nikolay Makarov dan rekannya dari China Chen Bingde.

Sekitar  3.000 personil tentara angkatan udara dan 300 kendaraan berlapis baja dan 45 pesawat terbang akan mengambil bagian dalam manuver pada jarak militer Taonan di China.

Skenario dari latihan tersebut mengatakan kelompok besar teroris telah mengepung sebuah kota dan menyebabkan huru-hara di sana. Pasukan gabungan tersebut bertugas untuk mengalahkan militan dan menumpas pemberontakan.

Media China mengatakan skenario tersebut mirip dengan huru-hara berdarah di propinsi Xinjiang awal bulan ini, meskipun rencana latihan tersebut telah diumumkan jauh sebelum itu. "Untuk beberapa alasan, kerusuhan 5 Juli di Xinjiang  mendorong maju kerjasama antara China dan Rusia," ujar Wang Haiyun, mantan militer China.

Rusia sendiri juga tengah terjepit dengan meningkatnya kekerasan di Ingushetia, Dagestan dan Chechnya. Selain itu, Rusia dan China juga waspada terhadap naiknya ketidakstabilan di Asia Tengah sebagai akibat dari perang di Afghanistan.

"Situasi di Asia Tengah itu sendiri, termasuk Kyrgyzstan dan Uzbekistan, tidak begitu baik, sehingga kemungkinan besar wilayah tersebut akan menjadi tempat kerja sama praktis. Dan dalam kenyataannya, mereka sedang mempelajari cara-cara baru untuk memerangi pemberontak, "kata Vasily Kashin, seorang analis militer China di Institute of Far Eastern Studies dengan Russian Academy of Sciences.

Ini adalah latihan keempat dari "Misi Perdamaian". Untuk komando militer Timur Jauh Rusia, ini akan menjadi gerakan pasukan terbesar di penjuru perbatasan nasional sejak kampanye melawan Jepang pada 1945.

"Ini bukan tindakan untuk mengikuti tren, tapi sebuah kemajuan kongkrit dalam mempersiapkan pasukan militer kami untuk bersama menangkis ancaman keamanan di daerah," jendral Makarov mengatakan kepada media.

Dia menambahkan latihan tersebut bahkan lebih penting dibanding latihan gabungan Jepang dan Korea Selatan menyusul peluncuran uji coba nuklir Korea Utara pada bulan Mei.

Menurut Makarov, militer Rusia perlu belajar dari mitra China mereka, yang telah mengamankan berlangsungnya Olimpiade di Beijing pada bulan Agustus. Nasihat mereka juga akan berguna pada 2014 mendatang, ketika Rusia sendiri menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin di Sochi.

Jendral Bingde memuji permainan perang tradisional tersebut dan menekankan bahwa mereka "tidak menujukan latihan terhadap pihak ketiga dan tidak akan menjadi ancaman bagi negara-negara lain."

Kedua negara adalah anggota inti dari Organisasi Kerjasama Shanghai, yang dilihat oleh beberapa analis sebagai upaya untuk membentuk sebuah alternatif untuk blok militer selain NATO untuk melawan meningkatnya ancaman dari separatisme dan tindakan ekstrimis di Asia Tengah. SCO yang anggotanya juga termasuk dari Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan dan Uzbekistan.

Sebelumnya, Rusia juga pernah mengadakan latihan militer "Kaukasus 2009".

"Beberapa pejabat NATO ... menyatakan bahwa itu terserah kepada mereka untuk menjaga ketertiban dunia, melakukan peran polisi di dunia," kata Viktor Litovkin, seorang analis militer. "Tetapi situasi di Afghanistan menunjukan bahwa NATO tanpa Rusia, tanpa bantuan dari negara-negara Asia Tengah, China dan bangsa terkemuka lainnya di daerah tersebut, tidak dapat mengatasi dengan kelompok pemberontak dengan sendirinya."

Beberapa analis, namun, mengatakan hubungan militer antara Moskow dan Beijing mulai mendingin.

"Dalam kenyataannya, mereka mengurangi hubungan militer mereka selama beberapa tahun," kata Andrew Yang, ketua Dewan Studi Kebijakan China Lanjutan di Taiwan. "China telah mencapai tahap di mana mereka dapat menghasilkan atau mengembangkan sendiri adat dan sistem senjata lanjutan. Mereka tidak lagi bergantung pada dukungan Rusia."

Ketika ditanyakan apa senjata baru Rusia akan ditunjukan selama latihan, Litovkin berkata ia percaya bahwa tidak akan ada pertunjukan apa pun. (iw/rt/mt) Dikutip oleh www.suaramedia.com

Click Video
{seyret player="on" id="932"}

Sejarah Islam

Husen Bin Salam, Pendeta Yahudi Dengan Panggilan Islam Dihatinya
Ketika pertama kali mendengar kedatangan Nabi, H...More »

Berita Gadget Terkini

Apple Ingin Lepas Ketergantungan Terhadap Samsung
Dilansir BGR, analis teknologi dari firma RBC Ca...More »

Keajaiban Dunia

Sejarah Seribu Satu Malam Terancam Serangan Turis
Benteng tersebut membuka sejarah Irak ribuan tah...More »

Otomotif Terbaru

Zoe, Mobil Cantik Besutan Perusahaan Kosmetik
Sistem sirkulasi udara pada mobil tersebut, memb...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon