Dokumen tersebut termasuk informasi mengenai metode terbaru spionase dari agen rahasia Israel dan CIA terhadap orang-orang awam. Orang-orang tersebut tidak menyadari bahwa apa yang diminta oleh agen-agen yang menyusup di Facebook tersebut adalah tugas yang berbahaya, dan mengira bahwa hal itu hanyalah selingan untuk menghabiskan waktu. Mereka dihubungi melalui chat online dan diinterogasi mengenai hal-hal yang tampaknya ringan dan tidak berbobot.
Sebuah laporan dari majalah Perancis menyebutkan bahwa ada banyak informasi penting dan rahasia di situs jejaring sosial tersebut yang dapat dihimpun.
Duta besar Israel di Paris mengatakan bahwa rahasia tidak seharusnya dibongkar kepada musuh, hal tersebut membuat banyak pihak menyebut kegiatan intelijen semacam itu sebagai "intelijen internet".
Israel mengambil keuntungan dari banyaknya informasi yang tersedia bagi para partisipan dari dunia Arab dan Islam, dipergunakan sebagai analisis dan data intelijen untuk para pemuda Arab dan Muslim.
Yang berbahaya, generasi muda Arab dipergunakan sebagai alat intelijen, tanpa merasa bahwa mereka membeberkan hal-hal penting mengenai kehidupan mereka serta keluarga, dan informasi mengenai pekerjaan dan kawan-kawan yang ada di sekitar mereka, ditambah dengan foto pribadi dan informasi harian yang sempurna untuk menguak detail dari generasi muda Arab.
Gerald Nero, seorang profesor di Fakultas Psikologi di Universitas Provence, Perancis, yang merupakan pengarang buku "Bahaya Internet", mengatakan, "Jaringan tersebut telah dibongkar, khususnya pada bulan Mei 2001. Ada sejumlah jaringan yang dijalankan oleh para psikolog khusus Israel untuk menarik perhatian generasi muda dari negara-negara dunia ketiga, khususnya para penduduk di negara-negara Arab.
Pada tahun 2004, sebuah laporan reuters menyebutkan bahwa agen rahasia Israel, Mossad, meluncurkan sebuah situs internet untuk melakukan perekrutan dan memberikan "tugas khusus" kepada orang-orang yang direkrutnya.
Tren tersebut dimulai oleh pendahulu Meir Dagan, Efraim Halevy, pada tahun 2000 dengan memasang iklan dan merekrut anggota melalui pers Israel.
"Kini kami adalah masyarakat yang terbuka, dan Mossad harus menyadari adanya potensi dari para pelamar berbakat yang mungkin saja mengepalai bidang teknologi tinggi atau sektor lainnya," kata Halevy.
Facebook memiliki ratusan juta pengguna di seluruh dunia, situs jejaring sosial tersebut bernilai miliaran dollar dan, jika keterangan sumber-sumber di internet benar adanya, maka situs tersebut dimulai oleh CIA.
Fenomena situs jejaring sosial bermula sebagai cara para mahasiswa AS untuk tetap menjalin kontak. Hal tersebut memicu lahirnya situs-situs seperti MySpace dan lainnya, seperti Bebo.
Namun, di internet beredar sisi gelap dari kisah sukses tersebut. Yakni menghubungkan Facebook dengan CIA dan Departemen Pertahanan AS.
CIA mempergunakan Facebook untuk merekrut staf untuk menjadi agen dinas rahasia nasional. (dn/im/ie/nh) www.suaramedia.com














