Dalam sebuah surat yang dirilis oleh tangan media Al Qaeda, As Sahab, yang berjudul "Sebuah Pesan bagi Saudari-saudari Muslim", Omayma Hassan Ahmed Mohammed Hassan juga menyerukan kepada kaum wanita yang beriman untuk menolak tekanan Barat untuk melepaskan jilbab atau hijab.
Disebutkan juga bahwa istri Zawahiri itu mencegah kaum wanita menjalankan peran aktif dalam perjuangan, sebaliknya menyerukan pada mereka untuk memberikan dukungan kepada para suami dan mujahidin pria, serta membesarkan anak-anak mereka dengan baik.
IntelCentre mengatakan bahwa ia meminta wanita Muslim untuk mendonasikan uang dan membantu para mujahidin, menambahkan bahwa mereka meyakini itu sebagai rilisan resmi pertama oleh tangan media Al Qaeda sebuah pesan atas nama istri Zawahiri ini.
Peran wanita dalam perlawanan bersenjata selalu menjadi topik yang kontroversial dalam kelompok Islam.
Gerakan Islam Palestina, Hamas, dituding telah mengirim ratusan wanita untuk melakukan bom bunuh diri melawan target-target Israel, namun mereka mengaku melakukan hal tersebut karena merasa terdesak.
Sang suami, Ayman al-Zawahiri, beberapa hari lalu merilis sebuah pesan audio yang berisi kecaman terhadap kebijakan Presiden AS, Barack Obama di Timur Tengah.
"Kebijakan Obama tidak lain hanyalah tahap baru dalam kampanye Tentara Salib dan Zionis yang bertujuan menundukkan dan memalukan kami, menduduki tanah kami, merampok kekayaan kami dan memerangi agama kami," katanya dalam pernyataan yang diposting di sebuah situs Islamis.
Zawahiri juga mengkritik pemimpin Arab, secara khusus menyebutkan nama Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Presiden Mesir Hosni Mubarak, serta Raja Saudi Abdullah dan Raja Yordania Abdullah II.
"Mereka adalah Zionis Arab ... (yang) melaksanakan perintah Obama yang telah menunjukkan kepada umat Islam di Palestina dan di tempat lain rencananya sebenarnya untuk mendukung Israel, di bawah kedok untuk menarik rasa hormat, pengertian, dan kerjasama," katanya.
Zawahiri adalah seorang ahli bedah mata yang membantu mendirikan kelompok Jihad Islam Mesir, sering disebut sebagai tangan kanan Osama Bin Laden dan ideolog utama al-Qaeda.
Ia dituding oleh beberapa pakar telah menjadi "otak operasional" di belakang serangan 11 September 2001 di AS, meski belum adanya bukti konkrit mengenai tudingan tersebut.
Zawahiri adalah orang nomor dua - di belakang Bin Laden - dalam daftar 22 "teroris" yang "paling dicari" yang diumumkan oleh pemerintah AS pada tahun 2001 dan memiliki $ 25 juta hadiah untuk kepalanya.
Beberapa ahli bahkan memperkirakan Jihad Islam Mesir hampir mengambil alih al-Qaeda ketika dua kelompok ditempa sebuah koalisi pada akhir 1990-an.
Zawahiri dilaporkan terakhir terlihat di bagian timur kota Khost Afghanistan pada Oktober 2001, dan bersembunyi setelah koalisi pimpinan-AS menggulingkan Taliban.
Zawahiri dan Bin Laden telah sejak itu menghindari penangkapan dan diperkirakan bersembunyi di daerah pegunungan di sepanjang perbatasan Afghanistan-Pakistan dengan bantuan simpatik suku setempat.
Dalam beberapa tahun terakhir, Zawahiri telah muncul sebagai juru bicara al-Qaeda yang paling menonjol, yang muncul dalam 16 video dan kaset pada tahun 2007, empat kali lebih banyak dari Osama Bin Laden.
Profil Zawahiri yang semakin tinggi diperkirakan menyebabkan serangan rudal AS pada 13 Januari 2006 di dekat perbatasan Pakistan dengan Afghanistan yang bertujuan untuk membunuhnya. (rin/dn/sm) www.suaramedia.com














