Kedutaan besar
Dalam sepucuk
Tampaknya Universitas Oxford melibatkan diri dalam sebuah kasus kriminal, yang masih dalam tahap penyelidikan oleh kepolisian
Pihak kedutaan menerangkan bahwa kematian Agha-Soltan tidak seperti yang selama ini digambarkan oleh media.
"Kematiannya adalah sebuah skenario yang rumit dan direncanakan dan telah dikecam oleh partai-partai politik
Pihak kedutaan menambahkan, "Hal ini tidak ada hubungannya dengan posisi dan tujuan universitas, serta tidak akan membantu dan justru memperburuk hubungan Iran dan Inggris.
Beasiswa kelulusan senilai $4.000 dalam jangka waktu dua tahun, ditawarkan kepada para mahasiswa ilmu filsafat. Beasiswa tersebut diluncurkan setelah seorang penyandang dana mengajukan gagasan untuk membuat beasiswa tersebut.
Menanggapi hal tersebut, pihak universitas mengatakan bahwa beasiswa tersebut sepenuhnya menjadi urusan Queens College. Paul Madden dari Queen mengeatakan bahwa beasiswa tersebut akan membantu warga
Neda Agha-Soltan berubah menjadi simbol kerusuhan politik di Iran setelah menjemput ajal dalam sebuah unjuk rasa di Teheran dalam upayanya untuk menentang terpilih kembalinya Presiden Mahmoud Ahmadinejad.
Sejumlah rekaman video amatir yang menunjukkan Agha-Soltan terbaring berlumuran darah dipasang di internet dan disiarkan di seluruh dunia, hal tersebut memicu kecaman terhadap tindakan pemerintah
Polisi
Ahmadinejad meminta adanya investigasi terhadap kematian Agha-Soltan, ia mengatakan bahwa ada laporan yang dibuat-buat mengenai kejadian tersebut dan juga propaganda media asing.
Hubungan diplomatik antara Inggris dan
Queens College mengatakan bahwa pihaknya merasa senang karena telah memberikan beasiswa tersebut dan menunjuk Arianne Shahvisi, yang mempelajari ilmu filsafat dan fisika, sebagai penerima pertama beasiswa tersebut, hal itu tertuang dalam pernyataan resmi di situs internetnya.
Queens mengutip ucapan Shahvisi yang mengatakan bahwa beasiswa tersebut amat berarti baginya, karena ia adalah seorang gadis muda keturunan
Dia menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga Agha-Soltan. "Saya harap dengan cara menyelesaikan studi saya di














