Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Gempa Bumi Satukan Yordania – Israel Dalam Latihan Rahasia

E-mail Cetak PDF
AMMAN (Berita SuaraMedia) – Sumber-sumber pers pada hari Selasa (10/11) menyebutkan bahwa pasukan militer Zionis menggelar latihan militer gabungan dengan militer Yordania, tujuan utama latihan gabungan tersebut adalah untuk melakukan operasi penyelamatan di area Lembah Beit shean.

Menurut surat kabar Haaretz, ada pembicaraan mengenai kerjasama permanen antara militer kedua negara, namun hal tersebut sejatinya dirahasiakan dan baru kali ini muncul dalam pemberitaan. Latihan tersebut dirahasiakan untuk menghindari sentimen negatif terhadap Yordania, yang mungkin dapat membatalkan latihan tersebut.

Surat kabar tersebut menambahkan, latihan dimulai pada hari Senin (9/11) pukul delapan pagi. Dalam latihan tersebut, skenario yang dipergunakan adalah sebuah simulasi bencana alam yang berupa gempa bumi, dan para pasukan melakukan latihan penyelamatan, dan pemadaman api.

Selain itu, militer kedua kubu juga melakukan latihan evakuasi dan merawat para korban "gempa".

Untuk menciptakan kesan yang nyata, sejumlah gedung di Kibbutz Messilot diruntuhkan. Menurut laporan radio, militer kedua kubu bekerjasama secara penuh, dalam persiapan untuk menghadapi keadaan darurat di masa mendatang.

Sebuah surat kabar lain menambahkan, latihan antara Yordania dan Israel melibatkan ribuan orang prajurit dari kedua kubu, pasukan Israel juga mempergunakan sejumlah anjing dalam latihan tersebut.

Sumber kemiliteran mengatakan bahwa kerjasama militer antara kedua negara berlangsung dengan lancar, dan kendala bahasa tidak menghalangi pelaksanaan latihan.

Sumber-sumber di Yordania mengatakan bahwa militer Yordania telah melakukan latihan dengan baik dan menunjukkan level keahlian yang profesional serta membuat militer Israel terkesan.

Bulan lalu, kesepakatan damai antara Israel dan Yordania telah mencapai 15 tahun, namun Yordania mengecam Israel karena bentrokan antara warga Arab dan pasukan keamanan Israel di Kota Tua Yerusalem. Yordania memperingatkan bahwa tindakan provokatif Israel tersebut dapat membuyarkan peluang untuk mencapai keamanan dan stabilitas di kawasan Timur Tengah.

Pada hari Senin (9/11), Raja Abdullah II dari Yordania menyerukan kepada Israel dan Palestina untuk menghentikan segala macam tindakan yang dapat meruntuhkan peluang perdamaian Timur Tengah, ia menambahkan bahwa Israel harus berhati-hati dengan isu Yerusalem.

"Yerusalem adalah sebuah garis merah, dan Israel harus menyadari bahwa kota tersebut juga penting bagi umat Muslim dan Kristiani, dan berhentilah bermain api," kata Raja Abdullah. Ia menyerukan kepada AS dan komunitas internasional untuk mengambil tindakan.

Tindakan tersebut penting untuk memastikan bahwa negosiasi yang digelar di masa mendatang difokuskan pada perjanjian permanen, termasuk perbatasanm status para pengungsi Palestina dan masa depan Yerusalem.

Raja Abdullah menambahkan, hasil akhir negosiasi harus menentukan pendirian negara Palestina merdeka, sesuai dengan batas tahun 1967, dengan Yerusalem sebagai ibukota.

Negosiasi semacam ini harus digarisbawahi secara jelas dan dicapai dalam jangka waktu yang telah ditentukan, tambah sang Raja.

Para pemimpin Yordania dan Mesir, dua negara Arab yang menjalin kesepakatan damai dengan Israel, memperingatkan bahwa tindakan sepihak Israel di Yerusalem Timur dan wilayah-wilayah Arab lainnya telah merusak upaya untuk meneruskan negosiasi damai dengan Palestina, dan akan menimbulkan dampak yang berbahaya bagi kawasan tersebut.

Pada hari yang sama, Israel merampungkan peranannya dalam latihan Juniper Cobra 10, serangkaian latihan manuver angkatan udara dengan militer AS. (dn/im/jp/hz) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon