Al alam, stasiun televisi satelit berbahasa Arab milik Iran, mengatakan bahwa peluru kendali Sejil memiliki jarak jangkauan yang lebih jauh daripada peluru kendali Shahab. Para pejabat Iran sebelumnya mengatakan bahwa peluru kendali Shahab mampu menjangkau target yang berjarak hingga 2.000 kilometer (1.250 mil) dari lokasi peluncuran.
Hal tersebut membuat Israel dan pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Teluk masuk dalam jangkauan peluru kendali.
Uji coba peluru kendali Iran tersebut dilakukan bertepatan dengan meningkatnya ketegangan seputar program nuklir Iran. Dimana Barat bersikeras bahwa program tersebut ditujukan untuk membuat bom nuklir, sementara Iran menampik tudingan tersebut.
Bulan Mei lalu, Iran melakukan uji coba penembakan versi awal dari peluru kendali Sejil. Sistem peluru kendali pertahanan tersebut dibuat sebagai bagian dari sebuah upaya untuk merancang peluru kendali yang lebih akurat dan cepat dibandingkan dengan model peluru kendali buatan Iran sebelumnya. Iran mengatakan bahwa peluru kendali tersebut bukan merupakan ancaman terhadap keamanan regional.
Baik Israel maupun AS masih belum mengesampingkan kemungkinan serangan militer jika upaya diplomasi dianggap gagal dalam menyelesaikan perselisihan tersebut. Iran bersumpah untuk melakukan serangan balasan jika sampai negaranya diserang.
Mengenai uji coba tersebut, saluran televisi berbahasa Inggris milik pemerintah Iran, Press TV, menyebutkan, "Peluru kendali tepat mengenai sasaran."
Uji coba tersebut dilakukan hanya berselang satu hari setelah dewan AS menyetujui rancangan undang-undang penjatuhan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan asing yang membantu memasok bahan bakar ke Iran. Sebuah langkah yang diharapkan dapat mempengaruhi Iran agar tidak melanjutkan program nuklirnya.
Iran telah berulangkali mengabaikan sanksi-sanksi semacam itu, termasuk sanksi tiga tahap PBB yang dijatuhkan mulai tahun 2006.
Pada bulan September, Iran melakukan uji coba peluru kendali . Seorang komandan mengatakan bahwa peluru kendali tersebut mampu menjangkau target manapun di kawasan regional. Gedung Putih menyebut uji coba itu sebagai sebuah hal yang provokatif dan menekankan kembali tuntutan agar Iran membatalkan program nuklirnya.
Washington mencurigai Iran tengah berupaya untuk mengembangkan bom nuklir dan sebelumnya telah mengekspresikan kekhawatiran mengenai program peluru kendali Iran. Iran, sebuah negara produsen besar minyak, mengatakan bahwa program nuklirnya murni ditujukan untuk menghasilkan energi listrik dan bertujuan damai.
Pada hari Selasa, AS dan lima negara besar lainnya mengatakan bahwa sebuah rencana pertemuan dengan Iran untuk membahas mengenai program nuklir negara tersebut tidak akan direalisasikan tahun ini karena adanya bentrokan jadwal, namun mereka menambahkan bahwa pembicaraan akan tetap dilakukan via telepon.
Pada bulan Oktober lalu, para juru runding menawarkan sebuah kesepakatan, dimana Iran diminta untuk mengirimkan uraniumnya yang telah diperkaya ke luar negeri pada akhir tahun ini untuk diolah lebih lanjut. Namun, Teheran tidak bersedia menuruti permintaan tersebut, penolakan tersebut menimbulkan spekulasi adanya penjatuhan sanksi tambahan. (dn/re/pv) www.suaramedia.com
- Istri Zawahiri Larang Wanita Muslim Terlibat Jihad
- Sukses Bantai Gaza, 8 Tentara Israel Raih Gelar "Pahlawan"
- Ahmadinejad "Kurung" Campur Tangan AS Dalam Batas Negara
- Ajukan Perdamaian, Yahudi AS Desak Temui Ketua Hamas
- Memo Rahasia Nuklir Iran Bocor Ke Tangan Media














