Dalam sebuah sambutan yang langsung menjadi fokus media Barat, sumber-sumber militer Israel mengatakan mereka menemukan penyimpanan senjata besar ketika mereka menyerbu sebuah kapal yang menuju ke Libanon pada hari Selasa (03/11).
Sumber menambahkan bahwa kapal yang saat ini sedang diturunkan di Israel, berasal dari Iran dan persenjataan tersebut ditujukan baik untuk gerakan perlawanan Hizbullah di Libanon ataupun Syiriah.
"Kami menemukan puluhan kontainer, dengan ratusan ton senjata yang tampaknya akan dibawa untuk Hizbullah dari Iran," Ujar wakil komandan angkatan laut Israel, Rani Ben Yehuda, kepada wartawan pada hari Rabu.
Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki, dalam konferensi pers bersama dengan mitranya dari Syiriah, Walid Al-Muallem pada hari Rabu, menolak tuduhan tersebut.
Sambutannya yang didukung oleh Al-Muallem, yang menegaskan pernyataan yang bertentangan dengan klaim Israel, "Kapal itu tidak membawa senjata buatan Iran untuk Syiriah atau Libanon," tapi sebenarnya adalah barang buatan Syiriah yang dibawa untuk konsumsi di Iran.
"Sayangnya sejumlah bajak laut mengganggu kegiatan usaha tersebut dan itu sering terjadi di kapal, bajak laut ini kadang-kadang bertindak atas nama Iran," kata Menteri Luar Negeri Syiriah.
Israel merebut kapal tersebut 100 mil (160 kilometer) dari lepas pantai Mediterania dan menemukan 40 kontainer yang membawa senjata, kata seorang Juru bicara tentara Israel, Avital Leibovitz. Kapal tersebut mengibarkan bendera Antigua dan kemarin dihentikan karena "kecurigaan" mengenai perihal kapal tersebut, ia menambahkan.
"Ini adalah tumpukan senjata terbesar yang pernah diselundupkan yang telah ditangkap oleh Israel," seorang jurubicara tentara Leibovitz, mengatakan dalam sebuah wawancara telepon. "Penyimpanan senjata itu mencakup ribuan roket serta granat tangan dan mortir."
Para pejabat Israel menuduh Iran dan Syiriah sebelumnya memasok senjata kepada Hizbullah di Libanon dan gerakan Islam Hamas di Jalur Gaza.
Pada bulan Desember, Israel meluncurkan serangan militer tiga minggu terhadap Hamas untuk menghentikan serangan roket lintas-perbatasan dari Gaza.
"Iran adalah pemasok utama senjata ke Hizbullah, biasanya melalui Syiriah oleh udara atau darat," Efraim Kam, wakil direktur dari Tel Aviv University's Institute for National Security, mengatakan hari ini dalam sebuah wawancara telepon. "Mungkin mereka menggunakan rute laut kali ini karena jenis senjata yang dibawa."
Pada tahun 2002, Israel merebut kapal Karine A, yang katanya membawa senjata dari Iran ke Jalur Gaza. Pada bulan Januari, Siprus menyita sebuah kapal Iran yang katanya mungkin telah membawa senjata ke Gaza yang melanggar sanksi PBB.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan senjata itu dimaksudkan untuk menyerang kota-kota Israel.
"Siapa pun yang masih memerlukan bukti tak terbantahkan bahwa Iran terus mengirim senjata kepada organisasi-organisasi teror sampai hari ini dalam sebuah cara yang jelas dan tegas," katanya.
Militer Israel mengatakan sertifikat kargo menunjukkan kapal itu berlayar dari Iran dan menuju Syiriah, dari mana senjata itu akan dialihkan ke Hizbullah di Libanon. Namun, militer tidak menunjukkan dokumen tersebut.
Israel dan Hizbullah berperang selama sebulan pada tahun 2006 di mana sekitar 1.200 orang tewas di Libanon dan sekitar 160 orang tewas di Israel.
Analis Timur Tengah BBC, Roger Hardy, mengatakan bahwa meskipun perbatasan utara Israel telah sebagian besar tenang sejak tahun 2006, Israel dan Hizbullah beroperasi atas asumsi bahwa cepat atau lambat perang akan dihidupkan kembali. (iw/pv/bg/bbc) www.suaramedia.com














