Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Manfaatkan Ketegangan Timur Tengah, Israel Kompori Rusia

E-mail Cetak PDF
MOSKOW (Berita SuaraMedia) – Presiden Israel, Shimon Peres, dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev untuk membicarakan hubungan bilateral kedua negara dan situasi di Timur Tengah.

Peres akan bertemu dengan Medvedev di kota Sochi pada hari Selasa untuk membahas memanasnya situasi di Timur Tengah.

"Bagaimana ketegangan Timur Tengah dapat menimbulkan kekhawatiran di Rusia, akan menjadi pusat perhatian dalam pertemuan ini," ujar Kremlin sebelum pertemuan di Sochi.

Pembicaraan akan fokus pada negosiasi damai antara Israel - Palestina dan persiapan konferensi internasional mengenai Timur Tengah yang akan diselenggarakan di Moskow akhir 2009.

"Krisis Palestina - Israel meningkatkan ketegangan regional dan menjadi penghambat bagi perkembangan Israel dan negara-negara lainnya. Hanya upaya bersama yang dapat membantu kita mengatasi kebuntuan ini, menstabilkan situasi, dan membuka kembali pembicaraan di bawah hukum internasional yang berlaku. Kedua pihak akan saling bertukar pendapat mengenai persiapan konferensi internasional Moskow tentang Timur Tengah," ujar seorang pejabat.

Kunjungan Peres ke Rusia ini adalah yang pertama kalinya sejak ia menjabat sebagai presiden pada tahun 2007 lalu.

Kantor berita Rusia, RIA Novosti, melaporkan bahwa pertemuan antara kedua presiden itu akan bersifat informal. Keduanya akan mendiskusikan perkembangan hubungan bilateral, termasuk kerjasama dalam bidang teknologi dan prospek diadopsinya kesepakatan baru mengenai perlindungan investasi. Mereka juga akan membahas program nuklir Iran yang selama ini diketahui sebagai ancaman nomer satu negara zionis tersebut.

Rusia membantu Iran membangun pusat tenaga nuklirnya yang pertama sementara Israel dan AS khawatir Teheran diam-diam berencana memproduksi senjata atom. Teheran membantah kecurigaan tersebut.

Rusia kini sedang berupaya keras meredakan ketegangan internasional atas program nuklir Iran, dan isu ini akan dibahas secara mendetail dalam pertemuan

Rusia merupakan anggota Kuartet Timur Tengah, yang terlibat dalam mediasi proses perdamaian konflik Israel-Palestina. AS, PBB, dan Uni Eropa adalah anggota lain dari Kuartet tersebut.

Pertemuan antara Medvedev dengan Peres ini dilakukan di saat-saat tingginya ketegangan antara Israel dan sekutu utamanya, AS, mengenai perbedaan cara dalam mengatasi Iran dan kesulitan dalam mengontrol aktivitas pemukiman Yahudi.

Rusia dan Israel selama ini telah memelihara dialog politik reguler. Hubungan kebudayaan dan kontak di tingkat masyarakat kedua negara berkembang dengan dinamis. Perjanjian mengenai perjalanan bebas visa mulai diterapkan bulan Oktober tahun lalu dan semakin meningkatkan perkembangan komunikasi antar rakyat kedua negara. Hubungan bisnis keduanya juga telah memperoleh momentum yang tepat. Perdagangan antara kedua negara menghasilkan keuntungan di atas tiga miliar dolar tahun lalu. Komisi antar pemerintah dalam kerjasama ekonomi dan perdagangan yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Rusia, Viktor Zubkov dan Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Liberman, memegang peran penting dalam memperkuat hubungan dagang dan ekonomi kedua negara.

Rusia dan Israel juga tengah berada dalam perjanjian untuk bekerjasama melawan segala upaya "falsifikasi sejarah", terutama penyangkalan Holocaust dan peran Rusia dalam mengalahkan Nazi Jerman di Perang Dunia II.

"Upaya untuk merehabilitasi Nazi dan para pendukungnya tidak dapat kami terima," ujar Kremlin.(rin/ptv/gn/nb/kt) Dikutip oleh www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon