Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Rabbi Rontzki: Tentara Dengan Belas Kasihan Akan Dilaknat!

E-mail Cetak PDF
TEL AVIV (Berita SuaraMedia) – Kepala Rabbi kemiliteran Israel memberi tahu anak didiknya dalam program Yeshiva bahwa para tentara yang menunjukkan rasa kasihan terhadap para korbannya selama masa perang akan dilaknat, surat kabar Haaretz melaporkan.

Brigjen Avichai Rontzki juga member tahu para murid bahwa orang-orang yang beragama akan membuat pasukan Israel semakin kuat.

Berbicara di wilayah pemukim Yahudi ilegal di Tepi Barat, Rontzki mengutip hukum perang Maimon yang disebutkan dalam Kitab Jeremiah, "Kutukan akan mendatangi siapa saja yang melaksanakan perintah Tuhan dengan tangan yang lemah, dan kutukan akan mendatangi siapa saja yang membersihkan pedangnya dari pertumpahan darah."

"Dalam masa perang saat ini, siapa saja yang tidak berperang sepenuh hati dan jiwa mereka pasti akan dilaknat – jika dia menghindarkan pedangnya dari darah, jika dia menunjukkan rasa belas kasih dimana seharusnya rasa kasihan tersebut tidak ditunjukkan," imbuhnya.

Rontzki merujuk pada Pasukan Keamanan Israel (IDF) selama Operasi Cast Lead di Gaza.

"Terima Kasih Tuhan karena bersatunya Israel dalam hukum yang benar bagaimana mereka harus berperang. Salah satu bentuk inovasi adalah dengan menyerbu selama perang, bukan dengan misi-misi dan penahanan."

"Kita semua begitu ingat bagaimana perang ini dimulai, dengan serangan pembuka berupa 80 serangan udara di tempat yang berbeda, dan disusul meriam, mortar, serta serbuan tank, sebagaimana seharusnya sebuah perang," katanya.

"Semua pasukan telah bertempur segenap hati dan jiwa mereka, dan dengan keberanian dan apa saja yang mereka miliki – pertempuran sebenarnya untuk memenangkan misi ini."

"Dalam peperangan Israel, para prajurit adalah orang-orang yang takut terhadap Tuhan, sebuah masyarakat yang benar, masyarakat yang tidak memiliki dosa di tangan mereka."

Brigjen Avichai Rontzki merupakan salah satu Rabbi yang dituding warga Israel merubah kebijakan perang Judaisme, mencampurnya dengan nasionalisme.

Rontzki juga diketahui sebagai Rabbi yang turun langsung dalam perang di Gaza, menyebut perang tersebut sebagai awal Perang Suci.

Rontzki merupakan salah satu pemukim ilegal Yahudi di Tepi Barat yang bekerja dalam militer Israel sejak 2006, ketika 8.000 pemukim diusir dari wilayah tersebut.

Rabbi militer mulai menonjol selama invasi Israel di Gaza awal tahun ini.

Beberapa kegiatan mereka mengangkat pertanyaan meresahkan tentang pengaruh agama-politik dalam militer.

Gal Einav, seorang prajurit non-religius, mengatakan ada dinding-dinding retorika keagamaan di pangkalan, barak dan di medan perang.

Begitu tentara diberikan senapan mereka, katanya, mereka diberi kitab Mazmur.

Dan, ketika teman-temannya menuju ke Gaza, mereka diapit oleh Rabbi sipil di satu sisi dan Rabbi militer di sisi lain.

"Rasanya seperti perang agama, seperti Perang Salib. Ini mengganggu saya. Agama dan tentara harus benar-benar terpisah," katanya.

Tetapi Rabbi militer, seperti Letnan Shmuel Kaufman, menyambut baik perubahan itu.

Dalam perang-perang sebelumnya Rabbi harus tinggal jauh dari garis depan, katanya. Namun, di Gaza, mereka diperintahkan untuk menemani para pejuang.

"Tugas kami adalah untuk meningkatkan semangat juang para prajurit. Semangat Yahudi abadi dari Alkitab untuk kedatangan Mesiah."

Sebelum unit pergi ke Gaza, Rabbi Kaufman mengatakan komandan mereka menyuruhnya untuk meniup tanduk domba jantan: "Seperti Yosua dalam Alkitab, ketika dia menaklukkan tanah Israel. Hal ini membuat perang menjadi lebih suci." (al/me/sm) www.suaramedia.com
Click Video
{seyret player="on" id="253"}

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon