Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Teroris Pakistan Mengemis Dukungan Saudi Arabia

E-mail Cetak PDF
TEHERAN (Berita SuaraMedia) - Pemimpin kelompok teroris berbasis Pakistan, Jundallah, telah meminta Raja Saudi untuk memberikan lebih banyak dukungan untuk kelompoknya.

Abdul-Malek Rigi, dalam sebuah surat kepada Raja Abdullah, yang teksnya diterbitkan oleh harian Kuwait al-Watan, mendesak Riyadh untuk lebih banyak memperhatikan kelompok tersebut.

Jundallah telah mengaku bertanggung jawab atas sejumlah serangan teror di Iran.

Bulan lalu, kelompok itu melakukan pemboman di provinsi tenggara Iran Sistan-Balouchestan yang menewaskan 42 orang, termasuk beberapa komandan perwira tinggi Iran.

Sejumlah suku Sunni juga tewas dalam serangan itu.

Media  berbasis Saudi, termasuk Al-Arabiya, telah berulang kali menyiarkan wawancara dengan anggota kelompok dalam beberapa pekan terakhir.

Sebuah laporan tahun lalu mengungkapkan badan-badan intelijen Arab Saudi berada di balik penculikan sekelompok polisi Iran oleh Jundullah.

Enam belas polisi Iran diculik oleh kelompok Jundullah di pos pemeriksaan di kota tenggara Saravan di Propinsi Sistan-Baluchestan Iran pada 12 Juni.

Awalnya pemberontak bersenjata mengancam akan membunuh para sandera kecuali 200 dari anggotanya dilepaskan dari penjara Iran.

Kelompok itu membunuh tiga dari sandera pada bulan Juni. Saluran Bahasa Arab TV Al-Arabiya menayangkan rekaman eksekusi sandera Iran.

Setelah Iran menolak untuk mengindahkan peringatan mereka, kelompok teroris membunuh tiga belas sandera yang tersisa pada 3 Desember.

Jaksa Agung Iran Qorban-Ali Dorri-Najafabadi telah memperingatkan bahwa pasukan Iran akan memberikan "respons menghancurkan" untuk para militan di wilayah perbatasan.

Situs Arab Nahrainnet mengutip sumber-sumber informasi di Peshawar Pakistan pada hari Senin yang menyatakan bahwa badan-badan intelijen Arab Saudi telah secara signifikan meningkatkan jumlah operasi-operasi rahasia mereka.

Sumber juga melaporkan bahwa Arab Saudi telah memperluas saluran komunikasi di Pakistan dan khususnya Peshawar selama tiga bulan.

Menurut informasi yang diperoleh dari sumber di Peshawar, Arab Saudi telah secara langsung mendukung Jundullah untuk melaksanakan penyanderaan polisi Iran.

Laporan klaim Arab Saudi dan Central Intelligence Agency (CIA) AS telah menggunakan " tentara proxy " untuk menggoyahkan pemerintah di Iran.

Sebelumnya pada bulan Juli, Pakistan, mantan Kepala Angkatan Darat, Purnawirawan Jenderal Mirza Aslam Baig, mengatakan bahwa kelompok itu adalah penerima utama keuangan dan bantuan militer AS.

Baig mengatakan Washington telah memberikan pelatihan pada Jundullah dengan fasilitas untuk memperparah kerusuhan dan ketegangan hubungan Teheran - Islamabad.

ABC News, pada tahun 2007, mengutip sumber-sumber intelijen AS dan Pakistan bahwa kelompok, yang "telah bertanggung jawab atas kematian dan penculikan tentara dan pejabat Iran," "diam-diam telah didorong dan dianjurkan oleh para pejabat AS."

Dalam laporan lain di bulan Juli, jurnalis investigasi Seymour Hersh mengungkapkan bahwa para pemimpin Kongres AS diam-diam setuju untuk permintaan dana eskalasi Presiden George W. Bush sebesar $ 400 juta dalam operasi-operasi rahasia di Iran.

Di bawah keputusan itu, AS dapat membantu dan mendanai kelompok teroris seperti Mujahidin-e Khalq Organization (MKO) dan militan Jundullah.

Pemimpin kelompok, Rigi Abdolmalek, menggambarkan sel teroris itu sebagai 'gerakan nasional' dan menyangkal link apapun ke Washington. Visit Video Ledakan Garda Revolusi

(iw/pv) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon