Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Palestina Gagalkan Rencana Pembunuhan Massal Di Al-Aqsa

E-mail Cetak PDF
YERUSALEM (Berita SuaraMedia) – Seorang pria Israel tertangkap oleh pasukan keamanan Palestina di halaman Masjid Al Aqsa Minggu dini hari.

Para jamaah mengatakan bahwa pria itu berusaha mencapai gedung Al Mathara menggunakan sebuah tangga dari gang Az Zurba, yang berbatasan dengan gerbang Al Qattanin di Kota Tua Yerusalem Timur.

Orang-orang yang menyaksikan penangkapan itu mengatakan bahwa pria tersebut membawa sebuah senapan mesin di punggungnya. Sementara beberapa orang melaporkan upaya pria itu melarikan diri, tidak ada laporan bahwa ia berusaha melepaskan tembakan. Pria itu kemudian diserahkan ke polisi Israel sekitar pukul dua dini hari, saat para penjaga meyakini bahwa ia

Juru bicara kepolisian Israel Mickey Rosenfeld mengkonfirmasi bahwa seorang pria berusaha 28 tahun ditangkap ketika terlihat berkeliaran di area tersebut, namun membantah bahwa ia memegang senjata.

Orang-orang yang terlibat dalam penangkapan pria tersebut terkejut saat polisi membantah bahwa ia membawa senjata. "Para pemukim tidka pernah berkeliaran di Kota Tua tanpa senjata," ujar salah satu penjaga.

Sesaat setelah ditahan, seorang sumber kepolisian Israel mengatakan bahwa "diputuskan pria itu akan ditransfer ke pusat perawatan kesehatan jiwa di Givat Shaul," sebuah desa di Yerusalem Barat yang dalam bahasa Arab dikenal dengan nama Deir Yassin.

Polisi akan mengadakan rapat di markas besar mereka di Yerusalem untuk membahas insiden itu dan kemungkinan aksi balas dendam yang akan muncul.

Sementara itu, situs jaringan berita Israel Channel 10 melaporkan bahwa polisi menahan seorang pria Yahudi yang berusaha menyusup ke halaman Al Haram Al Sharif, namun menepis keraguan bahwa ia benar-benar telah masuk ke area Masjid atau bahwa ia bersenjata. Laporan itu juga menyebutkan bahwa pria tersebut terganggu mentalnya dan dibawa ke rumah sakit jiwa.

Gubernur Yerusalem Adnan Al Husseini membantah bahwa insiden itu telah dilakukan oleh seseorang yang terganggu jiwanya, bukan oleh seseorang dengan keyakinan politik dan agama yang radikal, karena memerlukan perencanaan teknis untuk dapat melalui kamera pengawas dan pagar berkawat, serta penjaga Palestina dan Israel yang bertugas di sekitar area tersebut.

Ketua urusan Yerusalem faksi Fatah Hatem Abdul Qader menyebut reaksi polisi itu ironis dan indikatif dari apa yang ia sebut standar ganda pemerintah Israel terhadap warga Yahudi dan Palestina.

"Ketika orang Palestina yang dicurigai berada di balik sebuah serangan, ia akan langsung diklasifikasikan sebagai teroris yang mengancam keamanan nasional, dan interogator akan segera dikirim untuk memulai investigasi sebelum ia dibawa ke penjara," ujarnya. "Namun, ketika si penyerang adalah orang Yahudi, ia akan disebut orang yang terganggu jiwanya atau eksentrik, saat para ahli kesehatan dikirimkan untuk merawatnya sebelum ia dimasukkan ke rumah sakit jiwa."

Abdul Qader menambahkan bahwa kebijakan semacam itu mendorong para pemukim dan ekstremis untuk terus melakukan teror terhadap rakyat Palestina dan tempat-tempat suci. (rin/mn) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon