"Departemen Intelijen, Kementerian Luar Negeri, dan Menteri Dalam Negeri telah memutuskan untuk mendirikan sebuah komite tiga-anggota untuk mengekang pasang naik campur tangan AS dalam urusan negara," kata MP Fatemeh Alia, seorang anggota senior Majelis Keamanan Nasional dan Komite Kebijakan Luar Negeri.
Dia menambahkan bahwa parlemen komite keamanan nasional yang berwenang awalnya menganggarkan sebesar $ 20 juta untuk panitia khusus, tetapi kemudian menaikan jumlahnya hingga $ 50 juta.
"Kami menyadari bahwa $ 20 juta tidak cukup, mengingat sejauh mana Washington bersekongkol melawan negara-negara Dunia Ketiga," jelasnya.
Alia mengatakan RUU itu terutama diperkenalkan untuk mengekspos berbagai pelanggaran hak asasi manusia Washington namun kemudian diperluas untuk mencakup upaya-upaya AS untuk mengacaukan pemerintah Iran.
Dia mengacu terutama kepada Victims of Iranian Censorship Act (VOICE), yang ditanda-tangani menjadi undang-undang oleh Presiden AS Barack Obama di awal bulan ini.
RUU itu dirancang oleh Senator John McCain, Joseph Lieberman, Ted Kaufman, Lindsey Graham, dan Robert Casey sebelumnya pada bulan Juli sebagai amandemen terhadap Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional.
Menurut website Senator Lieberman, RUU itu memberi kewenangan untuk menganggarkan $ 50 juta bagi perluasan penyiaran berbahasa Persia ke Iran oleh Radio Free Europe / Radio Liberty's Radio Farda dan Voice of America's Persia News Network.
Juga akan mengalokasikan lagi $ 25 juta untuk kegiatan berbasis internet, website itu berkata.
Ketika diajukan sebagai RAPBN Juli lalu, VOICE meminta untuk memberikan 30 juta Dollar untuk memperluas Radio Free Europe yang berbahasa Persia ke Iran, yang akan digunakan untuk mencoba untuk melawan upaya pemerintah Iran dalam sensor radio, satelit, dan transmisi berbasis internet.
Dana tersebut juga akan digunakan untuk mencoba menaklukkan upaya pemerintah Iran untuk memblokir akses ke situs web atau pesan teks melalui jaringan telepon seluler.
20 juta Dollar lainnya akan digunakan untuk menciptakan dana khusus untuk mengembangkan cara bagi Iran untuk mendapatkan akses dan berbagi informasi, dan melawan "upaya-upaya untuk memblokir, menyensor, atau memantau internet di Iran" oleh Teheran.
Rancangan anggaran itu juga meminta untuk laporan dari Presiden Barack Obama mengenai perusahaan non-Iran, termasuk dengan operasi AS, yang telah membantu upaya sensor internet Iran.
Para pengamat di Iran mengatakan langkah itu datang sebagai tanggapan terhadap penangkapan kelompok anggota teroris berbasis di AS, Kingdom Assembly of Iran (Majelis Kerajaan Iran).
Tahanan tersebut mengakui telah mendalangi dan melakukan tindakan teroris di dalam Iran, termasuk pemboman mematikan sebuah Masjid di kota selatan Shiraz pada bulan April 2008. Grup itu menjalankan saluran TV Persia di Amerika Serikat. (iw/pv) www.suaramedia.com














