Sabtu, 04 September 2010

Headlines:

Ingkari Perjanjian, Israel Tutup Sumber Tenaga Gaza

E-mail Cetak PDF
GAZA (Berita SuaraMedia) – Israel berniat untuk secara bertahap menutup terminal penyeberangan Nahal Oz di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza.

"Itu adalah keputusan Israel, dan sepenuhnya menjadi wewenang mereka apakah warga Palestina keberatan atau tidak," ujar Raed Fattouh, perwakilan dari penyeberangan Gaza.

Pihak yang berwenang mengatakan bahwa pemerintah Israel telah mentransfer peralatan pemompa bahan bakar ke penyeberangan Kerem Shalom sebagai persiapan dalam menutup Nahal Oz yang merupakan satu-satunya sumber bahan bakar kota Gaza.

Army Radio melaporkan bahwa keputusan itu diambil beberapa bulan sebelumnya, namun baru diumumkan pada hari Kamis bahwa Israel berencana untuk mentransfer tanggung jawab Nahal ke Kerem Shalom, yang akan menjadi terminal utama. Nahal Oz saat ini adalah terminal bahan bakar yang utama.

Menurut Fattouh, Israel baru-baru ini mulai memompa bahan bakar indusri dalam jumlah banyak melalui terminal Kerem Shalom sebagai  percobaan, yang ternyata berhasil dengan baik.

Namun, pihak yang berwenang mengatakan bahwa dengan menutup Nahal Oz, berarti Israel telah melanggar perjanjian ekonomi yang telah disepakati dengan Palestina.

Fattouh menambahkan bahwa perjanjian itu menyatakan bahwa warga Palestina dijamin memiliki peran dalam mengoperasikan terminal Nahal Oz, bukan Kerem Shalom yang terletak di wilayah Israel. Karena itu menutup Nahal Oz akan merupakan pelanggaran nyata perjanjian transfer bahan bakar.

Tanpa memperdulikan perjanjian tersebut, Nahal Oz tetap akan sepenuhnya dihentikan operasinya pada tanggal 1 November mendatang.

Awal tahun lalu, kota Gaza tenggelam dalam kegelapan ketika Israel menutup satu-satunya pembangkit listrik yang ada di wilayah itu setelah menghentikan suplai bahan bakar.

Blokade Israel itu merupakan taktik tekanan yang mengkambinghitamkan perlawanan Hamas yang telah menembakkan roket ke arah perbatasan. Pembangkit itu menyediakan sekitar sepertiga dari listrik Jalur Gaza. Sisanya, yang berasal dari Israel, tidak terpengaruh oleh blokade.

Kelompok-kelompok pembela HAM dan departemen kesehatan memperingatkan akan adanya krisis kemanusiaan di Gaza sebagai hasil dari blokade yang pasti akan semakin menyulitkan kehidupan 1.5 juta penduduk di wilayah yang telah koyak akibat perang ini, terutama 400.000 orang yang tingal di kota Gaza.

Shlomo Dror, juru bicara kementerian pertahanan Israel, mengatakan bahwa Gaza memiliki cukup bahan bakar dan menuduh pemerintah Palestina mencoba menciptakan kesan tentang sebuah krisis yang tidak pernah ada.

"Kami akan menutup sepenuhnya pembangkit ini dalam beberapa jam," ujar Rafik Maliha, direktur pembangkit listrik tersebut. Pengiriman bahan bakar yang biasanya dari Israel tidak datang karena terminal bahan bakar Nahal Oz ditutup dan pembangkit itu hampir tidak mempunyai cadangan simpanan.

Organisasi PBB yang bertanggung jawab terhadap pengungsi Palestina, UNRWA, memperingatkan bahwa gerakan itu akan secara drastis mempengaruhi rumah sakit dan fasilitas air.

"Logika dari gerakan ini telah melanggar standar kemanusiaan dasar," ujar Christopher Gunness, juru bicara UNRWA.

Israel telah memblokade Gaza sejak bulan Juni 2007, ketika Hamas memegang kendali di wilayah tersebut. Setelah kepemimpinan Hamas, Israel menutup seluruh jalur  Kehidupan dan makanan menuju Gaza. Blokade tersebut memaksa rakyat Gaza membuat ribuan terowongan bawah tanah yang digunakan untuk mengirimkan makanan, obat, dan hewan ternak yang semakin menipis. (rin/mn/msnbc) www.suaramedia.com

Altetik

Federer Tak Terhadang, Davdenko Tumbang
Kejutan lain terjadi saat unggulan ke-11 Marin C...More »

Berita Gadget Terkini

Sony Kembangkan Laptop 3D Canggih Dengan Kacamata Istimewa
"Teknologi frame sequential dengan cepat memutar...More »

Otomotif Terbaru

Veloce 1200, Motor Sporty Nan Gahar Dengan Jiwa Streetfighter
Veloce didukung oleh mesin canggih bertenaga bes...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon