Harian berbahasa Ibrani, Haaretz, mengatakan bahwa permintaan Lieberman tersebut dilakukan menyusul pemberitaan mengenai pertemuan rahasia yang digelar pemerintah Israel pada hari Minggu lalu. Pertemuan tersebut membahas mengenai kemungkinan penarikan diri Israel dari desa Ghajar di Libanon. Pertemuan tersebut dihadiri oleh tujuh orang menteri.
Selain tujuh orang menteri kabinet, pertemuan tersebut dihadiri oleh para staf senior dari Kementerian Pertahanan, Dewan Keamanan Nasional, dan tentara pertahanan Israel (IDF).
Pertemuan tersebut digelar di kantor perdana menteri dan dinyatakan sebagai pertemuan amat rahasia. Namun, rincian mengenai pertemuan tersebut dan isi pembicaraan di dalamnya ternyata bocor ke Haaretz dan dipublikasikan pada edisi hari Senin.
Lieberman meminta agar semua orang yang menghadiri pertemuan tersebut harus menjalani tes kebohongan. Lieberman meminta Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan direktur keamanan Shin Bet, Yuvai Diskin, untuk memanggil orang-orang yang turut menghadiri rapat tertutup tersebut dan melakukan deteksi kebohongan.
Sejumlah sumber di Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa Lieberman mengangkat isu tersebut pada hari Senin, dalam pertemuan mingguan yang digelar bersama dengan para staf senior Kementerian Luar Negeri. Lieberman tampak marah dengan kebocoran tersebut. Para sumber mengatakan bahwa Lieberman terlambat datang menghadiri rapat tersebut karena dia meminta Netanyahu dan Diskin untuk menyelidiki perihal kebocoran tersebut.
Lieberman mengatakan kepada para stafnya bahwa semua orang yang hadir dalam pertemuan hari Minggu harus menjalani tes deteksi kebohongan. Lieberman juga berharap bahwa tidak ada anggota stafnya yang terlibat dalam pembocoran tersebut.
Namun, masih belum jelas apakah kejadian tersebut akan diselidiki, demikian juga dengan kemungkinan untuk menjalankan tes kebohongan. Pada hari Selasa, kantor perdana menteri mengatakan bahwa masih belum ada hal yang disepakati dengan Lieberman mengenai isu tersebut. Kantor Shin Bet dan juga kantor menteri luar negeri tidak bersedia memberikan komentar lebih lanjut.
Surat kabar tersebut menambahkan bahwa ini bukan yang pertama kalinya Lieberman mengkritik para menteri kabinet pemerintahan Israel dan menuding mereka telah membocorkan pembicaraan rahasia kepada pers.
Empat bulan yang lalu, dalam sesi persidangan Komite Pengendali Negara, Lieberman meminta kepada pengawas negara, Micha Lindenstrauss, untuk menyelidiki mengenai kebocoran informasi yang terjadi di Kementerian Luar Negeri.
Ia menyerukan penyelidikan terhadap kebocoran, yang menurut Lieberman telah mendatangkan kerusakan serius terhadap kepentingan politik dan keamanan Israel, tersebut. Lieberman juga menekankan pentingnya untuk mengakhiri hal-hal semacam itu.
"Terkadang, saya membaca berita terkini di tajuk utama surat kabar sebelum laporan berita tersebut sampai ke meja saya," kata Lieberman. Ia menambahkan, "Ada kebocoran-kebocoran yang menimbulkan kerusakan serius terhadap kepentingan politik dan keamanan Israel. Jelas tidak mungkin untuk melanjutkan dan mengatakan bahwa tidak ada hal yang bisa dilakukan." (dn/im/hz) www.suaramedia.com














