Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Perang Air, Kejahatan Baru Israel Di Timur Tengah

E-mail Cetak PDF
AMMAN (Berita SuaraMedia) - Dr Ghazi Al-Rabab'ah, seorang profesor ilmu politik di universitas Yordania, menyatakan pada hari Sabtu bahwa perang Israel melawan negara-negara Arab di masa depan akan didasari oleh perebutan sumber daya air.

Dalam pernyataan pers di koran Yordania, Al-Arab Alyawm, Rabab'ah mengatakan bahwa perang pertama akan berlangsung di daerah lembah Yordan di tanah pertanian Shebaa Libanon.

Dia menambahkan bahwa Israel juga mencuri sumber daya air Gaza dan mengirimkan air garam yang terkontaminasi dari danau Tiberias ke Gaza.

Sang profesor menekankan bahwa Israel juga mencuri 350,000000 meter kubik air dari sungai Litani di Libanon, mencatat bahwa Israel menolak penyelesaian apapun dengan orang-orang Arab yang tidak memperhitungkan masalah pembagian pasokan air.

Sang profesor juga menunjukkan bahwa Israel merupakan salah satu negara termiskin dalam sumber daya air di dunia dan persediaan air akan habis dalam beberapa tahun mendatang yang menandakan bahwa Israel akan menggunakan strategi peperangan untuk dapat menguasai sumber air di tempat lain.

Dia juga memperkirakan bahwa perang yang lain dapat terjadi dalam tujuh tahun yang akan datang melawan Mesir untuk mengendalikan air Sungai Nil.

Shebaa Farms, sebuah daerah kecil di kaki gunung yang terjepit antara Libanon, Israel dan Syiriah, telah lama dibayangi dengan apa yang oleh beberapa aktivis lingkungan hidup Libanon sebut dengan "masalah yang sebenarnya" dari wilayah yang dipersengketakan: sumber daya airnya.

Sekarang aktivis menyerukan untuk lebih mengutamakan hidro-diplomasi daripada manuver politik sebagai solusi yang paling efektif sebagai salah satu kunci dari batu sandungan dalam perdamaian Timur Tengah.

"Rising Temperatures Rising Tensions," sebuah laporan yang diterbitkan pada bulan Juni oleh Institut Internasional untuk Pembangunan Berkelanjutan (IISD), didanai oleh Departemen Luar Negeri Denmark, menganggap air menjadi pemicu utama konflik di Timur Tengah, daerah dengan air paling langka dunia.

Libanon dan Syiriah mengatakan Shebaa Farms, berukuran hanya 22 kilometer persegi, adalah wilayah Libanon, meski PBB telah memerintah bahwa itu sebagai bagian dari Dataran Tinggi Golan Syiriah, yang terletak tepat di sebelah timur, di seberang Gunung Hermon yang kaya air-.

Baik Golan maupun Shebaa diduduki oleh Israel selama Perang tahun 1967 dan Israel mengatakan pelepasan Shebaa dari hanya dapat terjadi di bawah perjanjian damai dengan Syiriah dan penarikan dari Golan.

Ketiadaan hidro-diplomasi mencerminkan konflik di kawasan itu. Pada tahun 1965, Syiriah dan Libanon memulai konstruksi saluran untuk mengalihkan Banias dan Hasbani, mencegah sungai-sungai itu mengalir ke Israel. Israel menyerang pekerjaan pengalihan tersebut, yang pertama dalam serangkaian langkah yang mengarah ke perang regional dua tahun kemudian.

Pada tahun 2002, ketika Libanon membangun sebuah jaringan pipa di Sungai Wazzani yang dimaksudkan untuk menyediakan rumah tangga di Libanon selatan dengan air, Perdana Menteri Israel Ariel Sharon menyatakan bahwa tindakan itu adalah sebuah tindakan causus belli. Dalam Perang Juli 2006, pesawat tempur Israel menargetkan jaringan air Libanon selatan.

Bassam Jaber, seorang ahli air di Departemen Energi dan Air Libanon, berpendapat para Shebaa sangat penting untuk kebutuhan air Israel, "Terutama karena air tawar itu penting ketika semua sumber dalam Israel adalah air asin. Aliran dari daerah tersebut membantu mengatur danau air asin Tiberias."

Dan bukan hanya aliran darat langsung yang disediakan oleh Shebaa untuk Israel. Menurut Departemen Air Libanon, Comair, 30 sampai 40 persen dari air Sungai Dan mengalir ke sana melewati pasokan bawah tanah yang berasal dari Shebaa. "Israel khawatir bahwa jika Libanon memperoleh kendali atas Shebaa, kemudian dapat mengontrol air dan mengalir ke sungai," kata Comair.

Israel, Yordania dan Palestina yang diduduki semua jatuh jauh di bawah ambang batas yang diterima secara internasional dari 1.000 meter kubik air per orang per tahun (cmwpy). Menurut IISD, Israel memiliki sumber daya air alami yang dapat diperbaharui sebanyak 265 cmwpy, Yordania 169, dan Palestina hanya 90. Hanya Libanon dan Syiriah yang memiliki surplus air, dengan Libanon memiliki potensi dari 1,220 cmwpy dan Syiriah 1.541.

Namun pasokan berkurang dengan cepat. Pada tahun 2025 penggunaan air di Israel diperkirakan jatuh ke 310 cmwpy, sementara itu Kementerian Lingkungan Hidup negara itu sendiri telah memperingatkan bahwa pasokan air bisa jatuh sebesar 60 persen tahun 2000 tingkat pada tahun 2100. (iw/pi/ei) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon