Seorang juru bicara militer mengatakan bahwa serangan udara itu ditujukan pada fasilitas produksi senjata di selatan Jalur Gaza dan dua terowongan penyelundupan di area perbatasan Rafah. Ia mengatakan bahwa serangan itu berhasil mengenai target, dan merupakan respon dari hujan roket yang disebut Israel datang dari arah Jalur Gaza.
Salah satu dari roket ini, sebuah proyektil buatan rumah, ditembakkan dari Gaza ke selatan Israel pada hari Rabu pagi, menurut kemiliteran.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam serangan semalam suntuk itu.
Selain itu, pada hari Rabu, para pejuang yang berafiliasi dengan Front Populer untuk Pembebasan Palestina (FPPP) mengatakan bahwa mereka telah menembakkan granat ke arah apa yang mereka gambarkan sebagai pasukan Israel yang sedang menyamar di dekat perbatasan Erez, utara Gaza. Militer Israel mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui tentang laporan itu.
Meski demikian, sekelompok warga Palestina di kota Beit Hanoun, dekat perbatasan, mengatakan bahwa mereka menerima tembakan dari Israel ketika sedang mengumpulkan reruntuhan bangunan di dekat Erez. Tembakan Israel itu membunuh seekor kuda. Militer Israel juga membantah penembakan itu.
Inisiatif Lokal, yang berbasis di Beit Hanoun, mengatakan bahwa tembakan tersebut berasal dari menara pengawas Erez pada pukul 8:30 pagi. Mereka mengatakan bahwa tembakan diarahkan kepada sekelompok pekerja yang sedang mengumpulkan puing-puing bangunan sekitar 500 meter dari tembok pembatas.
Para pekerja itu mengumpulkan bebatuan dan semen yang rusak untuk diproses di pabrik batu ata setempat, yang telah memproses bahan bangunan daur ulang untuk membangun kembali ratusan rumah di Gaza, yang hancur selama Operasi Cast Lead Israel musim dingin tahun lalu/ Israel telah memblokade ketat Jalur Gaza, melarang pengiriman semen ke wilayah tersebut.
Pejabat militer Israel mengatakan bahwa investigasi awal tidak menemukan aktivitas militer apa pun yang sesuai dengan laporan di area Erez.
Seorang juru bicara Israel mengatakan bahwa sebuah bom di tepi jalan meledak di dekat patroli militer di selatan titik perbatasan Karni namun tidak menimbulkan korban. (rin/mn) www.suaramedia.com
Click Video














