Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Ahmadinejad "Kurung" Campur Tangan AS Dalam Batas Negara

E-mail Cetak PDF

TEHERAN (Berita SuaraMedia) – Beberapa pekan setelah Washington memutuskan untuk menggandakan jumlah brigade tempur AS di Afghanistan, Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, mengatakan bahwa AS harus belajar untuk mengenali batas-batas geografis negaranya sendiri dan tidak perlu melangkah keluar dari batasan tersebut.

Berbicara kepada media Denmark pada hari Rabu, Mahmoud Ahmadinejad mengkritik intervensi militer AS di Irak, Afghanistan dan negara-negara lain.

Ahmadinejad menyerukan kepada Washington untuk menerapkan perubahan besar terhadap kebijakan-kebijakannya. "AS, seperti halnya negara-negara lain, memiliki batasan geografis tertentu. Oleh karena itu, AS sebaiknya tidak keluar dari batasan tersebut."

Mengenai perang Irak dan Afghanistan yang berkepanjangan, Ahmadinejad mengatakan, "Saat ini, situasi di negara-negara tersebut telah jauh memburuk dibandingkan dengan tujuh tahun sebelumnya dan bahkan sebelum invasi (yang dipimpin oleh AS)."

"Keadaan di negara-negara tersebut masih belum mengalami peningkatan, bahkan dengan kehadiran pasukan NATO," kata Ahmadinejad kepada televisi Denmark, seperti dikutip oleh IRNA.

Presiden Iran tersebut mengecam kebijakan NATO di Afghanistan, ia mengatakan bahwa hal itu hanya membuat ratusan orang warga sipil kehilangan nyawa, ditambah dengan meningkatnya kekerasan dan peredaran obat-obatan terlarang di negara tersebut.

Presiden Ahmadinejad mengatakan bahwa kurangnya pengetahuan mengenai kawasan tersebut menyebabkan kegagalan AS dan NATO. "Jika para politisi AS dan NATO memiliki pandangan historis yang luas di kawasan tersebut, mereka tidak akan memasuki Afghanistan.

Presiden Iran tersebut mengatakan bahwa isu-isu kemanusiaan harus diselesaikan melalui berbagai jalur, selain jalur militer.

Ahmadinejad kemudian mengkritik negara-negara yang yakin bahwa kepemilikan senjata nuklir membuat mereka lebih unggul dari negara-negara lain. Presiden Iran tersebut menambahkan bahwa nuklir merupakan senjata yang paling tidak berperikemanusiaan.

Ahmadinejad mengatakan bahwa Iran tidak memerlukan senjata nuklir untuk mempertahankan wilayahnya, ia menambahkan bahwa prinsip-prinsip Iran bertentangan dengan senjata nuklir.

"Memang benar bahwa Iran memiliki banyak musuh, namun kami tidak memerlukan bom nuklir untuk mempertahankan diri," kata Ahmadinejad dalam sebuah wawancara dengan media Denmark.

"Prinsip-prinsip dasar Republik Islam Iran bertentangan dengan pembuatan bom nuklir, itulah mengapa kami menyerukan adanya pelucutan senjata global," kata Ahmadinejad seperti dikutip oleh IRNA.

"Bom nuklir dan senjata pemusnah massal adalah ancaman bagi kemanusiaan," tambah presiden Iran tersebut.

Ketika ditanya apakah negara manapun dapat menggunakan senjata nuklir, dan apakah senjata nuklir dapat memberikan supremasi bagi sebuah negara, Ahmadinejad balik bertanya, "Apakah (kepemilikan) senjata nuklir menyelamatkan Uni Soviet dari keruntuhan, apakah senjata nuklir membuat AS meraih kemenangan di Irak, dan apakah rezim Zionis mampu menang di Gaza?"

Sementara itu, Xinhua mengutip Presiden Iran tersebut kala mengatakan bahwa negaranya dan Belarusia berkeinginan untuk mengembangkan hubungan dalam bidang perdagangan dan ekonomi. Ia menambahkan bahwa kapasitas kerjasama ekonomi harus dieksplorasi oleh kedua negara.

Iran baru-baru ini menandatangani kesepakatan yang mengatur produksi mobil di Belarusia. Iran juga mendirikan sebuah bank di Belarusia untuk meningkatkan kepercayaan dalam sektor keuangan dan perbankan antara kedua negara. (dn/pv/dj) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon