Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Iran Bekuk Trio "Mata-Mata", AS Meradang

E-mail Cetak PDF
TEHERAN (Berita SuaraMedia) – Iran melontarkan tuduhan spionase terhadap tiga orang warga negara AS yang memasuki wilayah negara tersebut pada tanggal 31 Juli silam, tudingan tersebut kontan membuat Washington meradang dan bersikeras bahwa tuduhan Iran tersebut tidak berdasar.

"Tiga orang warga Amerika yang ditangkap di perbatasan Iran dan Irak tengah menghadapi tuduhan mata-mata, dan proses penyelidikan masih terus berlanjut," kata kepala jaksa penuntut Teheran, Abbas Jafari Dolatabadi, dalam sebuah wawancara dengan agen pemberitaan resmi, IRNA.

Dia menambahkan bahwa ketiga warga negara AS tersebut (Shane Bauer, 27, Sarah Shourd, 31, dan Josh Fattal, 27) masih terus diselidiki.

Dari komentar Dolatabadi tersebut, masih belum jelas apakah sudah ada tuduhan resmi yang telah dilayangkan.

Tiga orang tersebut ditangkap oleh para penjaga Iran di dekat perbatasan Irak pada tanggal 31 Juli lalu. Mereka memasuki wilayah utara Irak dari Turki pada tanggal 28 Juli dalam sebuah pendakian selama lima hari yang telah direncanakan.

Bauer dan Shourd tengah tinggal di Damaskus, Syria, ketika Fattal datang berkunjung. Mereka mempersiapkan pendakian di kawasan Kurdi, sebelah utara Irak.

Sejumlah pejabat Iran menghubungkan tindakan ilegal ketiga warga negara AS tersebut dengan kerusuhan yang pecah pasca pemilihan presiden Iran pada bulan Juni silam.

Pemilihan Presiden tanggal 12 Juni lalu, yang menghasilkan kemenangan Mahmoud Ahmadinejad, memantik kerusuhan terburuk di Iran sejak revolusi Islam pada tahun 1979.

Pihak berwenang menggambarkan kerusuhan tersebut sebagai sebuah upaya yang didalangi oleh pihak asing untuk menghancurkan Republik Islam.

Namun para keluarga dan rekan-rekan dari ketiga warga AS tersebut bersikeras bahwa mereka hanya sedang melakukan pendakian di pegunungan di sebelah utara Irak, di dekat sebuah air terjun terkenal ketika mereka secara tidak sengaja memasuki wilayah Iran.

Mereka mengatakan bahwa apa yang dilakukan ketiga orang tersebut adalah "kesalahan yang patut disesalkan", mereka juga membuat sebuah situs internet untuk mendukung kampanye pembebasan mereka.

Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, mengkritik langkah tersebut dan memperbarui seruannya kepada Iran untuk membebaskan tiga orang warga negara AS tersebut.

"Kami yakin benar bahwa tidak ada bukti untuk mendukung tuduhan tersebut," kata Clinton dalam sebuah kunjungan ke Berlin untuk menghadiri peringatan runtuhnya tembok Berlin.

"Dan kami akan memperbarui permintaan kami atas nama tiga anak muda dan para keluarga masing-masing, kami menyerukan kepada pemerintah Ira untuk menunjukkan rasa iba dan membebaskan mereka agar dapat segera kembali ke rumah masing-masing," kata Clinton.

Clinton bertemu dengan para keluarga tiga warga negara AS tersebut, menjanjikan bahwa AS akan mengeksplorasi segala segi yang mungkin dilakukan untuk membebaskan mereka.

Para diplomat Swiss, yang mewakili kepentingan AS di Iran, diperkenankan untuk bertemu dengan ketiga orang tersebut pada akhir bulan September lalu untuk pertama kalinya sejak mereka ditangkap.

AS dan Iran tidak memiliki hubungan diplomatis setelah terjadi Revolusi Islam pada tahun 1979. Menurut hukum Iran, kejahatan spionase dapat dijatuhi hukuman mati.

Gedung Putih mendesak pembebasan tiga orang warga AS yang ditahan di Iran tersebut. "Memang benar bahwa mereka telah dijatuhi tuduhan resmi, menurut kami, hal ini keterlaluan. Dan, tentu saja, para keluarga merasa kecewa," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ian Kelly.

Di Gedung Putih, juru bicara Robet Gibbs mengatakan, "Mereka adalah anak-anak muda yang tidak bersalah, pemerintah Iran harus membebaskan mereka. Proses pembebasan mereka harus dipercepat."

Namun Presiden Mahmoud Ahmadinejad bersikeras bahwa keadilan harus tetap ditegakkan. "Ada peraturan di setiap negara yang menghukum adanya orang-orang yang masuk secara ilegal ke dalam wilayah negaranya. Maka menegakkan hal itu adalah sebuah kewajiban," kata Ahmadinejad dalam sebuah konferensi pers di Istanbul, dimana dia menghadiri sebuah pertemuan Organisasi Konferensi Islam.

Ketika ditanya mengenai tuduhan spionase yang dilayangkan kepada tiga orang tersebut, Ahmadinejad mengatakan bahwa hal tersebut sepenuhnya adalah urusan pengadilan.

"Saya tidak punya komentar," katanya. "Para hakimlah yang tahu apakah mereka benar mata-mata atau bukan." (dn/io/af) www.suaramedia.com
Click Video
{seyret player="on" id="1318"}

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon