Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Proposal Nuklir Iran Bahagiakan Israel

E-mail Cetak PDF
TEL AVIV (Berita SuaraMedia) - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyambut bahagia proposal PBB yang mengatur mengenai program pengayakan nuklir Iran.

Berbicara menjelang pertemuannya dengan utusan khusus AS untuk Timur Tengah, George Mitchell, dia menyebut hal tersebut sebagai sebuah "langkah awal yang positif" dalam upaya untuk menghentikan Teheran dari upaya pengembangan senjata nuklir.

Menurut rencana tersebut, bahan bakar yang diperkaya dengan tingkat rendah akan diproses di luar wilayah Iran.

Pada hari Kamis, lembaga pengawas nuklir PBB mengkonfirmasikan bahwa pihaknya telah menerima respon dari Iran mngenai hal tersebut, namun isi kandungannya masih belum dipublikasikan.

Netanyahu berkata: "Menurut saya, proposal untuk membuat Iran menarik pengayaan uraniumnya, atau sebagian dari hal tersebut, di luar Iran adalah sebuah langkah awal yang positif."

Netanyahu tak lupa menyampaikan pujian kepada upaya yang dilancarkan oleh Presiden AS Barack Obama dalam menarik perhatian global kepada isu program nuklir Iran.

"Saya juga ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mengekspresikan penghargaan saya terhadap upaya terus menerus dari Presiden (Obama) dalam menghentikan Iran agar tidak sampai mendapatkan kemampuan nuklir militer," kata Netanyahu dalam sebuah sesi sambutan.

"Saya rasa, proposal yang diajukan oleh presiden (AS) di Jenewa adalah sebuah langkah yang positif."

Namun di Brussels, para pemimpin Eropa menarik catatan yang berbeda. Mereka dilaporkan tengah mempersiapkan sebuah pengumuman resmi draf kritikan yang mengekspresikan "kekhawatiran mendalam" mengenai program pengayaan nuklir Iran dan berbagai kegagalan terus-menerus dari Iran untuk memenuhi "tuntutan Internasional".

Menteri Luar Negeri Swedia, Carl Bildt, yang negaranya mendapatkan jatah jabatan bergilir presiden Uni Eropa, mengatakan kepada Associated Press bahwa pendekatan Iran terhadap proses pembicaraan "maju-mundur" adalah sebuah hal yang mengingatkan kembali terhadap "trik-trik lama Iran."

Teheran selalu bersikeras bahwa pihaknya memperkaya uranium untuk dipergunakan dalam tujuan-tujuan damai, bahan bakar dan penelitian medis, namun AS dan para sekutunya tidak henti-hentinya menuding Iran tengah berupaya untuk mengembangkan senjata nuklir.

Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Mohamed ElBaradei mengatakan bahwa dirinya berharap untuk dapat mencapai sebauh kesepakatan dengan Teheran ketika dia menerima tanggapan dari Iran mengenai draf PBB pada hari Kamis.

Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad menjabarkan proposal IAEA tersebut sebagai sebuah langkah yang merupakan pergeseran dari "konfrontasi menuju kooperasi" oleh kekuatan-kekuatan Barat, namun ia tetap menegaskan bahwa Iran tidak akan mundur satu jengkal pun dari haknya untuk mendapatkan dan mengembangkan energi nuklir sipil.

Rencana tersebut membahas mengenai ekspor sebagian besar uranium Iran yang diperkaya ke Rusia dan Perancis untuk diproses dan dikonversi menjadi bahan bakar sebelum dikembalikan kepada Republik Islam tersebut.

Utusan khusus Timur Tengah dari Presiden AS Barack Obama, George Mitchel, pada hari Jumat menggelar pembicaraan dengan Netanyahu sebagai bagian dari upaya intens untuk menghidupkan kembali proses perdamaian dengan Palestina.

Mitchell menekankan bahwa dirinya menantikan adanya diskusi untuk mencapai tujuan bersama terhadap perdamaian secara menyeluruh di kawasan Timur Tengah.

Mitchell sampai pada hari Kamis silam, dia menjadi pembuka persiapan kunjungan dari Menteri Luar Negeri Hillary Rodham Clinton. Kunjungan Clinton tersebut sekaligus menjadi perjalanan dinas pertamanya ke Israel sejak Netanyahu mulai mejabat pada bulan Maret lalu.

Kurt Hoyer, seorang juru bicara kedutaan AS di Tel Aviv, mengatakan bahwa rincian kunjungan tersebut masih dalam proses pengerjaan, namun kemungkinan besar Clinton akan tiba pada hari Minggu untuk melakukan pembicaraan singkat selama satu hari, tanpa menginap di Israel.

Clinton akan berkunjung ke kota Teluk, Abu Dhabi, untuk bertemu dengan Presiden Palestina, Mahmoud Abas, sebagai bagian dari upaya akhir pekan untuk mendorong para pemimpin Palestina maupun Israel untuk melanjutkan proses pembicaraan, demikian disampaikan oleh seorang pejabat AS.

Setelah pertemuan di Abu Dhabi, ibukota Uni Emirat Arab, Clinton akan menuju Israel untuk bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dia akan bergabung dengan utusan khusus Obama untuk Timur Tengah, George Mitchell.

Waktu dan tempat kunjungan dengan Netanyahu tersebut masih dalam proses pengerjaan pada hari Jumat pagi.

Pejabat AS tersebut mengindikasikan bahwa Clinton memandang pertemuan akhir pekan tersebut sebagai sebuah langkah penting dalam proses perdamaian, yang selama ini tersendat, meski tidak ada prospek lebih lanjut mengenai sebuah terobosan pada hal-hal yang menjadi kunci perselisihan. (dn/bc/hz) www.suaramedia.com        

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon