Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Hamas: Melawan Zionis Adalah Denyut Nadi Negara Arab

E-mail Cetak PDF
DAMASKUS (Berita SuaraMedia) - Wakil direktur biro politik Hamas mengatakan Gerakan Perlawanan Islam adalah denyut nadi dari negara-negara Arab dan Islam.

Hal ini karena Hamas adalah penganjur utama perlawanan terhadap pendudukan Zionis dan tetap bersikeras tentang tuntutan bangsa Palestina, Moussa Abu Marzouk mengatakan di Damaskus pada hari Sabtu dalam sebuah pidato mengenai perkembangan terakhir di Palestina.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa Hamas mempertimbangkan kepentingan rakyat Palestina ketika memutuskan cara perlawanan.

Pejabat Hamas juga mencatat bahwa banyak upaya dilakukan untuk menghidupkan kembali perlawanan di Tepi Barat meskipun adanya tekanan dari Israel dan oposisi dari otoritas Ramallah.

Abu Marzouk menyatakan bahwa Hamas telah memainkan peran utama dalam menggali terowongan di bawah perbatasan Rafah sebagai bagian dari upaya untuk menyediakan makanan dan pakaian bagi warga Gaza.

Pejabat Hamas bersikeras bahwa Kepala Otorita Palestina Mahmoud Abbas yang memerintah saat ini harus berusaha untuk meyakinkan Israel agar mengizinkan masuknya kebutuhan sehari-hari rakyat di tanah tersebut dan harus berusaha untuk mencegah serangan-serangan Israel di terowongan Gaza.

Israel telah meningkatkan serangan tanpa henti di terowongan, yang merupakan satu-satunya alat bagi 1,5 juta orang Palestina di wilayah terkepung itu dalam memecahkan blokade Israel-Mesir.

Pengepungan, yang telah terjadi sejak kudeta yang gagal oleh saingannya Fatah melawan pemerintah Hamas yang terpilih secara demokratis pada Juni 2007, telah mendorong area di pinggir pantai terpadat itu ke ambang kelaparan.

Para pejabat rumah sakit mengatakan lebih dari 120 warga Palestina tewas dalam insiden runtuhnya terowongan atau telah tewas oleh serangan udara Israel sejak pertengahan-2007.

Sementara itu, sebaliknya, Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas mengkritik Liga Arab (AL) untuk tidak memboikot Hamas, setelah Hamas menolak untuk mendukung rancangan pakta rekonsiliasi Mesir, yang seharusnya ditandatangani oleh semua faksi Palestina pada 24 Oktober.

Mesir, yang mensponsori dialog antar-Palestina, mengumumkan pada akhir Oktober bahwa rekonsiliasi penandatanganan ditunda "sampai pemberitahuan lebih lanjut" setelah Hamas mengatakan tidak akan menandatangani perjanjian itu sebelum melakukan amandemen.

Abbas, yang mengumumkan Kamis lalu bahwa ia tidak akan mengikuti Pemilihan Presiden Palestina, yang dijadwalkan untuk 24 Januari tahun depan, kepada sekelompok pengusaha Palestina di markasnya di Ramallah, bahwa Liga Arab harus memboikot gerakan Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, "Karena itu adalah salah satu yang menghalangi mencapai perjanjian antar-rekonsiliasi."

Sebelumnya dia ingat keputusan yang dibuat oleh Liga Arab setahun yang lalu yang menyatakan akan memboikot pihak yang menghambat atau menghalangi antar-dialog dan rekonsiliasi.

Menuduh Hamas menghalang-halangi rekonsiliasi, ia bertanya jadi di manakah boikot (terhadap Hamas oleh Liga Arab)? "Meminta Liga Arab untuk menjelaskan posisinya sekarang bahwa Hamas telah menolak untuk menandatangani perjanjian rekonsiliasi, ia berkata: "Kami menuntut tindak lanjut komite Liga Arab untuk bersidang pada 12 November untuk mengatakan keputusan akhirnya."

Meskipun partai Fatah Abbas menerima pakta Mesir mengesampingkan adanya beberapa syarat, gerakan Hamas mengatakan bahwa tidak akan menandatangani perjanjian sampai teks dari pakta tersebut diamandemen.

Abbas mengatakan Mesir tidak bias, dan tidak membela Fatah atau Otoritas Nasional Palestina (PNA). (iw/pv/ino) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon