Namun keadaan telah berubah. Di kedua sisi jalan yang sama kini berdiri stan-stan tempat para petani menjual semangka hasil panennya. Mereka berdiri di dekat dagangannya meskipun panas matahari sangat menyengat.
Salah satu dari pria itu mengenakan jubah putih dengan sorban merah di kepalanya. Semangka dagangannya terlihat cukup tua dan kecil. Ia mungkin tidak menyadari bahwa semangka-semangka itu tidak sepadan bagi dirinya untuk berdiri di tengah cuaca yang panas.
Salah seorang petani muda, Rokan, baru berusia 12 tahun. Ia berhenti sekolah sejak tiga tahun lalu untuk berjualan semangka. Panas matahari membakar kulit wajah dan tangannya.
Tahun 2003, beberapa hari setelah militer AS menginvasi Irak, jalanan itu tampak sepi. Semua orang seolah tak mau keluar dari rumah, menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Pada satu waktu, di wilayah selatan Uzem, jalanan tiba-tiba menjadi macet. Sejumlah mobil bahkan menepi dan berhenti. Ternyata militer AS telah memblokade ujung jalan dengan truk mereka.
Diketahui kemudian bahwa jalan itu terpaksa ditutup karena sebuah rombongan truk pengangkut tembok anti ledakan diserang oleh sekelompok pria bersenjata. Kendaraan mereka diterjang peluru, salah satu truk bahkan dibakar dan digulingkan ke gurun pasir. Satu dari supir truk itu terbaring di tanah dengan pendarahan hebat.
Rombongan itu sedang dalam perjalanan mengirim material tembok dari pabrik di Erbil ke kota Baquba, sebelah utara Baghdad, untuk melindungi kantor polisi dan institusi pemerintah yang berada dalam serangan pemberontak Baquba dan pejuang Al Qaeda.
Sejak peristiwa beberapa tahun lalu itu, Irak telah berubah menjadi sedikit lebih tenang. Meskipun militer AS telah ditarik dari sejumlah kota besar, sebagian dari mereka masih ditempatan di sekitar Kirkuk, di sepanjang garis depan yang penuh dengan ketegangan antara etnis Kurdi dan Arab.
Area sekitar Uzem masih belum sepenuhnya aman. Kebanyakan orang masih berusaha meyakinkan bahwa mereka tidak memiliki alasan untuk tetap berada di luar rumah setelah matahari terbenam.
Beberapa tahun lalu, arus lalu lintas masih lancar. Semua kendaraan melaju secepat mungkin. Namun kini, beberapa kendaraan berhenti untuk "menginspeksi" semangka ranum yang telah menggantikan bom tepi jalan di sepanjang rute ini. (rin/me) www.suaramedia.com














