Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Mengecewakan, Sumbangan Nuklir Perancis Ditolak Iran

E-mail Cetak PDF
TEHERAN (Berita SuaraMedia) - Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki mengatakan pada hari Selasa bahwa tidak perlu untuk Perancis untuk menyediakan bahan bakar nuklir Iran sementara pembicaraan sedang berlangsung di Wina untuk membahas bagaimana untuk memberikan 20 persen uranium yang diperkaya yang diperlukan untuk reaktor riset di Teheran.

"Iran membuat proposal untuk memperoleh bahan bakar untuk reaktor di Teheran kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan pesan ini disampaikan ke beberapa negara," Mottaki mengatakan dalam konferensi pers di Teheran.

"AS dan Rusia telah diterima sebagai bagian dalam menyediakan bahan bakar dan perundingan akan diselenggarakan dengan kedua negara itu di hadapan IAEA," katanya.

"Kami tidak membutuhkan banyak bahan bakar dan karena itu kita tidak perlu banyak negara untuk menyediakan bahan bakar bagi kami," kata Mottaki, dan menambahkan "Itu sebabnya kita tidak berpikir Perancis harus disertakan dalam pembicaraan itu."

Perancis bersama Rusia dan AS telah mengambil bagian dalam pertemuan yang dibuka pada hari Senin di markas IAEA di ibukota Austria.

Kepala Badan pengawas PBB Mohamed ElBaradei mengatakan pembicaraan itu berlangsung "konstruktif" meskipun tidak ada terobosan baru yang diumumkan.

"Siang ini kami memiliki pertemuan yang cukup konstruktif. Kami akan mulai dari awal yang baik. Sebagian besar isu-isu teknis telah didiskusikan," kata ElBaradei setelah pertemuan.

Pejabat dari Iran, Perancis, Rusia, AS dan IAEA memulai pertemuan mereka di Wina hari Senin untuk membahas bagaimana memberikan uranium yang diperkaya dalam tingkat yang lebih tinggi untuk Teheran. Perundingan diperkirakan berlangsung dua sampai tiga hari.

TV Iran berbahasa Inggris, Press TV, mengutip perunding Iran di Wina mengatakan bahwa Perancis tidak dapat diandalkan karena telah "gagal untuk mematuhi kewajiban sendiri di masa lalu" mengenai kerjasama nuklir dengan Iran.

Juru bicara Organisasi Energi Atom Iran Ali Shirzadian mengatakan pada hari Senin Iran akan memulai pengayaan uranium sampai ke tingkat 20 persen jika pembicaraan di Wina gagal untuk memberikan Iran "hasil yang diinginkan."

Teheran akan melanjutkan kegiatan untuk memproduksi 5 persen uranium yang diperkaya dan pasti akan mulai bekerja pada 20 persen produksi uranium yang diperkaya jika pembicaraan berakhir dengan sia-sia, kantor berita resmi, IRNA mengutip perkataan Shirzadian.

Jika pembicaraan yang akan datang tidak memiliki hasil yang diinginkan bagi Iran, Teheran akan berbecara dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk mengumumkan keputusannya untuk memulai kegiatan untuk menyediakan bahan bakar yang diperlukan dengan sendirinya, katanya.

Dia juga membantah pernyataan bahwa keputusan Iran untuk membeli uranium yang diperkaya dalam tingkat yang lebih tinggi dari negara-negara asing berarti pengalihan semua kegiatan atom ke luar Iran dan bahwa keputusan itu menunjukkan kesediaan Iran untuk menghentikan pengayaan uranium di dalam negeri.

Iran memiliki 1.500 kilogram uranium yang diperkaya pada tingkat rendah di pabriknya di Natanz, yang menyimpang dari tiga putaran sanksi PBB yang mendukung tuntutan agar Iran menghentikan semua aktivitas pengayaan nuklir mereka.

Tapi mereka membutuhkan tingkat yang lebih tinggi pengayaan untuk menjalankan riset di reaktornya di Teheran, yang membuat isotop yang diperlukan untuk penggunaan medis seperti pengobatan kanker. Visit Video Nuklir Israel  (iw/xn/ab) www.suaramedia.com

Click Video
{seyret player="on" id="1234"}

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon